Dewaku

Dewaku
bab 58


__ADS_3

Melihat kinan bersiap siap untuk pergi,dewa memberengut lalu berkata "rumah sakit meminta ada anggota keluarga yang menemani pasien"


Awalnya kinan akan meminta dewa buat menghubungi rena saja agar ia menemani dirinya dirumah sakit,tapi setelah kinan ingat kalau rena sedang dikantor polisi akibat dari laporannya.maka ia mengurungkan niatnya.


"ok.." jawab kinan pada akhirnya,lalu ia melanjutkan  "hanya untuk malam ini saja kan,,"


Lalu kinan kembali kesofa untuk melanjutkan tidurnya.


Namun tiba tiba ponsel dewa berdering,lalu dewa mengangkat dan meloudspekernya.


begitu dewa mengangkatnya terdengar suara rena yang sedang menangis,lalu berkata "dewa,aku ditahan dikantor polisi,semua ini karena ulah kinan,ia menjebakku,..bagaimana ini?"


"kenapa baru sekarang ia meminta pertolongan,byasanya ia akan langsung menghubungi dewa begitu ia terkena masalah" ucap kinan lirih


Menyadari dewa yang menatap dirinya,kinan hanya mengendikan bahunya lalu berkata dengan cuek"dia datang kerumah ku tanpa seijinku,dan membuat semua barang berhargaku hancur berantakan."


Dewa mendesah,lalu berkata dengan nada lelah "sekarang sudah malam,malam ini kamu terima saja untuk tinggal dikantor polisi,sekalian kamu intropeksi diri,besok biar aku suruh alvin yang mengurus"


"dewa_" ucapan rena belum selesai namun dewa sudah memutuskan sambungan telponnya.


Setelahnya dewa menatap kinan dan berkata dengan nada tak berdaya "kenapa sampai melapor polisi,kamu kan bisa mengganti kuncinya"


Kinan menunduk sambil memainkan jari jari nya lalu berkata "kamu yang memberinya kunci??atau kamu yang mendaftarkan sidik jarinya??lain kali jika kamu menginginkannya datang,kamu harus memberitahukan ke aku terlebih dahulu.Aku akan menjual rumah itu untukmu,aku akan pindah dari rumah itu,"


"kinanti." ucap dewa dengan suara berat,"kita itu pasangan suami istri!"


Kinan mengangguk lalu berkata " aku tahu,makanya aku melaporkannya kekantor polisi karena telah masuk kerumah kita tanpa ijin,dan aku akan tetap pindah dari rumah itu jika kau masih mengijinkan dia masuk kerumah kita."


Dewa merasa tak berdaya,lalu ia mengusap keningnya dan berkata "kemarilah,," sambil bergeser dewa memberi isyarat ke kinan agar menghampirinya.


Kinan yang tahu maksud dewa,langsung menghampiri dan merebahkan badannya disamping dewa.

__ADS_1


"anak pintar"ucap dewa sambil tertawa karena melihat kinan yang langsung tidur disampingnya.


Kinan mengabaikan ucapan dewa,karena dirinya memang benar benar mengantuk jadi tak butuh waktu lama untuknya bisa tidur.


Keesokkan paginya kinan terbangun karena mendengar suara kicauan burung.


Kinan membuka matanya,lalu melihat dewa yang sedang duduk sambil memeriksa dan menandatangani dokumen.


Menyadari kinan yang sedang menatap dirinya,lantas dewa bekata sambil tersenyum " sudah bangun tidur??"


Kinan menganggukkan kepalanya dan berkata "huum"


Setelah sadar kalau dirinya sedang tidur dirumah sakit,ia langsung bangun dan duduk,lalu ia melihat keranjangnya yang ternyata dirinya tidur dengan mendesak dewa hingga sampai diujung ranjang,sedangkan disebelahnya ranjangnya sangat luas.


Menyadari hal tersebut kinan langsung menunduk dan merasa bersalah,lalu ia berkata dengan nada rendah "maaf,karena telah merebut ranjangmu,aku sungguh keterlaluan berebut ranjang dengan pasien."


Dewa tersenyum,sambil menatap kinan dan menaruh dokumennya lalu berkata "apakah kau sudah lapar?"


