
Mobil berhenti dihalaman rumah,Yuni langsung keluar menyambut kedatangan tuannya,sambil tersenyum yuni berkata "Diluar sangat dingin,lain kali nyonya harus pulang lebih awal,apalagi perut nyonya makin hari makin membesar,tidak boleh terlalu sering diluar,sebaiknya nyonya lebih banyak menghabiskan waktunya didalam rumah saja,itu jauh lebih aman"
Kinan mengangguk,lalu tiba tiba kinan teringat kotak berwarna emas pemberian dari mertuanya,"yuni,apakah kau pernah melihat atau tahu dimana aku meletakkan kotak berwarna emas yang didalamnya ada gelang bermata ungu dan juga surat wasiat yang belum sempat aku baca,pemberian dari papa mertua,yang waktu itu aku tunjukkan kepadamu?"
Dewa yang melepas sepatunya pun sedikit menegang,lalu menatap kinan dengan tatapan gelap dan berkata " buat apa kau mencari kotak berisi surat dan gelang itu, bukankah kau mempunyai banyak gelang yang jauh lebih bagus dan belum pernah kau pakai"
Kinan mengangguk kemudian berkata "aku hanya kebetulan ingat saja,aku belum sempat untuk membaca suratnya,dan tiba tiba ingin memakai gelangnya"
Yuni berpikir sebentar, kemudian ia menggelengkan kepalanya dan berkata "saya belum pernah melihatnya kembali setelah waktu itu nyonya,Setahu saya kotak itu peninggalan dari nenek nyonya kinan yang dititipkan kepada tuan wijaya untuk dikasihkan ke nyonya, dan nyonya kinan harus bisa menjaga barang barang peninggalan dari nenek dengan baik,dan kotak tersebut sangat langka,hanya orang orang tertentu yang bisa memilikinya"
Terlalu banyak hal akhir akhir ini sehingga kinan melupakan kotak tersebut,kinan belum sempat membaca surat wasiat yang harus segera kinan ketahui isinya itu.
"baik lah aku akan mencarinya jika sudah ada waktu longgar,bagaimanapun itu adalah barang peninggalan orang tua,dan aku yakin barang itu sangat berharga bagi mereka" ucap kinan dengan suara rendah
Dewa sudah selesai mengganti sepatunya,lalu dia pergi keruang tamu dan menyesap tehnya sambil menatap kinan dengan dalam.
Kinan yang sedang diperhatikan dewa memilih untuk pergi kekamar dilantai dua dimana kamarnya terdahulu,untuk mencari kotak,siapa tahu masih ada dikamar lamanya.
Kinan melihat di dalam almari dan laci laci,tapi ia sama sekali tak menemukan kotak tersebut.
Dewa menyusul kinan pergi kekamar lamanya,ia berdiri sambil bersedekap menatap kinan,lalu berkata "pergilah untuk mandi,biar aku yang mencari kotak itu"
Setelah diam sesaat,dewa pun bertanya "apakah kamu tahu,apa isi dalam kotak itu??"
__ADS_1
Kinan menganggukkan kepalanya ragu ragu,lalu berkata "setahuku isinya cuma gelang bermata ungu,dan surat wasiat yang belum sempat aku baca,tapi....mungkin juga ada sebuah buku kecil,soalnya aku melihat tumpukkan lumayan tebal,"
"hmmm.." dehem dewa sambil mengangguk anggukkan kepalanya pertanda mengerti
Kinan yang kesal karena sudah capek mencari cari namun tak menemukannya,ia langsung menatap dewa dan bertanya "papa memberikan kotak tersebut kepadaku,karena papa tak ingin kamu menceraikan aku,pasti kamu tahu kan isinya??"
Dewa melirik kinan lalu bertanya "apa kamu kekurangan uang sehingga marah marah kepadaku??"
Kinan sedikit bingung lalu berkata "apa maksudmu?"
"lalu buat apa kamu mencari kotak itu,kotak itu hanya berisi uang,..papa mengisi uang dan gelang supaya kau tidak kelaparan ketika berpisah denganku dan surat wasiat itu berisi pembagian saham untukmu,,"ucap dewa meyakinkan
Kinan mengerutkan keningnya,dan berkata dengan suara sedikit keras,." apakah kamu membuka kotak itu?"
