
Setelah keluar dari restoran kinan langsung masuk kemobilnya,
karena sudah sangat lapar kinan memakan mie nya didalam mobil ia sudah tak tahan jika harus menunggu sampai diruangannya,namun ketika ia baru saja menyelesaikan makannya,tiba tiba mobil disampingnya menglakson.
Kinan yang baru saja menutup jendela mobilnya akhirnya membukanya kembali untuk melihat mobil tersebut kepunyaan siapa.
Dengan nafas berat kinan menghembuskannya,"lagi lagi irfan,manusia ter aneh"dan ia menutupnya lagi mengabaikan irfan.
"kinanti.." tiba tiba irfan sudah berdiri sambil mengetok jendela mobilnya,dengan sangat terpaksa kinan membukanya
"apa??" tanya kinan malas
"cintaku,maukah kau makan malam denganku.."ucap irfan penuh percaya diri
" aku sudah makan.."jawab kinan sambil menunjukkan cup mie bekas makannya
"seorang wanita hamil makan seperti itu,separah itukah dewa memperlakukanmu...oh sungguh terlalu..ayoo aku traktir makanan bergizi.."dengan wajah tak berdosa irfan membuat kinan kesal
" irfan..aku sudah kenyang,"jawab kinan lalu menutup jendela mobilnya dan menghidupkan mesinnya.
Kinan mengira kalau irfan akhirnya mengalah karena ia juga masuk kedalam mobilnya,
namun ternyata kinan salah..
Irfan menghidupkan mobilnya lalu memundurkannya dan menutup akses jalan keluar untuk mobil kinan.
Kinan yang lelah dan tak punya tenaga lagi untuk melawan irfan akhirnya memilih untuk mengalah.
"irfan,jalanlah biar aku ikuti kamu dibelakang.." jawab kinan dengan lemah
irfan mengangkat alisnya dan berkata "wanita hamil tak seharusnya menyetir mobil sendiri..naiklah kemobilku." lalu ia membukakan pintu mobil untuk kinan.
Kinan yang malas berdebat dengan irfan langsung keluar dari mobilnya untuk pindah ke mobil irfan.
Setelah duduk,kinan menatap irfan dan bertanya "kenapa tak segera kau jalankan??"
"oh ya segera.." jawab irfan sambil menyeringai
"nona kinan yang cantik,apa menurutmu kita akan jadi bahan gosip untuk berita besok lusa??"tanya irfan penuh percaya diri,
"seakan dirinya artis saja,menjadi bahan gosip dikota metropolitan ini,yang artis kan ibunya." batin kinan enggan menjawab pertanyaan irfan secara terang terangan
Setelah sampai direstoran perancis kinan segera keluar dari mobil dan disusul oleh irfan.
Setelah duduk kinan bertanya kepada irfan sambil membaca buku menu "kamu mau makan apa??"
"kamu yang putuskan"ucap irfan sambil tersenyum
Setelah memesan makanan untuk irfan pelayan tersebut pergi.
__ADS_1
Sambil tersenyum irfan berkata.." kinan kau sangat romantis.."
Kinan tak menanggapi kata kata irfan,ia memilih membaca pesan dari dewa yang isinya "kamu ada dimana?"
Kinan memilih tak membalas pesan tersebut,lalu ia menonaktifkan ponselnya dan memasukkannya kedalam tas..
"ada apa??" tanya kinan kepada irfan karena terus memandang dirinya
"apakah pernah ada seseorang yang mengatakan kalau dirimu sangat mirip dengan salah satu artis??" tanya irfan terus memperhatikan kinan dan sedang berfikir
"mirip siapa?" tanya kinan
"kamu sangat mirip dengan artis Luna maya"jawab irfan yang kali ini serius.
"ya,orang orang sering bilang seperti itu." ucap kinan membenarkan kata kata irfan.
"kamu juga sangat mirip seseorang.." ucap irfan masih menampilkan wajah seriusnya.
Kinan menghentikan kegiatannya yang sedang memotong steak,lalu menatap irfan dan bertanya "siapa?"
"ibuku,terutama bibir dan mata kamu yang keabu abuan itu."jawab irfan sambil menggoyangkan gelas anggurnya.
" mmm.."jawab kinan sambil memotong steaknya, lalu memasukkannya kemulutnya.
Kinan juga mengakui itu,bahkan ibu irfan juga mengakuinya.
