Dewaku

Dewaku
bab 13


__ADS_3

Dan pada akhirnya kinan berkata sambil menatap dewa"rena...kamu jangan khawatir...aku akan..."kinan berusaha untuk menguatkan hati nya untuk mengucapkan kata kata yang sangat menyakitkan ini....."aku akan melenyapkan bayi ini.."ucap kinan sambil merasakan periih dihatinya


"kinanti.." dewa sangat marah dengan kata kata kinan


"lebih baik kau segera membawanya,agar bisa segera terselamatkan,,kalau dia mati,kau akan merasakan lebih sakit karena kehilangannya..menderita berkepanjangan dan mengakibatkan perusahaan merugi pada akhirnya" ucap kinan mengingatkan dewa tanpa menatap dewa.


Dewa langsung membawa rena yang sudah tak sadarkan diri akibat kehilangan banyak darah.


Kinan yang sendirian didalam kamar langsung menunduk dan mengelus elus perutnya"maafkan bunda nak,tapi bunda bingung harus mengatakan apa,,bunda janji akan menyelamatkan mu,tak kan ada seorang pun yang bisa menyingkirkan mu kecuali takdir."


Setelah merasa lebih baik,kinan memanggil perawat untuk melepaskan infus dan minta untuk segera diijinkan pulang.


Karena hari sudah siang,kinan memilih tak pulang kerumah,melainkan memilih pergi keperusahaan.


Kinan mengganti baju dikamar mandi rumah sakit,yang sebelumnya telah dibawakan oleh rina atas perintah kinan.


Sesampainya dikantor kinan langsung menuju ruangannya.


Setelah mendaratkan pantatnya kinan mulai membuka laptopnya untuk mengecek beberapa email yang masuk..


"tok tok tok...


"masuk..." perintah kinan seperti biasanya tanpa menoleh kesumber suara


"bu kinan,nyonya fatma dari rumah sakit persada ingin bertemu dengan anda.." Rina masuk dan memberitahukan tujuanya menemui atassannya


"beritahu dia untuk masuk,dan tolong kamu siapkan beberapa berkas yang menyangkut dengan nyonya fatma" perintah kinan yang langsung diangguki oleh rina lalu kemudian berbalik dan meninggalkan ruangan kinan.


Tak berapa lama orang yang dimaksud oleh rina masuk.


"silahkan duduk nyonya fatma.." ucap kinan mempersilahkan tamunya untuk duduk sambil menampilkan senyum ramahnya


"terima kasih bu kinan,," jawab fatma tak kalah ramahnya

__ADS_1


"ada angin apa sehingga nyonya fatma yang sibuk ini menemui saya.." tanya kinan langsung menuju pada intinya,kinan memang tak suka berbasa basi,karena itu akan membuang waktunya sia sia.


"Ibu kinan,saya mau minta maaf karena telah mengganggu waktu anda,seperti yang anda tahu kalau saya dan perusahaan ini telah menandatangani kontrak kerja sama,namun karena kami sedang terkena masalah yang cukup besar,bisakah anda membicarakan ini dengan bapak dewa untuk menundanya sebentar hingga masalah kami selesai.." ucap fatma langsung keintinya karena tahu kalau orang dihadapannya ini orang sibuk.


kerja sama perusahaan ini dengan rumah sakit milik fatma memang baru saja ditanda tangani.


Kinan tersenyum canggung dan menjawab.."nyonya fatma,seperti yang anda tahu,saya dan dewa memang pasangan suami istri,,tapi ini menyangkut masalah kerjaan jadi kami tak bisa membawanya kedalam masalah pribadi,begitupun sebaliknya,,Dewa itu sangat teliti dan prefesional mengenai segala sesuatu,jadi jika saya berbuat salah pun pasti akan ia tindak tegas,,


fatma terlihat kesal dan cemas.."saya tahu,tapi ini tidak akan lama,hanya seminggu saja.Kumohon..beri kami waktu,,setelah seminggu kami pasti akan mengembalikan uangnya"


Sebenarnya ini tak sulit bagi kinan.Setelah memikir kannya sebentar kinan menjawab"Nyonya fatma,perusahaan kami bukanlah perusahaan kecil,perusahaan ini sangat ketat terkait manajemen keuangannya.jika saya membantu anda,saya bisa saja terkena masalah besar...kecuali..."


