
Setelah jeda kinan melanjutkan kembali "aku juga tahu kalau kamu tak pernah mencintaiku,dan akupun tak mencintai dirimu sedalam yang aku kira,jadi aku akan melepaskanmu.."
Dewa mencibir lalu berkata "apa maksudmu dengan melepaskanku??"
Kinan menghela nasfanya lalu berkata "aku tak tahu,kenapa kau begitu terganggu dengan kata kataku,aku ulangi lagi aku akan melahirkan dan merawat bayi ini sendiri,aku tak akan pernah mengganggumu atau pun rena"
"kinanti" dewa menghentikan kinan yang sedang mengemas pakaiannya,wajah dewa terlihat dingin,dan tubuhnya memancarkan amarah "kamu ingin mendengarkan berapa kali,kalau aku dan rena tidak memiliki hubungan apa pun selain janjiku kepada abangnya,kamu pergi dengan terburu buru seperti ini apakah kamu tak memikirkannya terlebih dulu?"
Kinan mengerutkan alisnya,lalu menatap dewa sambil bertanya "dewa,apa menurutmu kau sudah melakukan dengan benar semua hal ini?"
Dewa menatap kinan dengan serius lalu bertanya balik "apa kamu ingin aku mengakui kesalahanku?"
Kinan tak tahu harus mengatakan apa lagi,Dewa juga melarangnya membawa pakaiannya,jadi kinan pergi tanpa membawa baju bajunya.Meninggalkan kamarnya tanpa membawa apa apa kecuali ponsel.
Dewa membanting pintu dibelakangnya lalu berteriak penuh kemarahan "aku tak melarangmu untuk tinggal diapartemenmu,tapi sebelum dan sesudah melahirkan kau tetap tinggal disini."
Kinan berbalik,menatap Dewa dan tertawa dengan keras lalu berkata "kamu peduli dengan anak ini?Atau peduli terhadap reputasimu?Jika kau benar benar peduli dengan anak ini,kau tak akan pernah menyakiti ibunya. Dan juga kau akan lebih peduli dengan ibunya dibanding dengan perempuan simpananmu yang munafik serta penuh drama itu!"
Melihat wajah dewa yang suram kinan tertawa lebih keras lagi lalu berkata lagi "kamu ingin aku untuk tetap tinggal dikamar ini,agar aku semakin tersiksa karena terus mengingat kebersamaan mu dengan rena?Mengingatmu ketika melepaskan peluhmu dengan rena?Lalu aku mati mengenaskan,itu yang kamu mau?"
Mungkin kata kata kinan terlalu mengena dihati dewa,sehingga kemarahannya menyusut lalu ia mendekati kinan dan berkata dengan suara rendah "jadi sedangkal itu pemikiranmu terhadapku??"
Kinan mencibir lalu berkata "bukankah kenyataanya seperti itu,bahkan rena lah yang menunjukkan kepadaku."
"heh.. dan kau percaya begitu saja..??" tanya dewa sambil mencibir,lalu ia menambahkan lagi "inikah yang kau sebut cinta??"
"cintaku lama lama akan hilang,jangan khawatir aku tak akan meminta balasam darimu." ucap kinan yang lelah membicarakan tentang cinta
"hehh.."Cibir Dewa lalu pergi keluar rumah.
Setelahnya kinan kembali masuk kekamar dan mengemas pakaiannya kembali.
Belum selesai ia mengemas tiba tiba yuni datang dan berkata sambil menghentikan kinan "nyonya kinan..pak dewa mempunyai tempramen yang sangat buruk,tetapi didalam hatinya ia hanya mencintai nyonya kinan,saya mohon nyonya,nyonya tetap lah tinggal disini,nyonya jangan pergi"
"yuni,aku tak akan pergi jauh,aku hanya ingin menenangkan diri,dan akupun masih tinggal dikota ini." jelas kinan
__ADS_1
Yuni menggelengkan kepalanya lalu menangis,Kinan yang tak tega pun akhirnya mengalah dan tetap tinggal dirumah tersebut.
Namun kinan meminta kamar terpisah,dan itu disetujui oleh yuni,Kinan pindah kekamar lantai tiga.
Janin dalam perut kinan semakin tumbuh membesar,sehingga mengurangi ruang gerak kinan.Jadi kinan hanya beraktifitas dikantor dan didalam rumah saja.