Kemudian irfan berkata lagi "kenapa kamu dulu pindah universitas?"
Kinan diam sebentar lalu bertanya "apakah kita pernah satu kampus?"
Ya kinan memang memutuskan untuk pindah universitas karena ia tak bisa jauh dari fani sahabatnya,dan ada beberapa hal lain yang mengharuskannya pindah
Irfan mengangkat alisnya lalu bertanya "apakah kau benar benar lupa denganku??"
Kinan menggelengkan kepalanya.
"ok,tak apa apa,yang penting sekarang kita bisa menjadi teman lagi" ucap irfan sambil tersenyum dan menatap kinan tanpa berkedip.
Akhirnya mereka diam karena sedang menikmati makan malam.
Setelah menyelesaikan makan malamnya mereka langsung pulang,karena hari sudah cukup larut.
Dan kinan juga harus bangun pagi untuk melakukan perjalanan bisnis.
Sesampainya dirumah kinan melihat dewa yang sedang merokok di teras.
"kamu dari mana,kenapa baru pulang??" tanya dewa dingin
"pergi makan malam dengan irfan" jawab kinan tanpa ada yang ditutup tutupi.
__ADS_1
Karena mengantuk dan juga lelah kinan memilih untuk langsung masuk dan menuju kamarnya.
Selesai merbersihkan diri kinan langsung merebahkan badannya dan tak berapa ia tertidur
Pagi ini kinan bangun pukul empat,dia segera berkemas untuk berangkat kebandara..
Dewa masih terlelap,jadi kinan pamit dengan cara membisikkan kepada dewa kalau dirinya akan melakukan perjalanan bisnis.
Setelahnya ia turun kebawah dan masuk kedalam taksi yang telah ia pesan sebelumnya.
Kinan melihat irfan yang sudah duduk dikursi sesuai dengan no tiketnya.
"kenapa kau tak bilang kalau kau akan melakukan perjalanan bisnis denganku?" tanya kinan sambil mendudukan pantatnya disamping irfan.
"aku juga tak tahu,kalau dirimu yang berangkat,aku kira salah satu dari timmu.." jawab irfan sambil tersenyum senang,karena akhirnya ia bisa bersama dengan kinan lagi
Kinan dan irfan menempuh perjalanan selama dua jam.
mereka semua sama sama tertidur di dalam pesawat.
"kita akan pergi kekantor cabang terlebih dahulu,lalu setelahnya kita pergi kehotel untuk istirahat,"ucap irfan memberitahukan kepada kinan setelah mereka bangun.
Kinan hanya menganggukan kepalanya,lalu mengikuti langkah irfan.
Begitu sampai dikantor cabang yang dipimpin oleh habibi,Kinan dan irfan langsung mengadakan rapat dengan departemen keuangan,setelah selesai,irfan meminta beberapa dokumen keuangan lalu pergi dengan kinan.
Melihat tumpukan ditangan irfan,kinan bertanya " apakah kamu tak mengerjakannya dikantor saja?"
Irfan menggelengkan kepalanya lalu menjawab "kurang efisien"
kemudian irfan menambahkan lagi sambil menyortir beberapa dokumen "aku sudah memesan makanan untuk kita,setelah makan kamu harus istirahat"
kinan hanya menganggukkan kepalanya tanpa berniat untuk mengucapkan sesuatu kepada irfan.
Setelah sampai dihotel yang sebelumnya sudah dipesan oleh Rina,kinan dan irfan langsung disambut oleh pelayan dan diantar kekamar masing masing,
"untuk makanan yang telah bapak irfan pesan saya menaruhnya dikamar nyonya kinan sesuai intruksi dari bapak," ucap pelayan tersebut memberitahukan sambil membukakan pintu kamar kinan.
Irfan menganggukan kepalanya.
"kalau ada sesuatu yang kalian butuhkan,bisa langsung menghubungi cs kami." pelayan tersebut menambahkan kemudian pamit pergi.
Meskipun kinan dan irfan beda kamar,tapi mereka memilih untuk makan bersama dikamar kinan,
Setelah selesai makan,irfan pergi kekamarnya untuk mengerjakan dokumen yang telah ia minta tadi.
Sedangkan kinan ia memilih untuk bebersih diri lalu tidur.
Kinan merasa benar benar lelah dan juga mengantuk,ditambah juga dengan perutnya yang sudah kenyang,tak memerlukan waktu lama untuknya mencapai alam mimpi
__ADS_1