
Anwar dan rena bergabung dengan kinan dan juga melinda yang sedang ngobrol.
Rena menatap kinan dengan pandangan meremehkan.
Sedangkan Anwar,ia menatap kinan dengan tersenyum ramah,lalu bertanya"apkah kamu kinanti??"
Anwar diusia yang sudah lebih dari lima puluh tahun masih tetap kelihatan gagah dan sangat tampan.
Kinann mengangguk dengan rendah hati dan menyapa anwar "halo tuan Anwar.."
Anwar tertawa dan melihat kearah melinda dan juga kinan secara bergantian,lalu berkata "kalian betul betul sangat mirip,bahkan bentuk badan kalian sangat sama,yang membedakan cuma usia kalian saja,dan juga bibir nona kinan terlihat lebih mirip denganku.."
Melinda mengangguk,lalu matanya menatap kinan dengan lembut, dan tersenyum,,kemudian berkata "bahkan aku mengira kalau nona kinan ini putriku kalau saja aku tak membaca hasil Tes DNA."
"Kinanti,bolehkah aku memanggilmu seperti itu??" tanya anwar sambil menatap kinan
Kinan mengangguk kemudian berkata dengan lirih sambil memegangi kepalanya"suaranya seperti mengingatkan aku....ahh ini sangat familiar..tapi kenapa aku susah mengingatnya"
Anwar dan Melinda seperti bingung ketika melihat kinan memegangi kepalanya seperti sedang mengingat sesuatu sambil bergumam yang tak jelas.
"apakah orang tuamu masih ada..?" tanya anwar
"ayah ibu,kak irfan memanggil kalian,katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan.." ucap rena seperti sedang berusaha menghentikan obrolan kedua orang tuanya dengan kinan yang semakin tak terkendali,Kinan akhirnya tak menjawab pertanyaan Melinda dan anwar.
Anwar dan melinda tercengang,karena tiba tiba Rena menghentikan obrolan mereka,walau sedikit curiga namun anwar tetap berusaha untuk mengikuti kemauan Rena,Lalu anwar berkata kepada kinan "kinanti,maaf ya saya harus pergi,karena ada sesuatu yang harus saya kerjakan didalam,,kalau kamu mau,kamu bisa mengajak rena mengobrol.."
Selesai berbicara anwar naik kelantai dua dengan melinda.
"nona kinan,apakah kita perlu bicara??" tanya rena dengan nada sinis
"tidak ada nona rena,karena suasana hati saya lagi tak baik,saya takut akan mengacaukan pesta ini,jika terus berada didepanmu,saya pamit pergi.." ucap kinan setelah menghela nafas cukup dalam
__ADS_1
"nona kinan lupa,kalau ini adalah wilayahku,jadi aku bisa saja melakukan apa pun kepadamu,jadi kau tak bisa menolakku untuk tetap disini menemaniku mengobrol,dan kau tak boleh melawanku" ucap rena dengan nada memerintah.
"Karena ini wilayahmu,dan aku tak mau melawanmu,makanya aku memilih untuk pergi,aku takut kalau nanti aku khilaf" ucap kinan dengan senyum smirknya
"kinanti,jangan pernah kau meninggalkan tempat ini sebelum terjadi kesepakatan antara kita.." ucap rena dengan menahan emosinya.
"Dewa adalah orang terpandang,ia memiliki keluarga yang jelas bibit bebet serta bobotnya,kau tak pantas terus berada disisinya,segera tinggalkan dewa,biarkan dewa bersama denganku,karena hanya akulah orang yang paling pantas untuk dirinya," tambah rena sambil mencekal lengan kinan yang sudah akan pergi meninggalkan dirinya
"Jadi hanya kamu yang pantas??Dapat kepercayaan diri dari mana kau sehingga bisa berkata seperti itu,." ucap kinan sambil tersenyum
"apakah karena kamu yang yatim itu sudah menjadi anak orang kaya dan juga terpandang,lantas kamu mengatakan kalau aku tak pantas berada disisi dewa dan hanya kamu yang pantas disisinya?,apakah kamu lupa,kalau aku dan dewa sudah bersama sama selama hampir delapan bulan??" tambah kinan sambil menatap mata rena yang merah karena amarah
"Kinan,dewa tak pernah mencintaimu,tapi kenapa kau masih memaksakan dirimu berada disisinya" ucap rena tanpa melepaskan cekalannya.