Untungnya masalah audit diperusahaan sudah selesai,jadi kinan hanya perlu memeriksa dan menanda tangani saja.
Kinan mendengar kabar kalau dewa telah melakukan perjalanan bisnis keluar negeri.Meskipun mereka tinggal dalam satu atap,tapi mereka tak pernah bertatap muka apalagi bertegur sapa.
Hari ini kinan berencana untuk pergi dengan fani untuk belanja perlengakapan bayi.
Namun ketika dirinya tengah bersiap siap, tiba tiba Rina datang membawa setumpuk dokumen.
"bu kinan ini adalah hasil audit pt wijaya,silahkan ibu periksa dan tangani,dan besok biar saya ambil yang dari sutisna audit " ucap Rina sambil membukakan dokument tersebut
Kinan menganggukan kepalanya lalu berkata .."Aku sudah lihat hasil dari pt berkah,dan banyak respon positif,lalu bagaimana dengan pt gemilang??"
"pt berkah dan pt gemilang sama sama merilis produk yang fokusnya kependidikan,namun karena harga yang dipasang dipt gemilang terlalu tinggi jadi hanya kalangan tertentu yang bisa menjangkaunya" jelas rina
Rina mengangguk sambik berkata "baiklah"
Kinan mengangkat matanya dan melihat jari Rina yang telah dipakaikan cincin lalu berkata "apa kah kamu akan menikah di waktu dekat ini??"
Rina tersenyum dan menjawab "ya bu,aku akan segera menikah"
Kinan tersenyum lalu bertanya lagi "dengan siapa??apakah orang di industri kita juga?,dan apakah kamu akan pergi berkencan malam ini??"
Rina terlihat cantik dan manis,lalu tersenyum malu malu dan berkata "akhir akhir sangat sibuk dan tak ada waktu kosong,jadi kami tak pernah pergi berkencan,kami menunggu waktu yang tepat.kalau bu kinan berkenan saya meminta ibu untuk bersedia menjadi saksi dipernikahan kami"
"seberapa lama kau mengenalnya??" tanya kinan penasaran,soalnya ia tak pernah melihat rina dekat dengan lelaki.
"sudah tiga bulan bu.." jawab rina jujur
"dan secepat itu kau memutuskan untuk menikah dengannya??" tanya kinan terkejut
__ADS_1
Rina menganggukan kepalanya lalu memberikan alasannya "karena kedua orang tuaku terus mendesaknya,,"
kinan tersenyum dan tak mau banyak tanya lagi,tiba tiba reyhan menelponnya,dan Rina pun pamit keluar.
kinan mengangkat telponnya dan berkata "halo reyhan."
"kinanti apakah kamu ada waktu??" tanya reyhan
"aku ada janji dengan fani,kenapa??" tanya kinan balik
"tak apa apa dewa menyuruhku,untuk mengantarkanmu periksa kedokter" jawab reyhan setelah diam sesaat
Kinan mengerutkan keningnya lalu berkata "aku baik baik saja,jangan khawatir"
"apakah kalian lagi bermasalah" tanya reyhan
"tidak" jawab kinan jeda sebentar lalu melanjutkanya kembali "antara aku dan dewa tak ada masalah,kami hanya jarang berjumpa saja,jadi kami tak saling sapa dan bicara"
Reyhan terdiam sebentar lalu berkata "baguslah kalau begitu,kau bisa datang keruanganku,dimeja ada sup ayam dan juga buah buahan,aku sengaja menyediakan untukmu,tapi belum sempat memberikan kepadamu,karena aku harus buru buru pergi keluar,untuk bertemu dengan klient"
"baiklah..terima kasih." ucap kinan
"sama sama." balas reyhan.
Lalu mereka menyudahi telponnya.
Kinan sudah berjanji dengan fani untuk pergi berbelanja,jadi dia segera membereskan mejanya dan pergi keparkiran.
Saat sampai dipusat perbelanjaan fani sudah menunggu kinan cukup lama.
Fani yang melihat kedatangan kinan langsung cemberut dan berkata "kamu terlambat setengah jam.."
sambil menyerahkan susu kotak untuk fani,kinan berkata "sory,tadi ketika aku mau pergi tiba tiba rina datang dan membawa banyak dokument yang harus segera aku selesaikan,,"
Fani menerima susu kotak dari kinan sambil tersenyum ia berkata "sepertinya kamu sangat jujur,jadi aku akan memakluminya."
__ADS_1