
"Kamu jangan terlalu khawatir,masalah Fani biar aku yang mengurusnya,kamu tinggal tahu beres aja..." ucap Dewa sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Kinan
"Dewa,kamu..." Kinan menghentikan kata katanya
"Pergilah keperusahaan,aku akan mengurus masalah Fani " ucap Dewa sambil masuk kedalam mobil Kinan.
Kinan tak punya pilihan lain,lalu ia masuk kedalam mobilnya dan duduk disamping Dewa.
Ketika mereka sampai diperusahaan,Dewa menurunkan Kinan,lalu dirinya pergi.
Ketika masuk Kinan bertemu dengan Rendy yang akan keluar
"kenapa aku harus selalu dipertemukan dengan si cerewet ini" ucap Kinan lirih
Kinan pura pura tak melihatnya,dengan menundukkan pandangannya.
"Ini sudah siang,apakah kamu kemari hanya untuk bermain,ibu Kinanti??" tanya Rendy yang membuat Kinan menghentikan langkahnya
"Pak Rendy,apa kah sekarang anda pindah kebagian personalia??" tanya Kinan menoleh kearah Rendy sebentar,lalu melanjutkan langkahnya karena jarak dengan lift sudah dekat
"Kamu sudah mengenalku cukup lama,namun kamu begitu cuek denganku,"ucap Rendy santai
Kinan yang sudah masuk kedalam lift melotot mendengar kata kata Rendy,lalu dia membalasnya " apakah kamu sudah terbiasa menjadi penjilat seperti anjing??dibayar dengan apa kau menjadi anjingnya Rena?"
"Ngomong ngomong meskipun Bar itu atas nama Rena,tapi asetnya masih punya Dewa kan??Aku bisa saja mengklaim harta itu punya ku,karena aku lah nyonya Dewa yang sah." tambah Kinan dan setelahnya pintu lift tertutup sebelum Rendy sempat membalas kata kata dari Kinan.
Wajah Rendy memerah menahan amarahnya.
Ketika tiba di depan ruangannya,Rina mencegatnya lalu berkata "Ibu Kinan,pak Irfan sudah menunggu anda di dalam dari pagi"
Kinan mengangguk,lalu berkata "buatku aku susu hangat,,"
Ketika Kinan masuk,Irfan tengan duduk bersenderan disofa dengan mata tertutup,dan kaki disilangkan.
"Kinanti,apakah anda selalu begini,berangkat sesuka hati" tanya Irfan tanpa membuka matanya.
Kinan meletakkan tasnya,lalu duduk disofa samping Irfan dan Rina masuk membawakan susu hangat pesenannya.
Kinan meneguk susunya,lalu menatap Irfan dan berkata "karena anda sudah ada disini,mari kita tanda tangani perjanjian kerja samanya"
Irfan membuka matanya dan menyipitkannya kearah kinan "jadi kamu memutuskan untuk bekerja sama dengan tim auditku?" tanya irfan kemudian
__ADS_1
Kinan menatap Rina yang masih berdiri dan berkata "tunjukkan kontraknya kepada pak Irfan"
Lalu rina menyerahkan surat kontraknya beserta penanya kepada Irfan,tanpa membaca Irfan langsung menanda tangani surat tersebut.
Setelah selesai,Irfan tak segera pergi dari ruangan tersebut.
Kinan mengernyit lalu bertanya "pak Irfan,apakah masih ada hal lain yang perlu dibahas??"
"Ayo makan siang bersama" ucap Irfan sambil mendekati Kinan
Karena Kinan muak dengan Irfan,lantas ia memandang Rina dan berkata "pesankan makan siang untuknya, untuk dibawa pulang"
Tanpa menunggu lama Rina langsung menganggukan kepalanya dan memesankan makan siang.
"Kinan,kenapa kau begitu kejam,aku mengundangmu untuk makan siang bersama,setidaknya kamu menerimanya dengan senang hati,bukan malah mengusirku" gerutu Irfan
Kinan menggelengkan kepalanya "pak Irfan,dalam hal pekerjaan kita sudah tak ada lagi yang akan dibahas,dalam soal pertemanan,kita bukanlah teman,lagian aku wanita yang sudah bersuami,tolong hormati dan hargai saya" ucap Kinan lalu pergi menuju mejanya,dan meninggalkan Irfan disofa sendirian
Tak lama kemudian Rina masuk membawa makanan dan berkata "pak Irfan,ini makan siang untuk anda"
Irfan langsung memelototti Rina "Terima kasih"ucapnya lalu menerimanya.
Rina tersenyum tipis lalu berjalan kearah meja Kinan "ibu Kinan,bapak Sutisna datang mencarimu,apakah anda ingin menemuinya??" tanya Rina
Irfan yang mendengarnya langsung menimpali "anda harus menemuinya,siapa tahu ada sesuatu yang penting,dan bisa menyelesaikan banyak masalah"
"apa maksudmu" tanya Kinan menatap Irfan yang sedang menikmati makan siangnya.
