Dewaku

Dewaku
bab 25


__ADS_3

Hari ini kinan ada beberapa pertemuan,salah satunya pertemuan dengan tim audit yang lama yaitu bapak sutisna.


Seperti siang ini,kinan makan siang sambil membahas beberapa hal dengan tim audit sutisna.


"seperti tahun tahun sebelumnya,PT wijaya group bekerjasama dengan tim audit kami.."kata sutisna sambil tertawa


" tapi kan itu dulu pak sutisna,untuk tahun ini kan kontrak kita sudah selesai,seperti tahun tahun sebelumnya kami akan membuka lelang secara terbuka,supaya perusahaan lain juga punya kesempatan untuk mengajukan tawaran mereka,."jelas kinan yang diangguki oleh sutisna


"ya semoga saja tim saya diijinkan ikut dan bisa memenangkannya" ucap sutisna menanggapi dengan elegan dan kinan pun menganggukkan kepalanya.


"saya rasa cukup pembicaraan kita kali ini bapak sutisna,karena saya yakin bapak juga sibuk,begitupun dengan saya,saya permisi.."ucap kinan sambil beranjak dari tempat duduknya


Setelahnya kinan pun pergi dari restoran diikuti oleh rina.


"ibu kinan,bukakan pak dewa menyarankan untuk memakai tim audit yang baru ini,kenapa anda akan mengadakan lelang.." tanya rina sambil berjalan disisi kinan


"ya,supaya perusahaan kita tak menyinggung tim audit dari sutisna dan juga tim audit lain,makanya kita harus mengadakan pelelangan.."jawab kinan sambil terus berjalan


Disisi lain,kinan sedikit curiga dengan sutisna karena kejadian semalam,tapi sepertinya sutisna pun gak menunjukkan tanda tanda kalau dia pelakunya.


Namun kinan tak bisa menyangkal kemungkinan itu,bisa saja sutisna pura pura seperti tak terlibat.


Rina mengangguk,kemudian dia bertanya lagi "tapi kenapa pak dewa_"


"kenapa pak dewa tak mengatakannya terlebih dulu?" lanjut kinan meneruskan kata kata rina yang belum selesai.


Rina mengangguk.


"karena dewa tidak hanya mengaturku,dia juga harus mengatur wijaya group,kalau dia harus menjelaskan secara detail buat apa dia memperkerjakan banyak orang?" tambah kinan


"tetap saja,anda kan istrinya bu.." ucap rina


kinan geli mendengar ucapan rina,lalu ia menatap rina kemudian menjelaskan "ya benar aku istrinya,tapi itu kan kalau dirumah,kalau diperusahaan aku tetaplah bawahannya,yang harus mematuhi perintahnya,kalau aku terlalu bodoh,bisa saja dewa menghentikanku bekerja dan menjadikan aku ibu rumah tangga."


Kembali kekantor,kinan sudah ada janji untuk bertemu dengan tim audit pilihan dewa,yaitu bapak irfan selaku direktur di tim audit yang baru.


Kinan sudah membuat janji bertemu nanti malam sekalian makan malam bersama irfan.


Beruntung kantor ini sangat luas,sehingga kinan tak harus selalu bertemu dengan dewa,kecuali jika ada rapat atau dipanggil keruangannya.

__ADS_1


Karena kejadian semalam kinan masih enggan untuk bertemu dengan dewa.


Setelah seharian dikantor,akhirnya jam pulang pun tiba,Kinan langsung membereskan mejanya.


Sebelum rina pulang,ia terlebih dahulu menemui kinan diruangannya"bu..malam ini anda ada janji dengan bapak irfan dari tim audit yang baru untuk makan malam,apakah saya perlu ikut ibu?" tanya rina yang sudah menentang tasnya untuk pulang,


"tidak usah,biar aku temui sendiri,kamu kirim saja alamatnya,dimana aku harus menemuinya.." jawab kinan sambil merogoh tasnya untuk ngecek hp nya.


Rina tersenyum senang kemudian menjawab "terimakasih ibu kinan,saya sudah mengirimkan alamatnya"


"kamu ada janji kencan??" tanya kinan basa basi karena melihat rina yang begitu senang.


"tidak bu,cuma ada janji untuk bertemu teman lama.." jawab rina


"ya sudah,yok pulang!" ajak kinan sambil berlalu dari hadapan rina,


Kinan langsung masuk kemobilnya dan pulang kerumah.


sesampainya dirumah kinan langsung bersih bersih dan bersiap siap untuk pergi.