"ya,,." jawab kinan sambil mengerutkan alisnya lalu tersenyum dan berkata "tapi aku tak pernah peduli dengan cintanya,siapa pun yang ia cintai aku tak peduli,yang penting bagiku dewa berada disisiku dan aku akan melahirkan anaknya lalu memanggilnya ayah,"
"kinanti." ucap rena sambil menatap tajam rena,..
"tinggalkan dewa,aku akan memberikan apa pun yang kamu minta,asal kau melepaskan dewa" ucap rena seperti memohon dengan wajah sedihnya
"aku kasihan padamu rena,kamu rela melepaskan cita citamu supaya kau bisa tetap berada disisi dewa,kau tak pernah rela jika dewa jatuh ketangan wanita lain meskipun itu bukan aku,kamu itu hanya terobsesi,kamu tak benar benar mencintainya "ucap kinan berusaha untuk mengingatkan rena
" cuih..sok tahu kamu.."ucap rena dengan nada tak terima.
Kinan tertawa terbahak bahak dan menatap rena lalu berkata "apakah kamu benar benar mencintai dewa,jika iya kenapa kau tak menikah dengannya dulu sebelum aku hadir?kenapa sekarang kau malah berusaha menjadi orang ketiga didalam pernikahana kami?"
"mengapa kau menanyakan perasaanku,jelas jelas kau datang lebih akhir,jadi kaulah orang ketiga itu?? " ucap rena menahan emosinya.
Kinan mengangkat alisnya lalu berkata,"apakah ada orang ketiga itu berstatus istri sah sepertiku??..ngomong ngomong sekarang dewa tak mau menyentuhmu lagi ya,kamu mau tahu itu karena apa??karena aku yang memintanya"
"omong kosong!!" ucap rena denga mengeram
__ADS_1
"omong kosong kau bilang,lalu kenapa dia selalu meminta kepadaku setiap malam,jika kau memberinya??" jawab kinan sambil tersenyum mengejek
Melihat rena yang percaya dengan kata katanya membuat hati kinan puas "ternyata ngerjain rena itu jauh lebih menyenangkan" batin kinan
"ok,kita buktikan saja,apa benar kalau dewa sudah tak peduli denganku atau tetap peduli denganku" ucap rena lalu mendorong kinan dan menjatuhkan dirinya kemeja minuman.
karena suara yang keras dari pecahan gelas gelas kaca menimbulkan perhatian dari orang orang.
Ada yang berteriak panik,ada juga yang langsung menghindar dan ada pula yang berlari untuk menonton.
"rena." teriak melinda penuh kekhawatiran
Begitupun dewa langsung berlari melewati kinan untuk menolong rena.
Dewa membopong rena dan membaringkannya disofa,lalu doter keluarga datang menolongnya.
Rena membuka matanya dengan pelan pelan,lalu menampilkan raut wajah sedihnya yang membuat semua orang iba,ia memanggil dewa dengan suara tak berdaya "dewa"
"ya..." jawab dewa merasa lega karena rena sudah siuman.
"sakit.." ucap aulia manja sambil memegang ujung jas dewa.
Dewa langsung membopong rena dan membawanya kemobil ambulan sambil berkata "kalau sakit istirahatlah,tak usah banyak bicara"
Rena menganggukkan kepalanya lalu bersandar pada dada dewa sambil melirik kinan dan tersenyum penuh kemenangan
Sedangkan dewa,ia hanya menatap kinan dengan mata dinginnya lalu pergi dan mengabaikan kinan.
Seseorang manatap kinan lalu berkata dengan nada sindiran "nona kinan ini selalu berselisih dengan nona rena,mungkin kali ini mereka berselisih karena rena sudah menemukan keluarganya dan itu membuat nona kinan iri,lalu mendorong nona rena hingga terjatuh"
"saya tidak yakin kalau nona kinan berbuat seperti itu,selama menjalin kerjasama dengannya ia selalu melakukannya dengan baik,jadi tak mungkin nona kinan berbuat seperti itu.." ucap salah satu orang membalasnya
__ADS_1
"siapa yang tidak marah,kalau suaminya lebih perhatian kewanita lain,dan yang sering saya dengar,nona rena ini wanita simpanan pak dewa.."ucap seorang wanita berbadan tambun