"Aku hanya menyarankan,lagian aku kan hanya mengaudit PT Wijaya tidak dengan yang lain" jawab Irfan cuek
"Jadi Irfan,apa maksudmu dengan hanya mengaudit PT Wijaya tidak dengan yang lain??" tanya Kinan meminta penjelasan
"Nona Kinan pekerjaan PT Wijaya saja sudah cukup besar,jika saya mengerjakan PT yang lain juga,saya takut tak mampu untuk mengejar publikasi mingguan kuartal berikutnya" jelas Irfan sambil menelan makanannya."anda berpikir terlalu jauh," tambah Irfan sambil terkekeh
"Rina,bawa pergi dia dari ruanganku," perintah Kinan dengan amarah yang memuncak karena merasa dipermainkan oleh Irfan
Irfan yang dengar kalau Kinan berusaha mengusirnya langsung mengambil kotak makan siangnya dan berkata "nona Kinan,anda jangan coba coba menyingkirkan ku,kita baru saja menanda tangani kontrak"
"Keluar!" teriak Kinan dengan amarah yang meledak.
"Nona Kinan,jaga kesehatanmu" ucap Irfan sambil tertawa dan pergi dari ruangan Kinan.
__ADS_1
"Nona Kinan,apa tidak sebaiknya tugas audit ini kita berikan kepada bapak Sutisna saja,sepertinya pak Irfan sulit untuk dipercaya "ucap Rina menyarankan
"Aku harus membicarakannya dengan Dewa terlebih dulu " jawab Kinan setelah diam beberapa saat.
"Awasi Irfan,aku akan membicarakannya dengan Dewa tentang masalah ini.Untuk perjalanan bisnis,periksa tempat untuk kita singgahi,laporkan kirimannya padaku." perintah Kinan kepada Rina
Terlalu banyak pikiran dikepala Kinan membuatnya merasa pusing,masalah Fani apakah sudah ditangani Dewa atau belum,masalah audit,masalah perjalanan bisnis "arghhhh" teriak Kinan
Rina yang mendengar kinan ber teriak langsung menatap dan bertanya dengan hati hati "Ibu Kinan,apakah anda baik baik saja?"
"Aku akan pergi,tolong kamu jaga kantor,jika ada masalah segera hubungi aku" perintah Kinan sambil beranjak dari duduknya dan menyambar tasnya,kemudian memesan taksi untuk mengantarkannya kekantor polisi.
Sesampainya dikantor polisi,Kinan langsung menemui polisi yang kemarin,ia bertanya tentang perkembangan kasus Fani.
Sesuai prediksinya,polisi telah memeriksa cctv Bar yang ternyata sudah dirusak sebelumnya,sehingga mereka tak menemukan bukti untuk membebaskan Fani, dan tak mengizinkan Kinan untuk menemuinya.
Kinan harus menunggu pemeriksaan selesai untuk bisa bertemu dengan fani.Karena tak tahu harus berbuat apa,kinan memilih untuk pergi ke bar
Ketika sampai di Bar,Kinan tak bisa masuk karena Bar tersrbut disegel dan tidak ada yang boleh masuk.
Ketika kinan duduk dipintu masuk bar sambil memikirkan dewa,kenapa ia tak menolongnya,tiba tiba hp nya berdering.dan ternyata dari dewa.
Kinan mengangkat telponnya,sebelum ia berbicara apa apa,terdengar suara berisik diujung telpon,namun suara dewa terdengar jelas" kamu dimana"
"dikantor" jawab kinan berbohong,karena takut dewa akan marah padanya.
"sejak kapan kantor perusahaan terlihat seperti bar.." ucap dewa yang membongkar kebohongan kinan
"oops" kinan langsung menutup mulutnya dan menoleh lalu menatap lurus kedepan,terlihatlah mobilnya yang didalamnya ada dewa suaminya yang sedang menatap dirinya dengan acuh.
Kinan menutup telponnya lalu berjalan kearah dewa.
Kinan masuk kemobil dan duduk disamping dewa lalu menghembuskan nafasnya dengan lega.
"kenapa kamu ada disini?" tanya kinan sambil menatap dewa
"kenapa aku ada disini??"dewa bertanya balik dengan nada tidak senang.
Sambil mengurut pelipisnya,kinan menutup matanya dan berkata dengan lelah " irfan hanya akan mengaudit Pt wijaya,tidak dengan yang lainnya."
"serahkan saja dengan sutisna untuk yang lain,"jawab dewa sambil menjalankan mobilnya.
__ADS_1
" apa tidak semuanya saja" tanya kinan menyarankan