
Kinan dan fani langsung menuju ketoko perlengkapan bayi,Fani langsung mengambil keranjang bayi berwarna biru.
Sedangkan kinan hanya memilih beberapa barang untuk calon bayinya.
Fani yang melihat kinan hanya mengambil sedikit barang,ia langsung mengambil banyak barang.
Kinan tertawa melihat fani yang begitu semangat berbelanja,ia lantas bertanya "aku atau kamu sih yang akan punya bayi,kenapa kau semangat banget ambil barangnya,tuh lihat trolimu hampir penuh.."
Fani tersenyum,lalu tiba tiba memeluk kinan dan berkata "kinan tinggal kan dewa,ayo kita hidup bersama seperti dulu saja."
Kinan menepuk pundak fani lalu berkata "aku tak tahu kenapa kau tiba tiba berbicara seperti itu,dan untuk meninggalkan dewa,aku pasti akan meninggalkan nya tapi entah kapan,aku hanya ingin berpisah darinya secara baik baik"
Fani menganggukan kepalanya lalu berkata dengan suara serak "tidak apa apa,aku akan menunggumu,kita akan tinggal bersama lagi.."
Kinan merasa kalau fani menyembunyikan sesuatu darinya,tapi kinan tak ingin menanyakan hal itu,biarlah fani menyimpannya untuk sementara,karena kinan yakin kalau fani sudah siap, ia pasti akan menceritakan kepadanya.
kinan menghela nafasnya lalu berkata "jalan kita masih panjang fani,,kita harus memikirkannya terlebih dulu sebelum bertindak,agar kita tak menyesalinya nanti"
Karena hari sudah gelap kinan dan fani akhirnya pulang,mereka pulang keapartemen.Dan barang barang perlengkapan bayi kinan akan disimpan diapartemen.
Awalnya kinan ingin menginap di apartemen,namun tiba tiba hpnya berdering,dan itu telpon dari dewa.
Kinan mengernyit dan menatap fani yang sedang menata keranjang bayi.
"halo pak dewa..,.?" tanya kinan bersikap layaknya bawahan kepada atasan
"kamu dimana??" tanya dewa
"diapartemen.."jawab kinan sambil menatap fani yang sedang memasang kelambu pada ranjang bayi
"oh .." jawab dewa singkat,lalu menutup telponnya.
Kinan hanya melongo,ketika mendengar jawaban dewa yang singkat itu,Ia mengira kalau dewa akan membicarakan hal penting mengenai pekerjaan.
Fani menatap kinan,dan bertanya "kenapa?"
Kinan mengendikkan bahunya lalau menjawab "entahlah,aku mengira ia menelponku karena ingin membicarakan perihal kerjaan,tapi ternyata dia hanya menanyakan keberadaanku" fani hanya menganggukan kepalanya.
"hahh...syukurlah akhirnya selesai,.." ucap fani senang.lalu ia menoleh kearah kinan dan berkata "kinan,lihatlah...semuanya sudah selesai,kita hanya tinggal menunggu bayinya lahir..bagaimana menurutmu??"
Kian tersenyum,lalu berkata "ini luar biasa..aku sangat menyukainya.."
__ADS_1
Melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sepeluh malam fani berkata "aku akan mandi dulu,kamu teliti lagi,kalau kalau ada yang kurang atau kau ingin menambahinya lagi."
Kinan mengangguk lalu ia duduk diruang tamu sambil menonton tv.
Bel pintu berbunyi,kinan mengira kalau itu orang suruhannya untuk mengambil sup ayam pemberian reyhan yang lupa ia bawa.Kinan bangun dan membuka pintunya sambil meneriaki Fani dam fokus keponselnya "fani makanannya sudah datang"
Fani berteriak dari kamar mandi "ok,kamu panaskan dulu,nasinya pasti bentar lagi masak"
Sebelum kinan membalas kata kata fani,kinan terkejut karena melihat seorang pria tinggi berdiri didepan pintu "untuk apa dewa datamg kesini" tanyanya dalam hati
"dewa,kenapa kau kemari??" tanya kinan sambil menatap dewa penuh keheranan
"kamu tak mempersilahkan aku masuk??" tanya dewa santai dan mengabaikan pertanyaan kinan
Kinan menggelengkan kepalanya lalu berkata "tidak bisa,fani sedang mandi dan dia akan keluar hanya mengenakan handuk"
Dewa menganggukan kepalanya pertanda mengerti.
"untuk apa kau datang kemari,ini udah jam sepuluh,harusnya kau udah pulang kerumah kan??" tanya kinan sambil mengangkat alisnya
"untuk menjemputmu.." jawab dewa sambil mengeluarkan tangannya dari saku celananya.lalu ia mengeluarkan kunci mobilnya.
