
"kamu tak memiliki apa apa,bagaimana mungkin kamu bisa menghidupi anakku nanti,apakah kau akan bergantung dengan irfan??atau mungkin hakim??" ucap dewa sambil menatap kinan tajam
Kinan mengangkat matanya dan menatap dewa,lalu berkata dengan nada sedikit tinggi "apakah kamu pikir aku sama denganmu??jangan kau samakan aku dengan pola pikirmu itu"
"menurutmu,aku orang seperti apa??" ucap dewa dengan suara rendah sambil mendekati kinan "aku telah berkali kali menjelaskan kepadamu,kalau aku dan rena tak ada hubungan apa pun,dan apakah aku pernah bertanya denganmu tentang hubunganmu dengan hakim,dan apakah kamu punya inisiatif untuk menjelaskannya kepadaku tentang hubungan kalian??"
Kinan mengerutkan alisnya dan berkata "aku tak ngerti apa maksudmu"
Dewa mengangkat alisnya dan berkata "Dipesta ulang tahun melinda,kau menolak ajakanku untuk pergi kepesta itu,tapi kau malah pergi dengan hakim dan menggandeng tangannya,apakah kamu sudah menjelaskannya kepadaku?"
Kinan hanya diam karena ia pun bingung harus menjelaskan kepada dewa mulai dari mana.
Karena melihat kinan yang diam dewa pun mrnambahkan "aku tak pernah menanyakan kepadamu tentang hal itu,karena aku berharap kau akan datang kepadaku dan menjelaskannya tanpa aku minta,...Kinanti,tidak semua cinta harus diungkapkan dengan kata kata,cukup kita mengungkapkan cinta kita dengan tingkah laku,,"
"aku dan hakim..." kinan bingung harus memulainya dari mana.
Setelahnya kinan pun malas untuk menceritakan masalahnya dengan hakim.
Sambil menatap dewa kinan berkata "Rena punya anwar dan melinda,tapi kamu tak bisa untuk melepaskannya,Sedangkan aku dan hakim,kami teman dari kecil,dan kami tak memiliki hubungan apa pun kecuali sebagai kakak dan adik,kita sama sama dibesarkan oleh nenek maryam"
Kinan tahu kalau dewa sangat marah.Setelah diam beberapa saat kinan berkata lagi "aku dan rena berbeda,rena hanya perlu memakai wajah memelas dan pura pura menangis untuk mendapatkan perhatianmu,anwar,melinda dan rendy,bahkan mungkin masih banyak lagi yang akan memperhatikannya.Sedangkan aku,aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri.Hakim adalah mimpi buruk bagiku,kami hanyalah saudara jauh,,"
Dewa mulai tenang,dia melambaikan tangannya kepada kinan dan berkata "kemarilah.."
Kinan duduk dipinggir ranjang,Ia menunduk dengan sedih dan berkata "tidak..."
Dewa mengerutkan alisnya,mendekati kinan dan berjongkok didepannya sambil berkata "apakah kau merasa bersalah kepadaku??"
Dewa tersenyum dan berkata dengan suara tak berdaya "aku minta maaf soal kotak itu,papa memberikan kotak itu supaya bisa membuat pernikahan kita langgeng,tapi aku tahu kalau pernikahan kita ini akan langgeng tanpa kotak itu,makanya aku menyingkirkan kotak itu,,aku akan merawat kalian berdua dan membuat keluarga yang paling bahagia dengan kalian,kita harus membuat keluarga yang harmonis kan?"
Kinan hanya diam tak ingin membalas kata kata dewa.Ia sangat yakin kalau dewa banyak menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya.Kinan juga yakin kalau dewa telah banyak membohonginya.
Mengenai hubungannya dengan rena,kinan tak yakin kalau dewa benar benar akan melepaskannya.
__ADS_1
Tapi satu yang kinan yakini,kalau perasaannya tak pernah berubah,ia masih mencintai dewa seperti dulu saat awal bertemu dengannya dan masih ingin melanjutkan pernikahannya.
Bagi kinan,bisa hidup dengan dewa adalah anugerah baginya
Oleh karena itu kinan tak ingin meninggalkan dewa,meskipun hatinya terus disakiti oleh tingkah laku dewa dan mulutnya terus berbohong mengatakan kalau ia tak menginginkan dewa.
Kinan menganggukkan kepalanya dan berkata "uum"
Dewa tersenyum dan berkata "kedepannya jangan pernah menyebut kata cerai lagi,ok??"
Kinan hanya mengangguk tak berdaya.
