
Dan untuk nona kinan,sebaiknya anda jangan terlalu lelah dan juga stress,karena itu akan menghambat perkembangan janin,dan pak dewa saya minta kepada anda untuk jangan membuatnya stress serta kelelahan" tambah dokter haikal
Kinan mengerutkan bibirnya sambil menatap dewa yang menganggukan kepalanya kearah dokter dengan ekspresi yang susah dijelaskan.
Setelah memberikan arahan kepada dewa dan juga kinan,dokter haikal melangkah pergi meninggalkan ruangan kinan.
"Dewa,kita pulang saja yuks,lagian kan aku udah gk apa apa" ucap kinan sambil menatap wajah dewa.
Dewa menatap kinan dengan dingin,lalu kinan menambahkan "aku dari kemarin belum makan,bayi dalam perutku pasti sangat kelaparan" sambil menunjukkan perutnya dan memasang wajah memelas
Dewa tiba tiba berdiri,dan mendekati kinan,"kamu mau makan apa"tanya dewa penuh perhatian
"aku ingin,ikan bakar,kepiting lada hitam,dan juga sup ayam buatanmu,"ucap kinan sambil menarik narik baju dewa.
Dengan sedikit kesal dewa berkata " aku akan mengurus kepulanganmu"
Tak lama kemudian ada perawat yang datang,untuk melepas infus kinan dan kebetulan juga infusnya sudah habis.
"apakah saya udah dijinkan pulang??" tanya kinan
"tentu nyonya dewa,anda sudah lebih baik,tapi tetap harus selalu menjaga kandungan anda " pesan perawat tersebut setelah melepas infus kinan.
Lalu perawat tersebut berkata lagi sambil membereskan sampah bekas infus kinan. "nyonya dewa,suami anda sangat sayang dan mengkhawatirkan anda ketika anda tak sadarkan diri kemarin,ia seperti anak kecil,tak mau pergi dari sisimu,bahkan ia terus menciumi anda saat anda ditangani oleh dokter."
"oh ya?!" tanya kinan tak percaya,
perawat tersebut menganggukan kepalanya lalu pamit pergi dari ruangan kinan.
Saat Dewa masuk,kinan tengah melamun,jadi dewa memegang pundak kinan sambil bertanya "apa yang kamu pikirkan,ingat kata dokter untuk jangan terlalu banyak pikiran,nanti kamu bisa stress,itu akan membahayakan bayi kita"
Kinan menganggukkan kepalanya,lalu menoleh ketangan dewa yang membawa kantong plastik berisi obat,dan bertanya "apakah obatnya sebanyak itu?"
"iya,ini ada vitamin juga buat ibu hamil" jawab dewa sambil moembopong kinan,dan mendudukkan dikursi roda.
Lalu mendorong hingga parkiran mobil,Setelah sampai dewa memindahkan kinan kedalam mobil,lalu dirinya menyusul masuk.
Dewa mengemudi dengan satu tangan,dan satu tangannya memegang tangan kinan sambil terus menciuminya.
"Selain makanan yang kamu sebutkan tadi,apa lagi yang kamu ingin??" tanya dewa tanpa melepaskan tangan kinan dari genggamannya
"hmm apa ya..." ucap kinan sambil memikirkannya.
"gak ada," jawab kinan selanjutnya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah dewa langsung mengambilkan segelas air putih dan membawakan nya untuk kinan,lalu ia mengambil beberapa macam obat dan ia taruh ditelapak tangan kinan "minumlah,habis ini makan.."
Kinan lngsung meminumnya,lalu dewa meninggalkan kinan dan mulai menyiapkan bahan bahan untuk memasak.
Ketika dewa memasak,kinan memilih untuk kekamarnya dan mandi.
Keesokan harinya kinan terlambat bangun
Ketika kinan bangun,ia disambut wajah dewa yang mempesona,kinan sangat kagum melihat wajah dewa yang tampan dan juga kulitnya yang halus.
Kinan mengulurkan tangannya dan membelai wajah dewa dengan lembut.
Melihat wajah dewa yang begitu lelap tidurnya membuat perut kinan terasa lapar.
Kinan bangun untuk mencari makanan,namun tiba tiba dewa mengangkat tubuh kinan dengan kakinya.
Dewa menggerakkan kakinya seperti sedang mencari sesuatu.
