
Kinan buru buru menghabiskan makanannya untuk kembali kekamar.Kinan berfikir kalau dewa tak kan pulang untuk malam ini karena rena yang masih dirawat dirumah sakit hingga dia harus menjaga rena.
Namun kinan terkejut ketika mendapatkan telpon dari fani yang sedang dibar, mengabarkan kalau dewa sedang dibar yang sama dengan dirinya dalam keadaan mabuk
Setelah menutup telponnya kinan segera menyusul dewa dibar..
"sedang ada masalah apa sih dewa...kenapa mabuk mabukkan.." tanya kinan kepada dirinya sendiri sambil mengendarai mobilnya menuju bar yang dimaksud fani.
Fani sudah menunggu kinan dipintu masuk bar,saat melihat kinan ia langsung berkata"suami loe sudah sangat mabuk,sekarang ada dikamar atas"
Setelah memasukkan kunci mobilnya kedalam tas kinan,kinan bertanya kepada fani sambil menatapnya"kira kira ada masalah apa dewa,kenapa sampai mabuk,loe tahu dia tadi pergi kesini dengan siapa??"
"ya mana gue tahu,gue juga dikasih tahu oleh gavin kalau suami loe mabuk dikamar atas..gue juga gak lihat tadi dia datang sama siapa," jawab fani sambil menggendikkan bahunya..
"mungkin..suami loe lagi banyak masalah kali nan.." tambah fani yang diangguki oleh kinan
"mungkin dewa lagi mikirin rena,yang kemarin berusaha bunuh diri setelah tahu kalau gue hamil.." timpal kinan yang langsung membuat fani terkejut.
"seriusan...loe hamil nan...bagus dah...biar tuh rena seperti kebakaran jenggot.terus terus gimana ceritanya??" tanya fani penasaran akan kejadian kemarin
"lain kali gue akan ceritain ke eloe,,untuk sekarang gue harus segera nemuin dewa,ok.."ucap kinan sambil berlalu meninggalkan fani dan tanpa menunggu balasan darinya yang penasaran
Sesampainya kinan dikamar atas,kamar yang dimaksud oleh fani.kamar dimana dewa berada ia langsung mengetuk pintu,namun karena tak ada jawaban dari dalam kinan langsung membuka pintunya.
Dan terpampanglah dewa dalam keadaan mata tertutup dan bibir yang terus bergerak gerak,jangan lupakan bau alkohol serta asap rokok yang begitu menyengat. sehingga kinan membiarkan pintunya terbuka supaya dapat sirkulasi udara.
__ADS_1
" Dewaa.."Kinan memanggilnya sambil melirik botol minumanan keras yang sudah kosong berada dimeja.Kinan begitu mengkhawatirkan dewa karena melihat jumlah alkohol yang telah dikonsumsi dewa dalam jumlah banyak.
Mendengar suara kinan,Dewa membuka matanya lalu tersenyum tipis dan melambaikan tangannya supaya kinan mau mendekat.
"Dewa ayo pulang kerumah,kamu jangan minum alkohol terlalu berlebih itu tak baik untuk kesehatanmu.."ucap kinan dengan lembut sambil menangkup wajah dewa penuh kasih.
Dengan mata masih tertutup dan bersandar pada sofa,dewa tak menjawab ajakan kinan,malahan dewa menarik tangan kinan lalu memeluknya.
Karena tak kunjung mendapat jawaban dari dewa,kinan akhirnya mengancamnya" kalau kau tak mau pulang,ok..biar aku pergi dan tak pulang juga kerumah.."
ancam Kinan sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan dewa dan ancaman kinan tersebut berhasil membuat dewa merespon ucapan kinan
Dengan cemberut dewa akhirnya mengiyakan ajakan kinan untuk pulang setelah melepas pelukannya "ayo pulang"
"ya udah ayo pulang"dewa langsung membawa kinan pada lengannya dan keluar.
