Dewaku

Dewaku
bab 36


__ADS_3

Kinan menambahkan lagi sambil menatap Rena "dan yang perlu kamu ingat nona Rena,aku sebentar lagi akan punya anak,jadi aku dan Dewa akan mempunyai keluarga yang bahagia,dan kamu mungkin akan terabaikan,kamu akan tersisihkan dengan kehadiran anakku nanti.Sebaiknya kamu segera mencari laki laki lain yang bisa diajak berkeluarga,jangan hanya menumpang hidup dengan suami orang"


Rena dan Dewa langsung terdiam ketika Kinan tiba tiba masuk.


Setelah beberapa saat Rena menatap Kinan lalu berkata "Apa kah kamu yakin kalau Dewa bakal tetap menjadi milikmu karena kalian mempunyai anak?"


"Jujur saja aku tak yakin kalau anak ini mampu merekatkan hubungan ku dengan Dewa,tapi setelah aku melihat sikapmu ini ,sepertinya aku berhasil.Sekarang prioritas Dewa bukan kamu,melainkan aku dan juga bayiku!" jawab Kinan sambil menatap Rena dan tersenyum mengejek


Dewa hanya diam dengan raut wajah masam,seakan tak suka dengan pernyataan Kinan.


Kinan yang sadar kalau Dewa seakan tak menyukai pernyataannya,memilih untuk mengabaikannya lalu ia melanjutkan lagi kata katanya "Tentu saja jika nona Rena bermuka tembok,kau akan tetap menunggu Dewa,hingga dia memilihmu menggantikan aku untuk berada disisinya,tapi tunggu hingga Dewa bosan denganku dan juga anakku,lalu kau akan membuat keluarga dengan Dewa,itu jika kau bermuka tembok!"


Tiba tiba terdengar suara keras orang tertawa,yaitu Irfan yang menertawakan ucapan Kinan,sedangkan Rendy,ia hanya memandang Kinan dengan marah.


"Sory,sory..aku tak bermaksud menguping tadi,tapi karena suara kalian yang keras aku jadi mendengarnya dan tidak bisa menahan tawaku,tapi jika aku diijinkan ikut berkomentar,aku akan mengatakan kalau apa yang diucapkan Kinan barusan ada benarnya,kalau muka Rena memang muka tembok!" ucap Irfan lalu tertawa terbahak lagi,namun itu tidak lama,karena Kinan langsung menatap tajam dirinya,sehingga dia langsung kicep


Lalu Rendy maju dan meraih tangan Rena,kemudian menatap Dewa lalu berkata "Dewa,aku tak tahu tentang keadaan rumah tanggamu,tapi tidak seharusnya kamu membiarkan wanita sepertinya menghina Rena" lalu menarik Rena dan akan meninggalkan ruang tersebut


Kinan langsung menghentikan langkah Rena dan juga Rendy lalu bertanya "Menurutmu,aku ini wanita seperti apa??"


"Kamu perempuan jahat,egois dan pencemburu" kata Rendy tanpa ragu


Kinan tersenyum mendengar jawaban dari Rendy,lalu ia bertanya lagi.."Lalu menurutmu,wanita seperti apa yang kau gandeng itu,wanita bermuka dua,bermuka tebal dan tak tahu diri,serta tak punya hati?Ia tega memfitnah Fani sebagai pengedar sabu!Ia wanita kejam dengan terus memaksaku untuk menggugurkan kandunganku,!Ia tak punya hati dengan terus mengejar suami orang mengatas namakan kakaknya yang sudah meninggal!Ia wanita murahan yang mengemis emis cinta dari suami orang!cuiih..aku lebih baik dibanding dia,aku cemburu dengan suamiku sendiri dan itu sah sah saja!Aku egois karena hanya ingin memiliki Dewa untuk diriku sendiri itu wajar sebagai wanita tak ingin dimadu!Aku jahat karena aku berusaha mempertahankan pernikahanku agar tk dirusak oleh wanita murahan sepertinya!"

__ADS_1


"Kinanti,omong kosong apa yang kau bicarakan itu!"Teriak Rena menunjukkan sifat aslinya


Dengan tersenyum Kinan berkata " Apakah sekarang kau sangat terdesak sehingga tak sengaja teriak dan menunjukkan sifat aslimu?"


