
Awalnya kinan tak mau menyentuh makanan tersebut,tapi setelah ia timbang timbang,akhirnya ia memilih untuk memakannya saja,sayang juga jika tak dimakan,semua makanan memang benar benar kesukaannya.
Kinan makan dengan lahap tanpa memperdulikan dewa yang sedang menatapnya.Kinan tahu kalau dewa juga ingin makan dan ia suapi,tapi kinan pura pura tak tahu saja.
Setelah merasa cukup kenyang,kinan merasa tak enak dengan dewa,lalu ia mengambilkan untuk dewa dan menyuapinya hingga habis.
Setelah selesai menyuapi dewa,kinan menatap dewa dan berkata "disini aku tidak bisa tidur nyenyak,jadi aku ingin pulang dan tidur dirumah saja"
Dewa mengangguk anggukan kepalanya,lalu menatap kinan dan berkata "sisa makananmu sangat enak"
Kinan yang mendengar kata kata dewa barusan langsung melotot dan berkata "dewa,apakah kamu menyindirku?"
Dewa mengangkat alisnya lalu tersenyum dan berkata "tidak,hanya saja aku sangat suka dan merasakan nikmat ketika makan sisa makananmu"
Kinan mengabaikan kata kata dewa,ia langsung membereskan bekas makannya dan berkata "aku pulang"
Dewa langsung menarik tangan kinan dan berkata" apakah kamu tega meninggalkan aku sendirian disini?"
Kinan mengangkat alisnya lalu berkata "dewa,kamu bisa menyuruh rena untuk datang kemari dan menemanimu"
Dewa mengerutkan keningnya dan berkata "apakah kamu buru buru pulang karena tak ingin bertemu dengan ku,atau kamu ingin menemui seseorang,siapa dia??hakim atau irfan?"
Suasana hati kinan sedang tidak baik,jadi kinan langsung mengibaskan tangan dewa dan berlata "pak dewa,kamu bisa mempunyai simpanan,apakah aku tidak boleh melakukan hal yang sama denganmu,kenapa??apa hanya kamu saja yang boleh menghancurkan pernikahan ini,sedangkan aku tidak??"
Kinan menatap mata dewa yang gelap,dan kinan teringat rena jadi itu membuat kinan semakin emosi, "lebih lagi,kamu dan rena bisa saling berbagi peluh,berbagi kasih,sedangkan aku,aku hanya pergi untuk makan dengan teman temanku,aku tak melakukan apa pun yang melampaui batas,jadi apa yang perlu kau khawatirkan,jika dibandingkan dengan dirimu,aku lebih baik dan lebih bersih pastinya"
"lebih bersih??" dewa mencibir,lalu menatap kinan dengan tajam dan berkata "jika kamu memang lebih bersih,biar aku buktikan itu"
Kemudian dewa dengam cepat menarik kinan kepelukkannya,dan melepaskan jarum infusnya lalu membalikkan badannya dan menekan tubuh kinan.
__ADS_1
Dengan marah kinan berkata "dewa lepaskan"
Dengan suara serak dewa berkata "melepaskanmu, bukankah kamu yang memancingku supaya aku melakukan ini denganmu,kenapa,kamu tidak senang??"
"dewa,jika kau memang tak menginginkan anak ini,kau bisa langsung mengatakannya,tidak perlu kau melakukan dengan cara seperti ini,supaya aku keguguran" ucap kinan mencoba tenang,walaupun dalam hatinya ia tak tenang.
Dewa melepaskan tangannya,dan menutup matanya,lalu menghirup nafas dalam dalam dan berkata dengan suara rendah tak berdaya "kamu ingin aku bagaimana,supaya kau tetap mau disini untuk menemaniku"
"kamu seperti ini membuatku sakit,bangunlah.." ucap kinan mengingatkan dewa.
Dewa berkata dengan parau" sepertinya tak bisa"
Dengan wajah memerah kinan berkata "dewa,ini dirumah sakit"
Dewa mengangguk dan berkata "aku tahu,tapi aku s7dah terlanjir ingin"
"tidak." ucap kinan cepat.
Kinan sangat malu,tapi ia tak bisa lagi menolak keinginan dewa,
Setelah selesai dewa melepaskan kinan,dan membalikkan badannya,lalu berbaring ditempat tidur dengan nafas sedikit tersengal sengal.
