
"Kenapa??" tanya dewa,lalu ia melirik tangan kinan yang sedang membawa mentimun.
Dewa mengerutkan alisnya lalu ia bertanya kepada kinan "untuk apa kau menggunakan itu?"
Kinan yang bingung dengan pertanyaan konyol dewa pun menjawab "untuk aku makan lah..emangnya untuk apa lagi selain dimakan."
Dewa mencibir kemudian bertanya "apa kamu benar benar membutuhkannya,karena aku tak memuaskanmu??"
"apa maksud dengan kata membutuhkan," tanya kinan tak mengerti
Dewa kemudian bangkit dari duduknya dan mendekati kinan,dengan ekspresi yang susah untuk dijelaskan
Karena kinan memang tak mengerti maksud dewa lantas ia mengangkat mentimunnya kemudian bertanya "apa kamu mau juga,aku mencuci dua mentimun "
Pandangan dewa menjadi lebih gelap,dia langsung menjawab dengan tegas "tidak" lalu ia melingkarkan kedua tangannya kepinggang kinan dan menyentuh bibir kinan menggunakan bibirnya.
"sudah beberapa hari aku tak menyentuhmu,pasti anakku juga rindu denganku,karena tak ku tengok.."bisik dewa dengan suara serak
Tanpa menunggu jawaban kinan dewa langsung membungkam mulut kinan dengan bibirnya.Lalu berpindah keleher kinan dan semakin turun hingga sampailah ia diperut kinan.
" apakah kamu lapar.."tanya dewa saat ia tengah menciumi perut kinan terdengar bunyi pada perutnya karena lapar.
sambil mengangguk karena malu kinan menjawab "iya dari siang aku ketiduran dan bangun bangun,hari sudah petang,aku terbangun karena lapar"
"kamu berencana untuk makan mentimun?" tanya dewa yang tercengang melihat kinan lagi lagi menganggukan kepalanya.
"aku lagi malas untuk masak,lagian aku tak mau mencium bau bawang,jadi aku hanya mencuci mentimun untuk aku makan." jawab kinan kemudian
Dewa merendahkan pandangannya,ujung bibirnya sedikit terangkat,dia seperti tersenyum tapi juga bingung.
Setelah itu,dewa bangun dan pergi kedapur,,tak berapa lama kemudian ia membawa sepiring nasi goreng,lengkap dengan telur dan juga sosis.
"duduk dan makanlah.."titah dewa sambil menepuk nepuk sofa yang tadi ia duduki
tanpa pikir panjang kinan langsung mendekat dan duduk kemudian menikmati nasi goreng buatan dewa yang sangat lezat bagi kinan.ia makan dengan lahap.
Setelah kenyang kinan bertanya dewa " apakah kamu sudah makan?"
__ADS_1
Dewa mengangguk sambil mengelap bibir kinan dengan jarinya.
"apakah kamu sudah kenyang??" tanya dewa sambil mengelus elus perut kinan.
"aku sudah kenyang,tapi aku masih ingin makan.." jawab kinan dengan malu malu
"Ganti baju,kita cari makan diluar" titah dewa sambil mengajak kinan naik kekamarnya.ia mengganti bajunya dengan stelan santai warna hitam ,kinan pun mengganti bajunya dengan dress rajut diatas lutut dengan lengan panjang, warna nya pun senada dengan dewa.
Suasana malam dikota sangat ramai,Dewa mengemudikan mobilnya sambil melirik kinan dan bertanya "apa yang ingin kamu makan"
Kinan berpikir sebentar kemudian menjawab "sesuatu yang berat tapi bukan nasi"
Dewa mengangguk setuju,Kinan menatap mata dewa yang kali ini terasa hangat,
kinan berharap bisa seperti ini selamanya,hidup tenang dan damai,bersama dengan dewa dan juga bayinya,menjadi keluarga yang diselimuti dengan kebahagiaan,
Mobil berhenti direstoran korea,kinan turun dan mencari tempat duduk.Restorannya sudah lumayan sepi karena memang sudah lumayan larut.
Begitu kinan duduk,pelayan langsung menghampiri dan memberikan buku menu,Setelah mencatat pesenan kinan pelayan tersebut pun pergi.
Tak berapa lama dewa masuk,tapi dia tidak sendirian karena dibelakangnya ada rena dan rendy yang membuntuttinya.
