Dewaku

Dewaku
bab 44


__ADS_3

Kinan pergi untuk mencari dewa,yang tiba tiba pergi setelah menyapa anwar.


Kinan berhenti sebentar untuk bernafas,namun ketika ia akan melangkah lagi tiba tiba seseorang menahannya.


Kinan menoleh,lalu bertanya dengan nada tak suka "apa??kamu ingin menahanku pergi untuk mencari suamiku,apakah seperti ini kelakuanmu setelah kau tahu kalau rena itu adikmu??"


"apa maksudmu,aku bahkan tak sudi untuk menyebut namanya,jika aku boleh memilih kamu lah yang aku pilih untuk jadi adikku,bukan wanita licik itu.." ucap irfan dengan nada kesal.


Kinan terkekeh sambil menggelengkan kepalanya "memangnya kamu bisa memilih,lagian untuk apa kau berkata seperti itu,tidak mungkinkan ibumu bisa asal memilih anak??"


"kinanti,seenggaknya aku sudah pernah mengingatkan kau sebelumnya,bahwa kau mempunyai kesamaan mata pada ibuku,sedangkan rena,tak memiliki kesamaan sama sekali,,"ucap irfan dengan emosi


"aku tak ngerti apa maksudmu.." ucap kinan sambil mengerutkan keningnya.


"emangnya kau tak tahu,kalau ibuku telah melakukan tes DNA denganmu dan juga Rena??"tanya irfan sambil menatap kinan penuh tanda tanya.


"aku berfikir kalau kau lah putri yang dicari oleh ibuku,tapi hasil DNA membuktikan kalau renalah putrinya,sungguh tak masuk akal,padahal aku sangat yakin kalau kau lah putrinya"ucap irfan menambahkan


"kalian mencuri DNA ku untuk melakukan tes DNA,karena aku mirip dengan ibumu??" ucap kinan terkejut


Irfan mengerutkan bibirnya,"tentu saja bukan aku atau ibukku,tapi suamimu yang membawakan kepada ibuku,,"


Kinan berfikir kalau dewa membawanya bertemu dengan melinda dan juga arsyad karena berniat untuk membantunya mengeluarkan fani dari sel,tapi ini ternyata keinginannya,


"apakah rena sudah tahu dari awal tentang ini??" tanya kinan dengan wajah kecewa


Irfan mengangguk lalu berkata," dewa sudah memberitahunya dari awal,dan rena juga sering berbelanja dan pergi dengan ibuku"


Kinan tertawa "jadi semua orang sudah tahu kecuali diriku,sungguh kasihan."

__ADS_1


"jadi kalian juga bisa saja menjualku tanpa sepengetahuan dariku.." kinan tertawa miris


Irfan menatap kinan lalu berkata untuk menenangkan kinan "kamu jangan salah paham,mereka pasti akan memberi tahumu tentang ini,jika kamu_"


"jika aku ada lah putri ibumu,lalu jika tidak mereka tak akan memberi tahuku,kalian menganggap remeh diriku untuk tetap tidak mengetahui hal ini,dan menganggap diriku bodoh??"kata kinan penuh kesedihan dihatinya


Irfan mengerutkan keningnya lalu berkata " kinanti,kamu tahu aku tak bermaksud seperti yang kau tuduhkan itu,aku berbeda dengan suami dan juga ibuku itu,,"


"aku tak tahu.." ucap kinan lalu pergi meninggalkan irfan dan masuk kembali keruangan pesta.


"aku berpikir,kalau aku berkelakuan baik pada mereka,maka mereka akan memperlakukan ku dengan baik juga,ternyata aku terlalu naif.." ucap kinan sambil terus melangkahkan kakinya dan secara tak sengaja menubruk rendy yang tengah membawa cake,dan cake tersebut jatuh mengenai jas rendy


"maaf..." ucap kinan sambil berusaha neraih tisu untuk membersihkan jas tersebut


Rendy menatap kinan penuh kebencian "kinanti,apakah saat ini suasana hatimu sangat panas melihat rena dan bu melinda bersatu sebagai pasangan anak dan ibu,kau iri melihat rena telah memiliki segalanya,seberapa keraspun kau berusaha,kau tak akan pernah bisa menyamai rena,dan tak bisa terus bersanding disamping dewa,kau tak layak.??"


