
Melihat kinan yang tak berdaya,dewa membantunya mengenakan sabuk pengaman,sambil berkata "kalau gitu kita makan dirumah saja,biar kamu bisa langsung istirahat."
Kinan mengajukan cuti untuk tiga hari karena ia merasa lemas,Setelah masa cutinya habis dan dia sudah lumayan segar kinan masuk kekantor.
Audit pt wijaya sudah selesai,jadi kinan bisa sedikit santai.
Karena masalah dengan sutisna audit.Rina menemui kinan dan minta ijin untuk mengundurkan diri,tapi kinan menyarankan untuk cuti saja dan istirahat sementara waktu.
Akhir pekan ini kinan membuat janji untuk bertemu dengan rendy dikafe,ia ingin membahas masalah pabrik elektronik.
"ada urusan apa kau mencariku.." tanya rendy tak sabaran,
Kinan baru saja duduk dan memesan minuman,tapi rendy sudah tak sabar ingin tahu tujuan kinan mengajaknya bertemu
Kinan berusaha untuk basa basi,walau jujur saja ia paling anti dengan basa basi "apakah kau membenciku karena aku menikah dengan dewa,atau kau benci aku karena rena?"
Rendy tercengang,lalu tertawa,kemudian ia berkata "kau mencariku hanya untuk menanyakan hal kayak gini??"
Kinan menggelengkan kepalanya dan berkata,"tentu saja tidak,aku hanya sekedar basa basi saja,orang itu harus melihat kedepan,jangan menyesali apa yang sudah terjadi,aku dan dewa sudah menikah walaupun semua orang tak merestui tapi itu kenyataannya,dan bila kamu menyukai rena seharusnya kau mengungkapkan perasaanmu itu,sebelum terlambat,"
"cukup" Rendy mengerutkan keningnya lalu berkata dengan nada tak senang" kinanti siapa kamu,berani berkata seperti itu,apakah kau sutradara yang mengatur jalan ceritaku,,,kamu jangan merasa menjadi yang paling pintar,dan telalu percaya diri "
Kinan menunduk dan berhenti bicara.Ia bukanlah orang yang pandai bicara,jadi kinan memilih untuk mengalihkan ketopik utama,yaitu tujuannya bertemu dengan rendy, "kalau begitu,mari kita bicarakan masalah pabrik elektronik yang kau tutup secara pfibadi."
Rendy terkejut,ia menatap kinan dengan diam hingga beberapa menit,lau ia berkata "aku tak pernah menduga jika kamu sampai tahu masalah ini"
"aku hanya ingin tahu alasannya " jawab kinan sambil menyeruput minumannya.
"kenapa kau tak tanya langsung kepada dewa,tapi malah bertanya kepadaku?" tanya rendy tak suka
Kinan menunduk dan berkata "pt berkah adalah tanggung jawabmu sebelumnya,jadi aku hanya ingin menanyakannya kekamu secara langsung"
"harusnya kau bertanya kepada dewa,karena dia yang tahu segalanya" jawab rendy sambil mengendikkan bahunya.
Kinan merasa kalau ia tak akan mendapatkan jawaban dari rendy,jadi kinan langsung mengakhiri pertemuan ini.
Setelah meninggalkan kafe,Fani menelponnya seperti tengah terjadi sesuatu kepadanya karena ia meminta kinan untuk datang kerumah sakit.
__ADS_1
Setelah tiba dirumah sakit,Kinan melihat fani yang sedang duduk dibangku taman dengan keadaan sedih dan tak berdaya sambil membawa sebuah dokumen.
Ketika kinan berjalan kearahnya,kinan jadi tahu kalau yang dipegang fani yaitu sebuah buku rekam medis.
"fani,siapa yang hamil??" tanya kinan bingung,karena ia melihat fani yang sedang menatap foto hasil usg.
Kinan tahu fani adalah wanita yang sering gonta ganti pasangan,tapi ia tahu kalau fani selalu memakai pengaman.
Sambil menunduk dan menarik narik rambutnya fani berkata "terakhir kali,kamu melakukan perjalan bisnis dan aku menyusulmu waktu itu"
Kinan memikirkannya sebentar dan menatap fani lalu berkata "malam itu,saat kamu mabuk,dan aku meminta reyhan untuk menjemputmu??"