Sedangkan kinan ia langsung bangun dan merapikan penampilannya,lalu tanpa pamit lagi ia langsung keluar dari ruangan dewa.
Ketika kinan keluar dari kamar dewa,ia dibuat terkejut dengan adanya rena didepan pintu ruangan dewa.
"kalau dilihat dari wajahnya,sepertinya rena tadi melihat kejadian antara aku dan dewa" batin kinan.
Kinan yang keluar dengan wajah masih merah,dan rena yang melihat kejadian barusan,sehingga membuatnya tak tahan lagi untuk marah marah dengan kinan "kinanti,kamu sungguh tak tahu malu,ini rumah sakit.."
__ADS_1
kinan menganggukkan kepalanya dan berkata" ya,jadi tak ada keuntungannya buatmu mengintip bukan" lalu kinan mengangakat alisnya dan menambahkan lagi "kamu bisa masuk sekarang,mungkin dia mau nambah lagi,soalnya dewa sangat perkasa,byasanya dia akan meminta tambah, dua atau tiga kali baru puas,tapi sekarang karena aku lagi hamil dia gak tega untuk nambah"
Setelah berbicara kinan pergi,namun sebelum keluar dari rumah sakit kinan mampir ketoilet untuk cuci tangan dan mukanya.
Kinan keluar dari rumah sakit hari sudah gelap,Ketika ia sampai rumah,ia melihat mobil hakim didepan rumahnya,jadi kinan berpikir untuk balik dan pulang keapartemennya saja.
Baru saja kinan akan membalikkan mobilnya,tiba tiba mobil hakim sudah memblokir jalannya.
Hakim tertawa kemudian berkata" kamu tidak akan bisa bersembunyi dariku untuk waktu yang lama, bukan kah aku sudah pernah bilang padamu,aku tak akan membiarkanmu jauh dariku,selamanya aku kakakmu yang akan selalu ada untukmu,"
Lalu hakim keluar dari mobilnya dan dengan santai ia berjalan untuk menghampiri kinan,dan bersender dimobil kinan.
Kinan sudah tak bisa bersembunyi lagi,jadi ia pun keluar dari mobil dan menatap hakim dengan dingin lalu berkata "apa yang kamu inginkan?"
Hakim tersenyum,dengan sedikit dingin ia berkata" ikutlah denganku kinan,beberapa tahun ini aku sangat merindukanmu,"
Kinan tersenyum,dan matanya sedikit berair, ia pun menjawab kata kata hakim" apa yang kamu rindukan dariku?kamu rindu menyiksaku?kamu ingin aku melihatmu membantai orang orang itu?kamu ingin aku hidup dibawah bayang bayangmu begitu??"
Hakim menggelengkan kepalanya dan menutup matanya.Setelahnya ia berkata dengan nada ceria "kamu dan dewa tak hidup bahagia bukan?"
Kinan menggelengkan kepalanya dan berkata "kita hidup bahagia"
Hakim mencibir "kamu dan putri baru anwar memperebutkan pria yang sama bukan,memurutmu apakah kamu bisa menang darinya,kamu akan bertahan berapa lama??"
Kinan bosan memikirkan itu,jadi ia bertanya dengan nada tak suka" kamu datang menemuiku hanya untuk menanyakan hal yang tak penting ini?"
Hakim yang tahu kinan tak suka dengan pertanyaannya,memilih untuk membicarakan kembali tujuannya menemui kinan "kembalilah kerumah kita yang dul, kita akan hidup bersama disana,aku sudah membelinya untukmu,aku sudah menanam pohon pohon seperti dulu,semua persis seperti dulu yang kamu suka"
Kinan tertawa sebentar,kemudian berkata dengan suara datar "kembali kerumah itu,lalu aku pun akan kembali hidup dibawah bayang bayangmu"
__ADS_1
Hakim mengerutkan keningnya dan berkata dengan dingin" kinanti,kamu tahu kan,aku bahkan tak pernah berpikir untuk menyakitimu walaupun itu seujung kukumu,"
Kinan tertawa lagi dan berkata "jadi menurutmu,aku yang menyakiti diriku sendiri,seperti itu??"