Selesai mengganti infus,perawat tersebut pun pergi,lalu kinan menghela nafas lega dan berkata "aku akan cuci muka dulu"


Selesai dan keluar dari kamar mandi,kinan menatap nakas dan melihat beberapa obat dewa yang belum diminum,lantas kinan berkata "kamu mau makan apa?"


Dewa menatap kinan sambil tersenyum dan berkata "terserah kamu saja"


"ok.." jawab kinan lalu pergi keluar untuk mencari makan.


Ketika kinan sudah capek berkeliling  rumah sakit untuk mencari makanan namun tak menemukannya.kinan memilih untuk menghubungi yuni,untuk mengantarkan makanan.


Kinan menunggu kedatangan yuni didepan pintu rumah sakit sambil berjemur.


Beberapa waktu menunggu,tapi yuni tak kunjung datang.Kinan melihat Rendy datang sambil menenteng kotak makanan,"pasti ia membawa makanan untuk dewa"ucap kinan sambil menatap rendy

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian yuni datang dengan terburu buru,Yuni membawa banyak macam makanan,setelah menyerahkan kepada kinan yuni langsung pamit pergi karena ia sangat banyak kerjaan.


Kinan langsung membawa masuk makanan kekamar dewa,namun ketika kinan sampai dipintu ruangan dewa ia mendengar suara rena yang berbicara sambil menangis.


"Dewa,kinanti bukanlah wanita yang baik,selain telah memecahkan semua barang barang yang aku hadiahkan untukmu,ia juga dengan teganya melaporkan aku kepolisi" ucap rena dengan tangis penuh air mata.


Mulut tajam rendy ikut menimpali "Dia itu sangat keji,kamu seharusnya bisa lebih tegas kepadanya,jangan karena dia hamil lantas kau tak tega kepadanya,tidak mungkin juga kan kau akan menghabiskan hidupmu dengan wanita sepertia dia"


Kinan tahu kalau menguping bukanlah tindakkan bermoral,makanya dia langsung membuka pintunya dan masuk tanpa mengetuk pintu dulu.


Begitu kinan masuk,suasana diruang rawat inap langsung hening,rena menatap kinan dengan pandangan suram,dadanya juga naik turun karena menahan amarahnya.


Tapi kinan mengabaikan itu semua,ia langsung berjalan dan menyingkirkan semua makanan yang dibawa rendy,lalu ia meletakkan makanan yan ia bawa,dan berkata "apakah kau sudah makan,kau ingin memakan yang aku bawa tidak?"


Dewa melirik makanan yang dibawa kinan dan berkata "aku belum makan,aku akan memakan yang kau bawa"


Kinan mengeluarkan bubur dan juga mini pao lalu menaruhnya disamping ranjang dewa dan berkata "ini semua yang memasak yuni,kau ingin makan apa??"


"bubur saja"ucap dewa datar,dan kinan menganggukkan kepalanya.


Menyadari kinan tak melakukakn apa apa,dewa langsung menoleh dan menatap kinan.


Kinan yang melihat dewa sedang menatapnya, mengerutkan alisnya dan ingin bertanya,namun ia mengurungkan niatnya untuk bertanya lantas ia hanya berucap " ehmm ini sudah siang,aku akan berangkat kekantor"


"apa menurutmu,dengan keadaanku yang seperti ini,aku masih bisa melakukan apa apa sendiri?" ucap dewa menghentikan langkah kinan yang sudah bersiap meninggalkan ruangannya


Kinan berbalik,dan tertegun menatap dewa yang sedang menatapnya lalu berkata dalam hatinya "oh iya,dia kan tangannya masih diinfus,tapi kan masih ada rendy dan rena,jadi tak mungkin kan dia memintaku untuk menyuapinya sekarang kan??"


Dewa mengerutkan alisnya sambil menatap kinan,seolah berkata "suapi aku kinanti."


Rena menyadarinya,lalu dengan cepat ia berkata "dewa kamu masih diinfus,kamu ingin makan apa biar aku yang suapi"

__ADS_1


Lalu rena mengambilkan makanan yang telah dibawakan oleh rendy tadi dengan mata memerah dan bengkak karena  habis menangis sambil berkata " pagi tadi setelah aku pulang dari kantor polisi,aku langsung masuk kedapur dan memasaknya untukmu,dan meminta rendy untuk membawanya kesini,ayo dicoba."


__ADS_2