Setelanya kinan langsung menuju alamat yang sudah dikirimkan oleh rina.


Tapi begitu kinan bertemu irfan,kinan sedikit terkejut,karena ternyata orangnya masih muda,dan tampan.


setelah mereka saling mengenalkan diri masing masing.


Lalu irfan menceritakan awal mula mendirikan tim auditnya,setelah dirasa cukup ia bercerita,lantas irfan mengajak kinan untuk membahas lain.


Dan kinan pun meyetujui dan bertanya"apa yang ingin kita bahas"


Irfan langsung bersemangat saat kinan menanyakan hal tersebut,lantas ia pun langsung duduk dengan tegap dan menatap kinan,tanpa basi basi ia bertanya "kapan kau akan cerai dengan si tua itu??"


"si tua itu??" tanya kinan yang tak mengerti dengan yang dimaksud irfan


"ya si tua dewa,dia kan sudah berumur tiga puluh lima tahun,sedangkan kamu baru berumur dua puluh dua tahun kan,jadi dia pantas disebut situa,dia itu seperti pedofil menikahi perempuan yang masih kecil" jelas irfan


kinan tertawa mendengar irfan mengatai dewa situa,pedofil..lalu kinan bertanya "apakah kamu tertarik dengan kehidupan pribadiku?"


"tentu saja,aku tertarik denganmu,kamu cantik,tinggi,penampilanmu berkelas dan jangan lupa kamu cerdas,sangat cocok dengab kriteriaku..kamu sungguh mengagumkan"jawab irfan sambil menatap kinan dengan serius

__ADS_1


kinan tertawa kecil kemudian berkata " terima kasih pak irfan,"


"apa?!kau menyebutku pak?!memangnya aku terlihat seperti bapak bapak.." tanya irfan tak terima disebut bapak


kinan tertawa melihat irfan yang cemberut karena disebut pak"ok irfan"


"jika saya memberikan audit wijaya group ke pada anda apakah anda siap dan mampu??" tanya kinan kembali ke topik awal tujuan mereka bertemu


"tentu saja saya siap dan pasti mampu," ucap irfan sambil memajukan bibirnya karena tak terima ketika kinan mengajaknya ketopik semula


"kinanti,sepertinya anda tidak optimis denganku??" ucap irfan merajuk


kinan berusaha menyudahi pertemuan ini lalu ia berkata"kurasa pertemuan kali ini cukup,_"


"kinanti,kamu mengira aku masih terlalu muda,oh ayolah kita seumuran,bahkan aku lebih tua darimu dua tahun,lagian seusiaku ini lagi enerjik enerjiknya" ucap irfan memotong kata kata kinan yang belum selesai


Karena kinan merasa obrolan mereka tak ada hubungannya dengan kerjaan makanya dia berusaha untuk mengakhirinya "ssecepatnya saya akan memberitahumu kapan waktu penawarannya.karena sudah tak ada hal lain lagi,maka saya ijin untuk pergi."


Namun ketika kinan bangkit,irfan langsung mencengkal pergelangan tangan kinan sambil menatap lurus kepintu masuk lalu berkata "kenapa kamu buru buru sekali"


secara sepontan kinan mengikuti arah pandang irfan,lalu matanya bertemu dengan mata dewa yang menatapnya.


Kinan juga melihat rena yang berdiri disamping dewa,kinan yang teringat bayangan semalam langsung membuang muka karena jijik.


Sedangkan irfan ia berkata "sebentar jangan pulang dulu,kita nonton film secara live dulu" lalu ia menarik kinan untuk duduk kembali


"selamat malam pak dewa,sebuah kebetulan bisa bertemu dengan anda disini,gimana kalau kita makan bersama dimeja ini" irfan menawarkan untuk duduk satu meja


Kinan jengkel dengan tingkah irfan lantas ia bertanya "apa maksudmu?"


"kita akan lihat apa yang akan terjadi setelah ini" ucap irfan sambil duduk disamping kinan


Wajah dewa terlihat gelap saat duduk diseberang kinan dan irfan.


Sedangkan wajah rena,ia terlihat tidak ramah secara terang terangan mungkin akibat kejadian kemari lusa,


"tapi baguslah,seenggaknya dia tak pura pura lagi" ucap kinan dalam hati saat melihat sikap rena


"pak dewa,rena.kalian akan makan apa,biar saya pesankan." tanya irfan dengan ramah

__ADS_1


__ADS_2