
Tentu saja ada hukumannya..." jawab dewa menggantung.
"iya pak,apa pun itu pasti saya terima hukumannya.." jawab kinan yakin
"oh ya..." tanya dewa meyakinkan sambil memeluk kinan dari samping lalu mencium pipi kinan
"pak...i ni dikantor..." gagap kinan.
"siapa yang bilang kalau ini dirumah.." tanya dewa dengan tangan yang mulai kurang ajar
"pak...sa saya lapar....." ucap kinan yang kebetulan cacing dalam perutnya berbunyi.
"ya udah ayo pergi..." ajak dewa langsung meninggalkan kinan,kinan yang terbengong melihat tingkah dewa yang aneh hanya diam tanpa bergerak.
"masih belum mau pergi??" tanya dewa berbalik menengok kinan yang masih diam
Tanpa pikir panjang lagi kinan langsung mengejar dewa dan membuntuttinya
Setelah keluar dari ruangan,dewa membawa kinan kerestoran dengan tema garden.
Begitu mereka masuk langsung disambut oleh pelayan dengan seragam warna kuning keemasan"selamat datang direstoran kami pak dewa.." kemudian pelayan tersebut membawa kinan dan dewa keruangan yang didalamnya sudah ada reyhan dan juga rendy yang sedang berbincang.
Dewa langsung duduk disamping rendy lalu bertanya.."makanannya belum datang??"
"sebentar lagi pasti datang,," jawab reyhan, "kamu pasti sudah lapar??" tanya reyhan kepada kinan
Rendy tak terima dengan perhatian reyhan kepada kinan,Lalu ia menatap kinan dan berkata dengan sedikit membentak.."kenapa kamu bertingkah seperti anak kecil gitu..manja,,"
"dewa..aku ingin keliling taman bentar ya,sayang jika dilewatkan...." kinan meminta ijin kepada dewa tanpa menatap atau merespon kata kata rendy yang bernada bentakan.
Reyhan langsung menganggukkan kepalanya dan berkata "Pemandangan luar memang cukup bagus,disebelah kanan ada taman bunga,dan juga kolam ikan...."
"kalau kamu mau aku bisa menemanimu.." tawar dewa,namun langsung dijawab gelengan oleh kinan lalu pergi melihat dan menikmati indahnya taman yang dimaksud oleh reyhan.
"ada apa dengan kalian berdua,kalau bukan karena kinan,dewa pasti sudah bersatu dengan rena,," kata rendy dengan suara keras,Kinan mendengarnya meskipun sejujurnya tak ingin mendengarnya,
__ADS_1
Karena tak ingin mendengar lebih lanjut,kinan mempercepat langkahnya untuk segera menjauh..
"pemandangan ditaman ini sangat istimewa ya.."ucap seorang lelaki yang tak kinan kenal,kalau dari penampilannya seperti seorang pengusaha muda,usianya mungkin seumuran kinan
"iya mirip seperti kebun.." ucap kinan menimpali,
Pria itu tertawa kecil,kemudian meralat perkataan kinan,"Lebih tepatnya ini adalah kebun herbal,Disini terdapat dua ribu macam tanaman herbal"
Kinan terdiam sambil mengangguk anggukan kepalanya membenarkan ucapan tersebut.
"Didaerah sini memiliki iklim yang sangat cocok untuk menanam tanaman herbal,.." ucap pria tersebut.
Tak lama kemudian orang tersebut pamit kepada kinan untuk pulang,kinan mepersilahkan dan tersenyum menatap kepergian orang tersebut yang kinan tak tahu namanya.
Sesaat setelahnya kinan memandangi tanaman herbal kembali.Namun baru beberapa langakah pria tersebut meninggalkan kinan,ia berbalik dan mengatakan "nyonya,tak baik lama lama berdiri disitu untuk wanita hamil sepertimu"setelahnya,pria tersebut melanjutkan langkah nya dan pergi
Saat mendengar hal itu,kinan terdiam sambil terus menatap kepergian pria tersebut hingga menghilang
" bagaimana dia tahu,kalau aku hamil.."lirih kinan sambil mengelus elus perutnya
Tidak lama kemudian,dewa datang menghampiri kinan yang sedang menatap aliran sungai.."ayo pergi" ajak dewa dengan dingin
kemudian dewa berkata dengan mengernyitkan alisnya "jangan kau pikirkan kata kata rendy.."
