
Lalu dewa mengambil jus buah yang telah disiapkan oleh Yuni dan meneguknya hingga tandas kemudian berkata "Kamu ingin membicarakan hal apa,tentang kerjaan atau_??"
Dewa terlalu tenang,sehingga membuat Kinan ragu.
Setelah diam beberapa saat akhirnya Kinan memantapkan hatinya untuk menjawab pertanyaan Dewa tersebut "Dewa,sebelum akta cerai ada ditanganku,aku masih sah menjadi istrimu!"
Dewa mencibir kemudian berkata "Itu kamu tahu, kalau kamu masih sah menjadi istriku,lalu kenapa kamu satu kamar dengan Irfan??"
Suara Dewa terdengar tak senang.Lalu Kinan melunakkan suaranya dan berkata "Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Irfan,selain rekan kerja,kamu lebih tahu itu dibanding paparazi yang hanya sekedar menyebarkan berita melalui asumsi mereka!"
Dewa bangkit dari duduknya lalu menatap Kinan dengan dingin.."Kinanti,apa kamu pikir aku akan percaya kata katamu dengan kau mengandung anakku??"
Karena sedih mendengar kata kata Dewa dan juga sikap Dewa yang langsung pergi meninggalkannya.Kinan berkata dengan suara keras "Aku akan melakukan apa pun yang aku sukai,yang penting aku tak sebejat dirimu dan juga Rena,kalian berdua sama sama munafik!"
Dewa langsung menghentikan langkahnya dan menatap Kinan dengan tajam.
Kinan mengabaikan tatapan tajam dari Dewa,Ia melanjutkan kata kata nya "Kalau saja Rena tak kehilangan bayinya,pasti kau masih disampingnya kan?Dan aku pasti sudah tak tinggal denganmu lagi yang tak pernah menghargaiku!"
Sebelum Dewa menjawab kata kata Kinan.Kinan langsung menambahkan lagi "Apa?!Kau mau menjawab apa??Bukankah aku hanyalah orang ketiga diantara kalian??Kalau saja aku tak mencintaimu,aku tak akan sudi tinggal dirumah ini lagi!Tinggal dengan orang kejam serta tak punya perasaan seperti mu membuatku semakin sakit!Kalian semua suka menyiksaku!"
Lalu Kinan menangis dalam kepiluan.
Melihat Kinan yang sedih,Dewa langsung turun dan mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata istrinya sambil tersenyum dan berkata dengan lembut." Siapa yang suka menyiksamu??"
Kinan langsung menangkis tangan Dewa yang ingin menghapus air matanya lalu berkata "Aku hanyalah manusia biasa,aku juga punya perasaan,aku tak rela jika terus kau abaikan,aku dan Irfan tak ada hubungan apa apa,disini jelas aku yang dirugikan,sebagai suamiku seharusnya kau membelaku, bukan malah menghindariku dan mengganti kunci rumah!"
Setelah melihat wajah Dewa yang sudah tak setegang tadi Kinan melanjutkan lagi "Apakah kau berniat mengusirku dari rumah ini?Sehingga kau mengganti kunci rumah ini dan membiarkan aku untuk menikah lagi dengan orang lain?Dan setelah itu anakmu akan memanggil suamiku dengan sebutan ayah??Itu yang kau inginkan?Kau ingin lari dari tanggung jawabmu sebagai ayah??"
"Kalau kau mau,coba saja! " jawab Dewa enteng
"Kamu memintaku untuk mencobanya,ok aku akan lakukan itu,jangan pernah kau menyesalinya!" ucap Kinan dengan suara keras lalu pergi keluar rumah.
__ADS_1
Kinan sudah berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Dewa,mulai dari kata kata yang lembut kemudian kasar,tapi jika itu tak mampu meyakinkan Dewa,maka Kinan memilih pasrah saja.
Dewa langsung menahan langkah Kinan dengan menarik tangannya,lalu berkata dengan lembut "Sebelum pergi,sebaiknya kau makan dulu!"
Yuni berdiri disamping dengan tersenyum dan berkata "Makanan sudah siap,ayo segera makan."
Dewa merangkul Kinan dan membawanya ke meja makan penuh kelembutan,lalu meladeni Kinan dengan mengambilkan nasi dan juga lauk pauk.