"Dewa,lepaskan" pinta kinan sambil berusaha menyingkirkan kaki dewa
Lalu dewa membuka matanya dan bertanya "mau kemana,hmm"
"jangan pergi" tambahnya sambil menarik tubuh istrinya lalu memeluknya dan menyelimutinya.
"mmm.." lalu dewa menarik kinan lagi supaya lebih dekat
dan ******* bibir kinan.
"dewa,iih menjijikkan,bau tau .." ucap kinan tak terima karena bibirnya dilumat dewa
Dewa terkekeh dan melepaskan kinan untuk pergi.
Kinan pergi kekamar mandi lalu menggosok giginya.Dewa mengikuti kinan kekamar mandi lalu memeluk istrinya dari belakang sambil tersenyum.
"kamu akan terbiasa,jika kita melakukanya lagi nanti.." ucap dewa sambil menggoda kinan yang sedang gosok gigi.
Kinan melotot mendengar kata kata dewa,ia segera menyelesaikannya kegiatannya dan keluar dari kamar mandi
Setelahnya kinan duduk didepan meja rias,ia mengoleskan riasan tipis.lalu ia mengambil baju dan mengenakannya.
Dewa keluar kamar mandi,Ia menatap kinan sebentar lalu bertanya "kamu mau pergi kemana??"
"aku akan pergi menemui fani," jawab kinan sambil memasukkan hp nya kedalam tas.
__ADS_1
Ketika kinan turun,kinan mendengar suara berisik dari arah dapur.
" yuni" panggil kinan saat melihat asistennya sedang sibuk didapur
"tuan nyonya,sarapan sudah siap" ucap yuni sambil tersenyum setelah menghentikan kerjaannya untuk sesaat.
"silahkan dinikmati selagi panas" ucap yuni lagi sambil membuka tudung saji
Kinan tak menjawab,ia melirik dewa dan bertanya,"apakah kamu yang menyuruhnya kembali?"pasalnya yuni udah bilang akan pulang dalam beberapa bulan ini,kinan yang memang tak terlalu membutuhkan pembantu pun mengiyakan.
"ya supaya kamu ada teman,dan dia bisa mengatur jadwal makanmu" jawab dewa sambil menyuapkan sesendok nasi berikut lauknya kemulut kinan.
Kinan hanya menganggukkan kepalanya,lalu ia teringat fani"dewa,fani masih dikantor polisi,bisakah kamu.."
"kita akan membahasnya setelah sarapan"ucap dewa sambil menunduk mengambilkan suapan untuk kinan.
" Dewa,aku sudah kenyang.."ucap kinan menolak suapan dari dewa.
"habiskan telurnya" ucap dewa sambil menyodorkan mangkuk berisi tiga telor.
"dewa,kamu pikir aku babi,yang bisa makan sebanyak ini??" ucap kinan tak terima karena disodori telur untuk ia habiskan
"makanlah..ini sangat bagus untuk bayinya" perintah dewa
"dewa tapi aku sudah benar benar kenyang,aku tidak bisa memakannya lagi.." rengek kinan dengan wajah sedihnya
"Dewa,aku serius,aku benar benar kenyang dan tak bisa memakannya lagi,kalau aku memaksanya nanti akan muntah,dan itu lebih menyiksaku dibanding aku memakannya" ucap kinan mencoba menjelaskan
"urusan muntah belakangan,yang penting sekarang kamu habiskan dulu" jawab dewa cuek
"Dewa kamu sungguh kejam!" teriak kinan sambil memakan telurnya dengan menatap tajam dewa
"aku yakin kamu akan menuruti kata kataku"ucap dewa setelah melihat kinan menghabiskan telurnya
Setelah menyelesaikan sarapannya kinan berniat untuk pergi menjenguk fani,namun dewa yang melihatnya langsung menghentikannya
" dewa,aku tak bisa berdiam diri seperti ini,sementara sahabatku dia sedang terekna masalah.."ucap kinan khawatir
"kamu mengkhawtirkan dia?" tanya dewa sambil menatap kinan
"apakah itu masih perlu dipertanyakan?? " tanya kinan menatap dewa balik
"kamu jangan terlalu khawatir,masalah fani biar aku yang mengurusnya,kamu tinggal tahu beres aja..." ucap dewa sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah kinan
__ADS_1