Melihat kinan yang mengangguk tak berdaya,dewa langsung membopong tubuh kinan dan membawanya kekamar dilantai tiga,kamar mereka saat ini.
Setelah meletakkan kinan diatas tempat tidur,tangan dewa menyentuh perut kinan dan berkata "besok aku akan membawamu untuk periksa kandungan kerumah sakit,sekarang mandilah dan istirahat"
Jika dewa tak mengingatkan, kinan pasti lupa kalau bulan ini ia belum bertemu dengan dr haikal untuk memeriksa kandungannya.
Kinan hanya mempercayai dirinya sendiri untuk saat ini.
Dewa yang keluar dari kamar mandi,mengerutkan keningnya saat melihat kinan seperti sedang memikirkan sesuatu dan berkata sambil memgeringkan rambutnya dengan handuk "apa yang kamu pikirkan?"
Kinan yang tersadar,langsung bangun dan duduk,lalu mengulurkan tangannya dan memeluk pinggang dewa,dengan kepala yang menempel diperut dewa yang berotot.Kinan hanya diam sambil menikmati aroma tubuh dewa yang wangi sabun karena habis mandi.
Melihat kinan yang seperti itu,dewa langsung melempar handuknya,lalu memeluk kinan dan membiarkannya untuk bersandar dipundaknya,lalu berkata dengan suara rendah "kamu jangan terlalu banyak pikiran,itu tak baik untuk mu dan bayi kita,dan terlebih lagi itu sangat melelahkan."
Kinan mengangguk,lalu berkata dengan suara tak berdaya dan terdengar menyedihkan "dewa bisakah kamu berhenti berhubungan dengan rena,aku sangat tersiksa karenanya.."
Setelah beberapa saat diam,kinan melanjutkan lagi "dia sekarang sudah punya orang tuanya yang sangat mencintainya,sehingga dia sudah tak membutuhkan kasih sayang darimu lagi,,sedangkan aku,aku hanya memilikimu,dan hanya kasih sayangmulah yang aku butuhkan,,tanpamu aku tak tahu.."
Kinan mencoba menggunakan trik yang sering rena pakai.
Mendengar kata kata kinan dewa langsung memeluk kinan dengan erat,dan itu membuat kinan tersenyum senang,lalu dia membatin "ternyata pria sangat suka dengan wanita yang lemah"
__ADS_1
Dengan dingin dewa berkata "kinanti,ini bukan lah kamu banget,pesanku jadilah dirimu sendiri,jangan meniru orang lain.."
Kinan melotot dan cemberut,lalu ia berkata dengan nada sedikit tinggi "kalau rena bisa,kenapa aku tidak,kamu pilih kasih"
Dewa tertawa terbahak bahak lalu berkata.."kamu sudah memilikiku,jadi kamu tidak perlu berpura pura sedih seperti itu.."
"ternyata aktingku kekamu hanya sia sia " ucap kinan dengan kesal lalu ia pergi kekamar mandi untuk gosok gigi karena ia tadi kelupaan..
Ketika kinan kembali kekamar,ia melihat dewa yang sedang tiduran dikasur,sedangkan kinan ia langsung duduk dimeja rias untuk memakai krim.
Kemudian dewa bangun dan berkata "kemarilah"
Kinan mendekati dewa dan menatapnya,lalu berkata "apa?"
Dewa mendudukkan kinan dipangkuannya,sambil melepaskan ikat rambut kinan ia berkata.."jangan mengikat rambutmu ketika belum kering betul"
Kinan mengerutkan bibirnya dan berkata "aku lagi malas untuk menyisir,lagian aku sudah sangat ngantuk jadi lebih baik aku tidur saja"
Dewa tak mengatakan apa apa,ia langsung memeluk kinan dan berkata ..."ya udah kita tidur.."
Kinan sudah terlalu lelah,jadi tak membutuhkan waktu lama baginya untuk tidur.
Keesokkan harinya kinan pergi dengan dewa untuk memeriksakan kandungannya dirumah sakit.
Akhir akhir ini kinan sering merasa gelisah,dan khawatir berlebih.
Setelah pemeriksaan kandungan dirumah sakit,dan dokter juga mengatakan kalau janin dalam kandungan dalam keadaan sehat.
Kinan langsung keluar dari rumah sakit,ia sangat kelelahan padahal dirinya tak pernah melakukan apa apa.
Setelah masuk kedalam mobil,dewa menatap kinan dan bertanya "apa yang ingin kamu makan??"
Kinan menggelengkan kepalanya dan bersender pada senderan kursi dengan lemah sambil berkata "aku tak menginginkan apa pun,jadi terserah kau saja.."
__ADS_1