Malam itu kinan dihubungi fani untuk menjemputnya karena mabuk,tapi karena dirinya harus bertemu dengan habibi dengan irfan ditambah irfan juga mabuk jadi dia tak bisa menjemputnya dan melimpahkan ke reyhan.
"apa dia dihamili reyhan ya,tapi reyhan kan bukan lelaki yang mudah celap celup,sepertinya tak mungkin kalau dia" batin kinan.
"apakah itu reyhan??" tanya kinan walaupun sejujurnya ia pun tak percaya.
Fani hanya diam.
Lalu setelah nya fani berkata "aku berencana untuk pindah kekampung dengan orang tuaku.."
"aku tahu kau akan mempertahankan anak itu,jadi lebih baik perlengkapan baby yang ada diapartemen kau bawa saja,biar aku mencari yang baru,lagian itu warna warna kesukaanmu.." ucap kinan menambahkan
"kinan kita tidak akan kesepian lagi,kita akan punya keturunan.."ucap fani sambil menyenderkan kepalanya dipundak kinan,fani merasa lebih baik sekarang.
"ya kita akan memiliki malaikat kecil,jadi hidup kita akan lebih berwarna.." kinan menimpali
Setelah itu,kinan mengantarkan fani pulang keapartemen.
Setelahnya kinan kembali kekantor,ia langsung menuju ruangan reyhan.
Reyhan membuka pintunya dengan wajah kusut karena kelelahan.
Reyhan sedikit terkejut dengan kedatangan kinan,ia langsung bertanya dengan nada sedikit tak ramah seperti biasanya "apa?"
"aku datang untuk menemuimu,.." ucap kinan sambil meletakkan makanan yang ia pesan direstoran langganannya "aku tahu kau pasti belum makan,makanya aku datang membawakan makanan kesukaanku,kuharap kau juga suka"
__ADS_1
Reyhan mengerutkan alisnya dan berkata "tak mungkinkan, kau datang menemuiku hanya untuk mengantarkan makanan untukku,pasti ada sesuatu,apa itu??"
Kinan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan berkata "kamu ingat,terakhir kali perjalanan bisnisku?"
Reyhan mengangguk,lalu membuka makanan tersebut dan memakannya dengan lahap.
Kinan melanjutkan lagi bicaranya "malam itu kan aku meminta tolong kepadamu untuk menjemput fani yang mabuk dibar,apakah kau langsung membawanya pulang kehotel dan apakah kau langsung pergi?"
Kinan tidak biasa untuk berbasa basi,jadi dia tak cocok ketika melakukannya.
Reyhan menatap kinan dengan sungguh sungguh,lalu berkata "langsung keintinya saja,kamu tak pandai berbasi basi"
Kinan memegang dahinya dan berkata "apakah terjadi sesuatu dengan kau dan fani malam itu?"
Reyhan menatap kinan dengan mengerutkan alisnya dan berkata " maksud kamu kejadian yang mana?"
Kinan bingung harus bertanya seperti apa,ia merasa tak enak menanyakan hal yang berbau vulgar.
"apakah kalian menjalin hubungan??" tanya kinan dengan menahan rasa malu
Reyhan menutup kotak makannya,lalu menatap kinan dan berkata "katakan langsung apa maksudmu,tak usah berbelit belit."
karena bingung harus berkata apa,kinan berbicara asal "sepertinya fani tertular sebuah penyakit"
"puff.." reyhan menyemburkan minumnya yang belum sempat ia telan.
Kinan mengambilkan tisu,dan memeberikan kepada reyhan.
Reyhan langsung mengelap mulutnya dan berkata sambil menatap kinan dengan serius "kamu serius??"
"ya.." jawab kinan terpaksa "apakah kalian melakukan hubungan layaknya _"
"kamu sedang mengandung,sebaiknya jangan terlalu banyak berfikir,karena itu akan memperlambat perkembangan pada janin mu.." potong reyhan sambil menatap kinan.
Reyhan tahu kemana maksud kata kata kinan,tapi ia pura pura tak mengerti saja.
Setelah berbicara,reyhan berdiri dan pindah ke kursi dimeja kerjanya,ia melanjutkan kerjaannya,ia tak mau membicarakan tentang kejadian malam itu dengan fani.
__ADS_1
Tapi kinan yakin kalau telah terjadi sesuatu antara reyhan dan fani,namun,ketika kinan akan bertanya lagi,tiba tiba ada sosok tinggi tegap masuk keruangan tersebut.