
"Hey..fani..loe cerita dong ke gue..."desak kinan
" sory nan..gue belum siap untuk cerita.."ucap fani sambil menggelengkan kepalanya
"it's ok..gak masalah..gue akan selalu ada buat loe fan,kapanpun loe siap,loe tinggal hubungin gue.." ucap kinan menenangkan sahabatnya.
"yaudah..dimakan gih..." tambah kinan mengingatkan untuk makan sambil menampilkan senyum manisnya
Mereka makan dengan diam sampai makanan mereka tandas dan kembali pada kesibukannya masing masing dikantornya.
Ketika kinan sedang serius dengan kerjaannya tiba tiba terdengar suara hp dari dalam tasnya.
"ding ding ding.."
"mamah...tumben telpon ada apa ya.." tanya kinan keheranan pasalnya sang mertua tak pernah menelponnya, paling hanya menanyakan kabar itu pun lewat pesan.
"hallo..." jawab kinan setelah menekan tombol terima
"hiks..hiks..sayang ...papah..."terdengar suara mertuanya sambil menangis yang membuat kinan penasaran
" papah kenapa mah....."tanya kinan panik..
"hallo dengan siapa saya bicara.." tanya seorang pria diseberang
"maaf bapak siapa..ada apa dengan mertua saya..?" tanya kinan semakin panik dan bingung
"saya dari kepolisian mengabarkan kalau bapak wijaya dalam keadaan kritis karena mengalami kecelakaan tunggal..." seorang polisi menceritakan keadaan mertuanya.
"apa?!ok saya segera kesitu..tolong kirim alamat rumah sakitnya pak..terima kasih." ucap kinan langsung menyambar tas dan hp nya.
"bu kinan...ibu mau kemana bu.." tanya rina saat melihat kinan pergi dengan terburu buru
"Rina..mertuaku kecelakaan tolong kamu bereskan ruanganku.." ucap kinan sambil berjalan cepat.
"apa?! i iya ya bu..siap laksanakan,," ucap rina setelah terkejut mendengar jawaban kinan.
Setelah mendapatkan alamat rumah sakitnya,kinan langsung tancap gas,ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya dirumah sakit kinan langsung menghampiri mama mertuanya yang sedang duduk sambil terus mengeluarkan air matanya.
"mah..." panggil kinan,Sang mertua langsung menengok kearah suara lalu berdiri.Kinan yang peka langsung merentangkan tangannya dan memeluk mertuanya.
__ADS_1
"sayang...papah nak...papah kecelakaan dan sekarang kritis.." ucap mertuanya disela sela isakannya
"mamah yang sabar ya...semua akan baik baik saja...papah orang yang kuat.." ucap kinan mencoba untuk menenangkan.
"mas dewa mana ma..?" tanya kinan sambil mencari cari keberadaan dewa dengan matanya,ia berfikir kalau dewa sudah ada dirumah sakit lebih dulu,sehingga ia tak menghubungi dewa atau pun pamit
"mama sudah coba untuk menghubunginya...tapi tak ada respon.." mertuanya menjelaskan
"ok..mama yang tenang ya..kinan coba hubungin mas dewa.." ucap kinan sambil merogoh tasnya untuk mengambil hp nya
"tut...tut...tut...." kinan menghubungi dewa
"tersambung sih..tapi kenapa gak diangkat.." tanya kinan pada dirinya sendiri
Ketika kinan akan menghubungi dewa lagi terdengar suara teriakan mama mertuanya lalu tak sampai satu menit terdengar suara seperti orang yang jatuh.
Kinan membalikkan badannya dan seketika kaget melihat mamah mertuanya jatuh tak sadarkan diri didepan seorang dokter dan satu perawat.
"mamah...." teriak kinan sambil berlari
Dokter pun langsung memanggil perawat untuk membantu mngangkat tubuh mertua kinan ke brankar.
"apa yang terjadi dengan mamah saya dok," tanya kinan panik
Setelah beberapa saat duduk termenung,kini kinan menghubungi alvin,mengabarkan kejadian papa mertuanya dan menyuruh alvin untuk segera datang kerumah sakit.
Setelah menghubungi alvin,kinan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruangan mama mertuanya.