"kecuali apa bu.." tanya fatma tergesa


"kecuali,saya mempunyai alasan untuk menundanya membuat laporan.." jawab kinan ragu ragu


"tapi saya tahu,alasan apa yang tepat untuk menundanya.." jawab kinan cepat sebelum fatma sempat bertanya.


"alasan apa.." tanya fatma penasaran


"tapi saya minta nyonya fatma bisa memegang kepercayaan dari saya" ucap kinan setelah mereka kembali ketempat duduk masing masing


"saya akan memegang semuanya bu kinan,," ucap fatma meyakinkan kinan yang akhirnya diangguki oleh kinan


Kinan meminta rina untuk membawa kertas yang telah dia minta tadi..


Dan mereka akhirnya menanda tangani perjanjian antara kinan dan fatma.


Setelah kepergian fatma,kinan kembali bekerja hingga malam.


Kinan pulang dan sampailah ia dirumah dimana tempat ia tinggal dan dewa.


Kinan tak langsung turun dari mobil,kinan termenung beberapa saat,"apakah aku harus mengakhiri pernikahan ini"lirih kinan

__ADS_1


Setelah dirasa cukup,kinan keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah,,


Karena merasa lelah,kinan langsung naik keatas..Dikamar nya ia masuk dan menekan tombol saklar,


kinan terkejut karena keberadaan dewa yang tengah bersandar pada kepala ranjang,dewa terlihat sedang banyak pikiran,mungkin ia bingung harus mmilih anaknya atau rena.


setelah menenangkan diri kinan memberanikan untuk bertanya"kenapa kamu tak menyalakan lampu??kamu sudah makan atau belum??oh iya..gimana keadaan rena??"


Dewa tak menjawab pertanyaan kinan,,malahan dia bertanya"kamu dari mana??"seakan tak suka dengan keadaan kinan


"aku dari kantor,," jawab kinan sambil melepaskan anting anting didepan meja rias.


"aku akan kebawah,aku akan minta tolong mbak yuni untuk menyiapkan makan malam,," lanjut kinan sambil pergi menuju pintu.


Kinan berpikir kalau dewa tak sempat makan karena terlalu fokus dengan rena,,


Sampai dibawah kinan melihat makanan sudah tersaji dimeja makan,lalu ia  menengok kearah jam dinding"pantesan udah dingin,sudah pukul sepuluh malam,mbak yuni pasti sudah tidur"monolog kinan


Kemudian ia menghangatkan makanan tersebut,Kinan mengambil teko mini untuk membuat minuman hangat,


Ketika sedang fokus menunggui airnya mendidih,kinan dibuat terkejut karena tiba tiba ada tangan yang melingkari perutnya dan lehernya terasa hangat karena hembusan nafas,Kinan langsung berbalik dan bertatapan dengan mata dewa yang terlihat dingin.


"ada apa..?" tanya dewa kepada kinan karena tiba tiba berbalik dan menatapnya,kinan hanya mengendikkan bahunya lalu fokus kepada airnya.


"bisa lepaskan,airnya sudah mendidih,aku akan buatkan kamu minuman hangat.." ucap kinan sambil berusaha melepaskan tangan dewa dari pelukannya


"biarkan seperti ini sebentar saja.." pinta dewa,kinan yang berfikir mungkin dewa benar benar sedang tak baik baik saja membiarkan dewa tetap pada posisi semula,memeluknya sambil terus menghirup aroma kinan.


"aku rindu kamu..." ucap dewa lalu mencium leher kinan dan meninggalkan bekas,


Kinan yang segera sadar langsung melepaskan pelukan dewa dengan paksa,"kita makan dulu,duduklah,akan aku siapkan.."perintah kinan kepada dewa.


"nanti sehabis makan boleh ya.." pinta dewa sambil berjalan menuju kursi meja makan

__ADS_1


kinan tak menjawabnya ia memilih langsung mengambil cangkir untuk membuat minuman hangat,setelahnya ia hidangkan didepan dewa,


lalu ia menghidangkan menu untuk makan malam mereka yang telah kinan hangatkan.


__ADS_2