"Kamu mabuk dewa,dan aku sedang hamil,aku takut kamu menjatuhkan ku,biarkan aku berjalan sendiri" ucap kinan yang mengkhawatirkan kandungannya.Dan itu membuat dewa terdiam untuk beberapa saat lalu berbicara dengan nada aneh
"kamu sengaja ingin balas dendam kan,supaya kamu bisa bebas dariku,,kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan,saham dari PT wijaya group,harta,rumah beserta isinya"
Kinan yang bingung dengan pertanyaan dewa yang sedang mabuk,Ia tak mengerti apa maksud dari kata kata dewa tersebut,sehingga ia menggelengkan kepalanya dan menjawab "Tidak,bagaimana mungkin kau berpikiran seperti itu,aku tak mungkin balas dendam kepadamu,apa lagi aku sangat mencintai mu, dan ada anakmu pula di dalam perutku,sudahlah turunkan aku,biar kan aku jalan sendiri,,"
kinan berfikir kalau dewa akan melakukan hal lain lagi yang akan semakin membuatnya bingung namun ternyata ia salah,karena dewa menuruti kata katanya,sambil tersenyum penuh pesona dan kemudian berkata.."ayo pulang."
"ya udah ayo.."jawab kinan sambil melangkah penuh ke hati hatian turun kelantai bawah
__ADS_1
Karena terlalu banyak minum sehingga dewa kesusahan untuk menuruni tangga,sehingga kinan harus membantunya namun tetap harus hati hati karena ada bayi dalam perutnya.
Fani yang melihat sahabatnya kesusahan lantas menghampirinya dan bertanya" apakah kalian memerlukan bantuan?"
Kinan menggelengkan kepalanya dan balik bertanya "apakah dewa sudah membayar tagihannya?kalau belum tolong kau bayarkan.." sambil mengulurkan kartu kepada fani.
"tak perlu membayarnya nyonya,ini adalah bar miliknya." ucap seseorang yang tiba tiba datang mengahampirinya, kinan tahu dia lah pemilik bar ini,namun kinan tak tahu namanya..
Karena kinan sudah cukup kerepotan,maka ia tak mau membahasnya lebih lama jadi ia hanya menganggukan kepalanya,lalu keluar dari bar tersebut menuju keparkiran mobilnya.
Setelah duduk dikursi kemudinya kinan tak langsung menjalankan mobilnya melainkan ia memperhatikan wajah dewa yang begitu tampan,walaupun dingin dan tegas tapi ia selalu memperlakukanny dengan lembut.
Seseorang yang dikarunia i tubuh yang gagah,kaya,cerdas, hal itu membuat jantung kinan berdegup lebih kencang.
Tak lama setelah kinan sibuk dengan pikirannya sendirinya sambil terus memperhatikan dewa ia dibuat terkejut dengan mata hitamnya dewa yang tiba tiba terbuka menatapnya. "whoaa" Kinan yang terkejut karena dewa tiba tiba langsung membungkam mulutnya dengan gerakan seperti kilat.
Dewa tak membiarkan kinan bernafas lebih lama,ia terus menyerang mulut kinan,hingga kinan tak sadar kalau tangan dewa telah melepaskan risletting dressnya hingga melorot sehingga terpampanglah gunung kembarnya yang membengkak karena efek hamil mencuat seperti mau tumpah karena bh nya yang kekecilan.
"ahhhh...wa ..pu la ng.." ucap kinan disela sela lenguhan nya,mengajak dewa pulang
"kita belum pernah bercinta didalam mobil,kita coba sensasinya,,pasti ini lebih berbeda.." ucap dewa dengan suara parau karena nafsunya sudah naik ke ubun ubun.
lalu dewa menidurkan kinan dikursi kemudinya yang telah ia ubah menjadi bisa untuk rebahan.
Dewa memposisikan dirinya,lalu ia melanjutkan aktifitas yang membuatnya ketagihan akan nikmatnya surga dunia.
__ADS_1