Kinan masuk dan melihat mertuanya yang sudah sadar dan sedang menangis pilu.Kinan langsung mendekap mama mertuanya tanpa kata kata
Kinan tak tahu apa yang harus diucapkan untuk membuat mama mertunya tenang sehingga ia hanya diam sambil mendekap erat mertuanya yang terus mengeluarkan air matanya
"dewa mana nak.." tanya mertuanya disela isakannya
"kinan sudah menghubunginya mah,mungkin bentar lagi nyampe.." ucap kinan berbohong,Kinan bingung harus menjawab apa,karena dewa tak mengangkat telponnya,
Ia hanya bisa menghubungi alvin,ia juga tak kepikiran untuk menanyakan dimana dewa berada,atau kenapa telponnya tak diangkat.
Kinan yang panik dengan kepergian papa mertuanya ditambah lagi mertuanya yang pingsan sehingga ia lupa untuk menghubungi dewa kembali.
Setelah mengurus surat surat untuk kepulangan jenazah,alvin langsung menghubungi asisten rumah tangga dirumah orang tua dewa untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut para tamu yang mau melayat.
__ADS_1
Jenazah pak wijaya tidak langsung dimakamkan karena masih ada beberapa serangkaian adat yang harus dilakukan.
"bu kinan..." panggil alvin
Kinan yang terkejut dengan kedatangan alvin langsung melepas dekapannya,dan meminta ijin keluar untuk berbicara dengan alvin sebentar.
"dewa dimana.." tanya kinan setelah mereka sampai diluar
"emmm pak dewa sedang menemani nona rena periksa kandungan..." jawab alvin sekenanya
"bukannya kemarin mereka sudah memeriksanya.." tanya kinan penuh selidik
"mungkin karena perut nona rena sakit jadi mereka memeriksanya kembali.." ucap alvin mencari alasan,kinan hanya manggut manggut sambil berpikir
"ok..tolong kamu hubungi dewa kabarkan kejadian ini," pesan kinan pada akhirnya
"oh iya..tlong nanti kalau mertua aku tanya bilang aja kalau dewa sedang dalam perjalanan" pesan kinan kembali yang diangguki oleh alvin.
"kalau begitu saya permisi bu..saya mau mengurus hal lain dirumah duka,,dan untuk urusan rumah sakit semuanya sudah beres,mungkin sekitar lima belas menit lagi,jenazahnya sudah bisa dibawa pulang..." ucap alvin sebelum benar benar pergi dari hadapan kinan.
"ya...terima kasih" ucap kinan dengan wajah datarnya
"saya permisi bu.." ucap alvin sekali lagi sambil membungkuk hormat dan akhirnya berlalu dari hadapan kinan.
Kinan masuk lagi keruangan mertuanya
"nak...apakah dewa sudah mengurus semuanya.." tanya mertuanya
"iya ma...semuanya sudah beres,,lima belas menit lagi jenazahnya bisa dibawa pulang.." jelas kinan seraya mengambil tas punya mertua dan dirinya.
kinan tak ada niat untuk berbohong ia menjawab sekenanya saja agar mertuanya tak terbebani tentang dewa
"ayo ma kita pulang,.." ajak kinan sambil mengulurkan tangannya
"nak..apakah papa benar benar sudah tiada.." tanya mertuanya seakan tak percaya dengan kepergian papa mertuanya yang tiba tiba
"mah....."gantung kinan,ia bingung harus menjawab seperti apa,ia takut salah menjawab
" mamah,,seperti gak percaya nak.."ucap mertuanya sambil menggelengkan kepalanya
"mah..semua sudah diatur oleh tuhan..semua yang hidup pasti akan mati ma,,bahkan kalau bukan papa yang meninggalkan mama bisa jadi mama yang meninggalkan kita semua,mama harus tabah,,masih ada mas dewa,kinan,dan semua keluarga besar kita ma.." ucap kinan mencoba menyadarkan mertuanya
__ADS_1
"hiks hiks hiks..kamu benar nak,,tapi mama masih belum percaya dengan semua ini..hikss" tangis mertuanya kembali pecah
"kinan tahu maa..ini sangat berat,,tapi kita harus kuat ma.." ucap kinan menenangkan mertuanya sambil menghapus jejak air mata dipipi mertuanya