Baru kemudian ia mengambil untuk dirinya sendiri dan makan dengan tenang tanpa bicara
Sambil tersenyum Yuni menuangkan air putih kegelas Kinan lalu berkata "Nona,apakah nona ada keluhan lain selain sakit kepala dan sakit pinggang?Seperti kaki nya mudah pegal gitu??"
Kinan menganggukan kepalanya,lalu berkata "Ya,memangnya nya kelihatan ya,kalau aku sering kesakitan?"
"Tentu nona,nona kelihatan sekali kalau sedang kesakitan!Dan akhir akhir ini juga saya lihat nona sering memegangi perut,apa perut nona sering kram juga??" tanya Yuni serius.
"Wanita hamil akan mengalami kram yang sangat menyakitkan,anda harus mengurangi jalan kaki,supaya kaki anda tak mudah bengkak juga kesakitan,karena di trimester pertama kehamilan ini sangat rentan kalau kita sampai kecapekan,itu akan menimbulkan keguguran.."tambah Yuni menasihati kinan sambil melirik Dewa
Dewa langsung menghentikan makannya,kemudian mendekati Kinan dan mengelus elus perut Kinan sambil bertanya "Apakah sekarang kamu merasa kesakitan??
"Sehabis makan aku akan memijit kakimu,ayo cepat habiskan,dan segera naik,mandi lalu rebahan.."ucap Dewa sambil membantu Kinan mengambilkan makannya
Setelah selesai Dewa memeluk pinggang Kinan dan membawanya naik.
Kinan pun mengikuti kemauan Dewa,lalu ia mandi.Dewa membantu Kinan mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Berbaringlah!"perintah Dewa setelah menaruh handuk bekas mengeringkan rambut Kinan.
Kinan langsung berbaring sesuai perintah Dewa.Karena keenakan dengan pijatan Dewa,akhirnya Kinan mengantuk.Namun ia masih mendengar ketika hp nya berdering dan dijawab oleh Dewa,
"Siapa?" tanya Kinan sambil membuka matanya yang sudah mau tertutup ketika Dewa menatap dirinya dengan dingin
__ADS_1
Dewa langsung meloudspeker hp tersebut dan membawanya kehadapan Kinan
"Halo Orfan,ada apa??" tanya Kinan sambil menatap Dewa bingung
"Kinan,aku sudah meminta tolong orang orangku untuk menangani masalah ini,jika perlu aku akan mengadakan konferensi pers.."jawab Irfan serius
"Ok! Terima kasih Irfan!" ucap Kinan dengan perasaan sedikit lega
"Kamu tak perlu mengucapkan terima kasih,jika kamu mau, aku akan menikahimu dan menganggap anak Dewa itu seperti anakku sendiri!"ucap Irfan dengan sungguh sungguh
Seketika Kinan terdiam dan menatap wajah Dewa yang dingin seperti kutub utara.
Dewa yang mendengar kata kata Irfan barusan langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak tanpa memberi kesempatan kepada Kinan untuk menjawabnya.
Kinan hanya bisa mengurut pelipisnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Dewa langsung pergi keluar ruangan tanpa meminta penjelasan dari Kinan.
Kinan juga tak ada niat untuk menjelaskan kepada Dewa.
Kinan terlalu lelah,baru saja ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Dewa,ini Irfan langsung menambah masalah baru untuknya.
Kinan memilih untuk istirahat,ia berpikir masih ada hari esok untuk menjelaskan kepada Dewa,ia tak mau karena masalah ini membuat bayi dalam kandungannya bermasalah.
Malamnya ketika kinan tidur,Dewa tiba tiba datang dan tidur sambil memeluknya dari belakang.
Kinan merasa semakin nyenyak ketika tidur dipelukan Dewa.
Dialam bawah sadarnya Kinan berkata " Dewa..jangan terus terusan marah dan mengabaikanku_"
"Ternyata ngigauu!" monolog Dewa sambil menatap Kinan yang tertidur pulas setelah diam beberapa saat karena menunggu kelanjutan kata kata Kinan.
__ADS_1
"Apakah aku sudah keterlaluan denganmu?Sehingga sampai kebawa tidur??" ucap Dewa merasa bersalah
"Maafkan aku,aku tak bermaksud kejam padamu,aku hanya terlalu sayang padamu sehingga mudah emosi ketika melihatmu dengan pria lain!"ucap Dewa lembut sambil memciumi tangan dan kening Kinan secara bergantian