"Cukup!" teriak Dewa setelah diam cukup lama "Antarkan dia pulang,dan jangan pernah ijinkan dia kekantor ini lagi untuk selamanya.." ucap Dewa sambil menatap Rendy.


Rendy ingin membalas kata kata Dewa namun Reyhan langsung menginterupsi "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu,segera antarkan dia lalu temui aku!"


Dengan begitu,Rendy tak bisa berkata apa apa lagi,Ia hanya bisa menatap Kinan dengan kesal dan selanjutnya ia pergi dengan Rena.


"Pak Dewa,apakah anda ada waktu,ada sesuatu yang harus kita bicarakan?!" ucap Irfan membuka keheningan yang terjadi diruangan tersebut.


Dewa tak menjawab pertanyaan Irfan,Ia diam dan menatap Kinan seakan bertanya apa tujuanmu kemari,


"Ada perlu apa kau menemuinya??" tanya Dewa dengan dingin


"Akhir akhir ini aku merasa sering pusing,pundak dan juga pinggang terasa pegal,lagian besok aku harus melakukan perjalan bisnis,jadi aku berniat untuk konsultasi ke beliau." jelas Kinan


"Dr Haikal sudah pulang,dia hanya sebentar datang kemari..sepulang kerja biar aku temani kamu untuk periksa.." jawab Dewa sambil membukakan pintu untuk Kinan.


Kinan hanya menganggukan kepalanya dan kembali kekantornya.


Setiba diruangannya,Kinan langsung duduk dan memijit pelipisnya.Rina mengikutinya dibelakang sambil membawa setumpuk dokumen lalu meletakkanya dimeja nya.

__ADS_1


"Bu ini adalah laporan keuangan PT Wijaya,mohon ibu periksa kembali lalu tanda tangani." ucap Rina sambil membukakan salah satu dokumen didepan Kinan


Kinan menganggukan kepalanya,sambil memeriksa dokumen tersebut,kemudian ia menjeda sebentar dan menatap Rina "Jam berapa penerbangan besok??"


"Enam pagi bu,kami berencana untuk menyelesaikannya dalam waktu dua hari,jadi lebih baik jika kita berangkat lebih awal,dan juga beberapa orang dari tim auditnya pak Irfan akan ikut serta." jelas Rina


Kinan mengangguk,kemudian ia berpikir sebentar dan berkata "Aku rasa cukup jika aku sendiri yang berangkat,kamu tetap stay disini untuk membantu tim audit dari Sutisna dan Irfan."


"Siap bu." jawab Rina cepat.


Akhirnya pekerjaan Kinan dan Rina selesai pada pukul enam sore,waktu itu hujan lagi deras derasnya jadi langit terlihat gelap


Kinan merasakan lapar,dan dia menginginkan untuk makan mie kuah,ditambah cuaca yang mendukung jadi Kinan memilih untuk keluar dari ruangannya dan menuju restoran terdekat yang menyediakan mi yang berkuah.


Banyak yang menyapanya,karena Kinan tak mengenal mereka jadi ia memilih untuk menganggukan kepalanya dan menampilkan senyumnya.


Ketika sedang menunggu pesananya jadi,tiba tida ada seorang gadis dengan penampilan modis menghampiri Kinan "Bu Kinanti,sungguh aku tak menyangka bisa menemui disini."


Kinan hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.lalu gadis tersebut berinisiatif mengenalkan dirinya "Saya Gendhis bu dari IT design departemen"


PT wijaya group sangatlah besar,dia mempunyai beberapa cabang,yang setiap cabangnya mempunyai ribuan karyawan,Meskipun mereka bekerja diatap yang sama,mereka belum tentu saling mengenalnya.


Kinan tersenyum dan menyapa beberapa karyawannya lalu pergi setelah mengambil pesenannya,

__ADS_1


Kinan memilih untuk makan diruangannya karena tak nyaman berada ditengah tengah orang banyak,yang ia tak kenal.Dan emang pada dasarnya Kinan bukan lah orang mudah bergaul .


__ADS_2