Setelah melihat kinan duduk,mereka yaitu dewa,rena dan rendy menghampirinya dan duduk disatu meja yang sama dengan kinan.Rena duduk disamping kinan mendahului dewa.
Ekspresi rena berubah ketika melihat kinan,tapi ia tak melakukan apa apa.
kinan membatin "kenapa mesti bertemu dengannya,membuat suasana hatiku jadi jelek aja"
Setelah mereka duduk,,pelayan yang tadi menghampiri kinan,datang kembali untuk menghampiri dan memberikan buku menu kepada dewa.
"kamu pesan apa??" tanya dewa menatap kinan sambil menerima buku menu dari pelayan
"aku pesan kimchi dan ramen.." jawab kinan
Dewa mengangguk sambil membaca buku menu kembali.
"dewa kau tak usah memesankan untukku,aku tak nafsu makan" ucap rendy dengan cemberut
__ADS_1
Dewa mengangguk lalu mengembalikan buku menu kepada pelayan.
Kinan hanya diam saat rendy rena dan dewa terlibat obrolan yang topiknya tak bisa ia ikuti.
Tak lama setelah itu pelayan datang membawa ramen.setelah ramen diletakkan dimeja,dewa mendorong ramen ke arah rena dan berkata dengan lembut"aku memesankan ini untukmu,ini akan menghangatkanmu"
Rena tersenyum senang kemudian dia berkata.." dewa kamu sangat mengerti aku,kalau aku sangat menyukai ramen"
Tingkah mereka menyakiti hati kinan
"dewa sangat menyukai rena,sehingga hal sekecil apa pun pasti akan ia perhatikan.Dia sangat lembut dan manis dengan rena,tapi denganku...huhh..sadar kinan kamu tak kan pernah ada dihati dewa" batin kinan
"Kinan,apa yang kamu pesan,bagaimana kalau ramennya kita makan berdua,ramen disini sangat enak,dewa dulu sering mengajakku kesini" ucap rena sambil mendorong ramennya kearah kinan.
Kinan menggelengkan kepalanya sambil mendorong kembali ramennya ke rena.dengan senyum kinan menjawab "aku sudah memesannya,sebentar lagi pasti akan datang."
Rena tidak memaksa,lalu dia melanjutkan obrolannya dengan dua pria dimejanya.
Beberapa saat kemudian makanan sudah siap.rena menyadari kalau kinan juga memesan ramen.Rena tersenyum dengan polos,lalu berkata "rena kamu juga menyukai ramen??kuberitahu sebuah rahasia,dewa sangat pintar membuat ramen yang sangat nikmat"
Rena mendekat dan hendak membisikki kinan,kinan yang tak suka kontak fisik dengan orang asing lantas dengan reflek menghindari rena.
"oh tidak."tidak sengaja mangkuk ramennya tersenggol dan menumpahi kinan,padahal kinan baru memakannya sedikit.
Karena panas kinan refleks langsung berdiri dan mengenai rena yang sedang condong kearahnya,Rena langsung menjerit kesakitan
Kinan tidak sempat untuk meminta maaf kepada rena,Ia langsung membersihkan dirinya dengan tisu.
Setelah kinan mengeringkan diri dari tumpahan ramen,ia mengangkat kepalanya dan melihat dewa sedang berlutut didepan rena,membersihkan darah dari hidung rena.
"mungkinkah aku yang menabraknya tadi?" batin kinan
Rendy mengambil tisu dan memberikannya kepada dewa,lalu ia menatap kinan dan bertanya dengan nada bentakan "nona kinan,apakah kau buta?!"
Kinan yang terkejut tidak bisa berkata apa apa.
kinan menatap rena,matanya merah dan bengkak,juga hidungnya yang luka. kinan merasakan sedih lalu berkata "nona rena,aku minta maaf,aku tak sengaja"
__ADS_1
Kinan lalu teringat kalau dia tak menyentuh mangkok tersebut,tapi ia melihat kalau rena lah yang mendorong mangkok dan mengenai dirinya..
Rena menjawab dengan lembut "tidak apa apa nona kinan,lain kali hati hati" lalu ia menoleh kearah dewa "dewa aku tak mau memakan ramennya lagi,aku sudah tak nafsu,bisakah kau menemaniku jalan jalan?"