"kenapa gitu,apa pun yang rendy katakan adalah kebenaran,,kalau saja aku tak menikah denganmu,kamu dan rena pasti sudah menjadi pasangan suami istri.." ucap kinan membenarkan kata kata rendy
"sudah lah ayoo.." ajak dewa lagi sambil menggandeng tangan kinan
"sepertinya ini dulu bukan restoran ya,melainkan taman herbal.." tanya kinan yang langsung dijawab oleh dewa dengan anggukan
Langkah dewa yang panjang,membuatnya cepat sampai ditempat untuk menyantap makan siang.
Kinan terkejut,ketika dirinya sampai ditempat tersebut,pria yang ia lihat ditaman herbal juga sudah duduk ditempat dan meja yang sama dengannya.
Mengetahui kedatangan kinan.pria tersebut lantas tersenyum
__ADS_1
Dewa yang melihat pria tersebut tersenyum kepada istrinya,langsung menoleh dan menatap kinan seakan minta jawaban.kinan yang peka pun langsung menjelaskan.."aku baru saja bertemu dengannya ditaman herbal barusan."
dan pria tersebut pun membenarkan ucapan kinan dengan menganggukan kepalanya.
"tapi kita tak saling mengenal pak dewa.." jelas pria tersebut "apakah dia istri pak dewa..?" tanya pria tersebut
"ya..dia istriku namanya kinan,,sayang kenalkan dia rekan bisnis kita yang baru namanya haikal,dia adalah dokter spog,dan dialah orang yang akan memeriksa kehamilanmu nanti,," jelas dewa dengan wajah datar,ia sedikit cemburu sebenarnya dengan tatapan haikal kepada kinan yang seperti memuja namun berusaha ia sangkal.
"pantas saja ia tahu aku hamil,hlahh dia dokter kandungan." ucap kinan dalam hati
Setelah perkenalan,mereka melanjutkan dengan menyantap makan siang bersama.
Saat sore tiba,kinan dan juga yang lain bersiap untuk pulang,Karena ketidak sukaan rendy kepada kinan,ia meminta dewa untuk pulang lebih dulu,sambil menatap kinan dengan jijik.
Kinan yang tahu dan sadar kalau mereka masih ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan,Ia meminta ijin ke dewa untuk pulang lebih dulu dengan menggunakan taksi.
Dewa hanya bisa mengijinkan walau sedikit keberatan namun karena kinan kekeh ingin pulang sendiri dan tak mau diantar akhirnya ia mengalah dan berpesan supaya hati hati.
kinan memilih tak langsung pulang,karena ia sudah ada janji dengan fani di bar yang biasanya untuk menepati janjinya yang akan menceritakan tentang kehamilannya.
Hari semakin gelap,dan bar semakin rame..fani yang melihat kinan sudah datang langsung melambaikan tangannya.
"loe mau pesen apa..." tanya fani setelsh kinsn duduk
"gue seperti biasa.." jawab kinan sambil memperhatikan sekitar
"katanya loe mau cerita..kok malah bengong.." ucap fani sambil menggeplak bahu kinan setelah beberapa saat mereka diam
"loe apa apaan sih fan..." tanya kinan sambil memegangi bahunya yang digplak fani..
"ya loe kin...malah bengong...buruan cerita" fani mengingatkan
"sabar dong...gue mesti mikir akan memulai dari mana.." ucap kinan
"ok ok..." ucap fani ngalah.
__ADS_1
Dan kinan mulai menceritakan kejadian kemarin,saat dia dikabarkan hamil,dan rena tak terima akan hal itu,kemudian rena meminta dewa untuk melenyapkan bayinya, hingga kerja sama antara dirinya dan fatma terjadi,kinan menceritakn semuanya tanpa ada yang ia tutup tutupi dari fani.
Fani yang terkejut dan kaget hingga ia marah kepada rena yang membuat sahabatnya semakin tersiksa akibat ulahnya.