" dewa!"teriak kinan "itu barangku,kenapa kau lancang sekali membukanya tanpa seijin dariku.." ucap kinan marah
"ini bukan pertama kalinya kau melakukan sesuatu yang bersangkutan denganku tanpa seijinku,.." ucap kinan dengan perasaan sakit karena merasa tak dihargai oleh dewa sebagai pasangannya,dulu dewa melakukan tes dna tanpa sepengetahuan dirinya.
Dewa menatap kinan dengan dalam,dengan suara datar dewa berkata "aku tidak akan pernah menceraikanmu,jadi kamu tak memerlukan kotak itu"
"lalu apa lagi?" tanya kinan sambil menghampiri dewa "dewa,apa menurutmu jika aku dan kamu sudah menikah,lantas kamu bebas melakukan apa pun yang kamu suka dan aku harus membiarkan itu,apakah menurutmu aku tak penting sehingga tak perlu untukĀ dihormati,?"
"maaf.." ucap dewa sambil berdiri didepan kinan,ia menatap kinan dan menghela nafasnya lalu berkata lagi "maafkan aku,ku akui aku salah karena tidak meminta ijin mu terlebih dulu,tapi aku janji itu tak akan terulang lagi.."
__ADS_1
Kinan tertawa sebentar lalu berkata "dewa,aku merasa kau benar benar lucu,kau menggunakan kata maaf untuk menyelesaikan masalah yang kamu anggap sepele itu,apakah menurutmu keberadaan kotak itu tak berguna sama seperti diriku?? jika aku adalah rena,apakah kamu akan melakukan hal yang sama??kamu akan mengambil barang barang pribadinya tanpa sepengetahuan dirinya??apakah kamu juga tidak akan memikirkan dan menghargai perasaannya andai saja dia tahu kalau kau telah melakukan sesuatu kepadanya tanpa ijin darinya??"
"kinanti,ini adalah masalah suami istri,hanya ada aku dan kamu,." ucap dewa dengan perasaan tak senang "mengapa kau selalu melibatkan orang lain untuk masalah rumah tangga kita"
"apakah kita suami istri??" tanya kinan setelah dia tertawa untuk sesaat
Dewa menatap kinan tanpa menjawab pertanyaan kinan.
Kinan menatap wajah dewa yang tegas dan tampan,lalu tertawa dan berkata "Dewa,kamu itu tak pernah menganggap hubungan kita ini sebagai suami istri,karena dihati kamu itu hanya ada rena bukan aku,jadi kau akan mudah melakukan apa pun terhadap barang barangku bahkan terhadap fisikku tanpa perlu meminta ijinku,karena ijinku tak berarti untukmu,aku bukan siapa siapa mu,aku hanya orang luar yang kebetulan mempunyai status sebagai istrimu"
Terlalu banyak yang yang dipendam oleh kinan,jadi ketika dirinya merasa tak dihargai ia akan marah dan meluapkan isi hatinya.
Dewa menatap kinan,sambil menahan emosinya dia berkata "kinanti,kita berdua ini suami istri,,kau itu istriku,dan aku menghormatimu,dan tentang kotak itu aku sudah meminta maaf kepadamu,,,dan sekarang sudah malam,ayo masuk kamar dan mandi supaya kita bisa berfikir lebih jernih lagi"
Dengan tenang kinan berkata "dewa,,ayo kita cerai saja, sudah cukup lama aku memendam kata ini dalam hatiku, aku rasa inilah waktunya untuk aku mengatakannya kepadamu"
Dewa diam dengan mata menatap kinan,kinan tahu kalau dewa sedang menahan emosinya,tapi kinan tak takut,ia sudah siap jika dewa sewaktu waktu akan meledakkan emosinya dan marah kepadanya.
Lalu dewa berkata dengan nada datar "apakah kamu sudah mempertimbangkannya dengan matang keputusanmu ini?"
Kinan mengangguk dan berkata "ya..aku sudah memikirkannya,sudah cukup lama aku mempertimbangkannya"
Dewa masih menahan amarahnya,dia berkata dengan nada datar " apa saja yang kamu inginkan?"
__ADS_1
Kinan menenangkan dirinya sejenak dan berkata "aku tak menginginkan harta darimu,aku hanya ingin kau melepaskan aku,dan ijinkan aku untuk hidup hanya berdua dengan anakku,dan jangan pernah kau menampakkan dirimu didepan kami nanti,meskipun jika nanti kita dipertemukan secara tak sengaja,aku berharap kau tak mengenal kami-