Kinan meletakan tisu yang ditangannya lalu berkata "jika aku tak layak,apakah dirimu layak??"


"omong kosong.." ucap rendy dengan marah,lalu melepaskan jasnya dan menaruhnya ditangan kinan sambil berkata "bersihkan!"


Melihat jas rendy berada ditangannya kinan berkata "saran saja dari saya, pak rendy sebaiknya kau tak menyuruhku untuk membersihkan jasmu ini,,karena jika kau tak mengenakan jas ini kau akan terlihat seperti gembel dan tak layak berada disamping rena.."


"aku tak mau tahu,pikirkan sendiri bagaimana caranya aku akan memakainya dalam waktu lima menit."ucap rendy dengan muka cemberut


Entah dari mana,tiba tiba dewa datang dengan membawa kotak kecil lalu menghampiri kinan dan berkata dengan dingin "berikan kepada bu melinda.." sambil menyerahkan kotak rersebut kepada kinan.


Lalu dia menatap tangan kinan yang membawa jas dan bertanya "punya siapa?"


"Rendy,aku baru saja menumpahkan cake kejasnya secara tak sengaja,dan dia memintaku untuk membersihkannya ," jawab kinan

__ADS_1


"buang saja.." ucap dewa dengan wajah kesal.


"apakah kamu tak dibutuhkan lagi??" tanya kinan dengan mata lurus menatap kepanggung yang disana ada rena dan juga bu melinda yang sedang memberikan sambutan.


"apakah ada sesuatu yang ingin kau jelaskan tentangmu dan hakim.."balas dewa dengan suasana hati yang tak baik


"aku tadi akan menjelaskannya kepadamu,tapi setelah melihat kau dan rena saling berangkulan,aku membatalkan niatku,jadi seperti yang kamu lihat,itulah yang terjadi .." ucap kinan lalu pergi menuju panggung untuk memeberikaan hadiah kepada melinda,namun sebelumnya ia membuang jas rendy ketempat sampah terlebih dulu.


"kamu akan menjadi pasangan dansaku sebentar lagi.." ucap dewa sambil berjalan menyusul kinan


"apakah nona rena tak akan marah melihatnya,apalagi ini pestanya,jadi dengan berat hati aku minta maaf tak akan ikut berpartisipasi dalam acara ini." ucap kinan dengan mencibir


"kinanti,singkirkan sikap keras kepalamu itu saat ini,," ucap dewa sambil mencubit tangan kinan


Kinan merasa kesakitan,namun ia sembunyikan dengan tawanya, kemudian mengangguk dan berkata,,"dewa kamu sungguh luar biasa,kau memaksa istrimu yang telah mengandung anakmu untuk berpartisipasi di acara simpananmu,sungguh kejam"


Kinan melihat Hakim,lalu ia segera melepaskan tangan dewa dan berlalu menghampiri hakim.Ia menunda mrmberikan hadiahnya untuk melinda.


Dengan sudut bibirnya yang terangkat,hakim berkata "aku senang ketika kau berlari kepadaku.."


Mengabaikan kata kata hakin,kinan bertanya.."kapan aku bisa pulang??"


"kapanpun kamu mau,,aku akan mengantarmu." ucap hakim sambil tersenyum.


"aku akan memberikan hadiah ini terlebih dulu,,.." ucap kinan lalu pergi menemui melinda


"bu melinda,ini hadiah untuk ulang tahunmu,semoga kau diberikan umur yang panjang,kesehatan dan selalu awet muda..Selamat ulang tahun." ucap kinan sambil tersenyum


Melinda menerima hadiah tersebut,lalu tertawa..dan setelahnya ia berkata "nona kinan,anda terlalu sungkan,tapi saya sangat berterima kasih.."

__ADS_1


Anwar sedang mengajak rena berkeliling sambil mengenalkan kebeberapa orang,sambil sesekali menatap Melinda.


Tapi ketika melihat Melinda sedang mengobrol dengan kinan,Anwar langsung mengjak rena untuk ikut bergabung.


__ADS_2