Kinan mendengar pintu kamar mandi terbuka,ia langsung mendorong dewa sambil berteriak "fani aku akan keluar sebentar"
Kinan menghela nafasnya lalu berkata "aku berencana untuk tinggal disini malam ini,kamu tenang saja aku akan mengurus anak ini dengan baik,kamu tak perlu mengkhawatirkannya.."
"kembali kerumah!" jawab dewa tegas,lalu ia melanjutkan lagi "disana ada yuni yang akan merawatmu dengan baik"
kinan mengerutkan alisnya lalu berkata "dewa aku hanya_"
"tidak apa apa kau tinggal disini,tapi aku dan yuni juga akan tinggal disini bersamamu" potong dewa
Kinan terdiam sebentar lalu berkata "tempat ini kecil,mana mungkin muat menampung kalian"
"kalau begitu,kembalilah kerumah bersamaku.." ucap dewa santai
Sambil menatap dewa,kinan berkata "aku akan tinggal disini untuk malam ini,dan aku akan kembali besok"
Dewa mengangguk,lalu berkata "baiklah,tapi aku akan ikut tinggal disini malam ini untuk menemanimu"
Melihat gerak gerik dewa,sepertinya kinan akan susah untuk mengusirnya pergi.
__ADS_1
Jadi dengan sangat terpaksa kinan menghela nafasnya lalu berkata "ok..ayo lah kita pulang kerumah"
Lalu kinan mengirimkan pesan kefani.
Melihat kinan yang telah duduk dikursi penumpang,dewa tersenyum lalu memakaikan sabuk pengaman untuk istrinya,dan ia duduk dikursi kemudi.
Sesampanya dirumah,Yuni keluar menyambut dan bertanya "syukurlah nyonya sudah kembali,saya dari tadi cemas memikirnya nyonya kinan,,"
"ada sedikit kerjaan,," jawab kinan sambil mendudukan pantatnya disofa.
Lalu kinan menatap yuni dan bertanya "masih ada makanan tidak untuk makan malam"
Yuni mengangguk kemudian menjawab "masih ada di meja,."
Kinan langsung pergi kemeja makan,dan dia terkejut karena mejanya penuh dengan makanan yang belum disentuh sama sekali.
Kinan menatap yuni dan bertanya "apakah kamu belum makan?"
"sudah nyonya,tuan dewa yang belum makan,ketika tuan sampai rumah ia tak langsung makan karena nyonya tak dirumah,jadi tuan langsung mencari anda nyonya" jawab yuni menjelaskan
Dewa masuk rumah dengan muka lelahnya,kinan melihat lingakaran hitam dibawah matanya,Kinan merasa iba kepada dewa,lalu ia bangun dan mendekati dewa sambil berkata "kamu harus makan dulu,perut kosong tak baik untuk orang pekerja keras sepertimu.."
Dewa menatap kinan lalu tersenyum dan mengangguk "ayo,kita makan bersama"
Kinan menganggukkan kepalanya,lalu mereka makam dalam diam.
Setelah selesai makan,kinan langsung naik kelantai tiga dimana kamarnya berada.
Ketika kinan keluar dari kamar mandi tiba tiba dewa sudah duduk diranjang.
Lagi lagi kinan menghela nafasnya lalu berkata "untuk sementara,biarlah aku tidur sendirian dulu,"
"aku tidak akan melakukan apa pun kepadamu,aku hanya ingin tidur bersamamu" jawab dewa sambil melepaskan bajunya lalu pergi kekamar mandi.
Kinan membuka lemarinya untuk mengambil bajunya,namun ia dibuat heran kenapa tiba tiba lemarinya penuh dengan baju baju dewa juga.
Sambil memijit pelipisnya kinan berkata "kapan dia memindahkannya"
Kinan memilih untuk mengabaikannya,ia melanjutkan niatnya,setelah memakai baju kinan mengeringkan rambutnya
Lalu ia pergi tidur.Hingga tiga puluh menit kemudian dewa keluar kamar mandi,Dewa tak mengeringkan badannya dengan sempurna,ia langsung tidur didalam selimut yang sama dengan kinan.
__ADS_1
Karena badan dewa yang belum kering, kinan merasa tak nyaman berada didekatnya,Ia lalu menggeser badannya agar tak menempel ditubuh dewa,namun dewa malah mengikutinya, dan dewa berkata dengan nada tak berdaya "jangan menghindar dariku terus menerus kinan,Kita itu suami istri,perjalanan kita masih panjang,apakah kamu ingin kita tinggal diatap yang sama tapi kita seperti berjauh jauhan??"