Dewaku

Dewaku
bab 47


__ADS_3

Dengan suara serak kinan berkata "Dewa,kau sungguh brengsek,,kau mencurinya dari ku,,apakah karena rena sedang sakit lantas kau meminta aku untuk memuaskanmu??"


Setelah puas Dewa berkata "aku suamimu,mana mungkin aku meminta ke wanita selain dirimu."


Kinan hanya diam karena tiba tiba merasakan sakit diperut bagian bawahnya,lalu keringat sebesar biji jagung bermunculan.


"kenapa diam??" tanya dewa karena kinan tak membalas kata katanya,


karena merasa aneh lalu dewa berdiri dan menyalakan lampu kamarnya.


Ketika dewa melihat kinan tengah memegangi perut bagian bawahnya ditambah wajahnya yang pucat,lantas dia bertanya lagi "kinanti,kenapa kau tak bersuara"


Kinan yang merasakan pusing dikepala serta perutnya,dan juga tiba tiba merasakan basah dibagian bawah,kinan yang sadar kalau itu darah,segera mengangkat tangannya.


Dewa langsung berlari menghampiri kinan,dan ia melihat darah yang tiada henti terus mengalir diselangkangan istrinya.


Dewa mengambil hp nya lalu menghubungi rumah sakit agar segera mengirimkan ambulan..setelahnya dia langsung mengambil dan memakaikan baju untuk kinan,


Ia terus berusaha mengelap darah tersebut,namun karena terlalu banyak,dewa memilih untuk membopong kinan dan membawanya kebawah,syukurlah ketika dewa tiba dibawah ambulan pas datang.


Dewa meletakkan kinan diatas brankar sambil menatapnya penuh kekhawatiran.


"jika mengantuk,tutup mata dan istirahatlah,kami akan melakukan tugas kami sebaik mungkin,tak perlu kau merasa khawatir" ucap dr haikal didepan meja operasi


Kinan mengangguk lalu memejamkan matanya.


Selama sekitar dua jam,kinan masih sadar,Ia melihat dewa berdiri didepan pintu ruang operasi dengan wajah pucat menunggunya keluar,lalu bertanya penuh kekhawatiran " gimana keadaanya dok?"


"Anda datang tepat waktu,ibu dan bayinya selamat,tapi lain kali anda harus menahan diri,bukankah dulu sudah pernah  saya ingatkan untuk hati hati??"ucap dokter haikal sambil mengelap pelipisnya yang berkeringat


"karena bu kinan pernah mengalami sindrom ovarium polikistik sebelumnya,makanya anda harus benar benar menjaganya,karena bu kinan akan susah untuk hamil lagi." ucap dokter haikal dengan wajah lelaah lalu pergi meninggalkan dewa


Dewa mengangguk,lalu mengikuti perawat yang membawa istrinya keruang rawat inap.


Keesokan harinya,kinan terbangun karena mendengar suara keras orang yang sedang beradu mulut.


"siapa yang membuat keributan diluar??" tanya kinan kepada perawat yang sedang mengganti infusnya setelah ia membuka matanya

__ADS_1


"Itu pak dewa dan nona rena,nona rena ingin masuk untuk menjengukmu,tapi pak dewa tak mengizinkan,jadi nona rena menangis diluar.." jawab perawat tersebut sambil membereskan sisa sampah medisnya.


"menangis?air mata palsu atau beneran ya..?" tanya kinan pada dirinya sendiri.


Melihat perawat yang akan pergi,kinan langsung mengatakan "bilang pada mereka berdua untuk masuk."


Perawat tersebut mengangguk lalu keluar.


Tidak lama setelah perawat keluar,Dewa dan rena masuk keruangan kinan.


Kinan melihat mata rena yang memerah karena habis menangis.


Rena mengekor dibelakang dewa,lalu pura pura sedih dan bertanya "kinanti apa kamu baik baik saja?"


Kinan tertawa lalu berkata "aku baik baik saja begitupun dengan bayinya,,aku minta maaf karena telah mengecewakanmu."


"kinanti,apakah harus menyerang kami seperti itu??" tanya dewa dengan wajah serius


kinan tersenyum kemudian berkata".ups..oh iya ya kalian kan sehati,jadi jika aku menyerang rena maka kau pun akan merasa diserang.....mana mungkin aku berani menyerangmu dewa,kau begitu perkasa semalam,hingga hampir saja membunuhku dan bayiku"


Karena tak mau berdebat,dewa memilih untuk diam.sedangkan rena ia memilih untuk keluar dan pergi ketika apa yang diharapkannya tak terjadi.


Hampir satu minggu kinan tinggal dirumah sakit,tanpa terasa kehamilannya sudah menginjak tiga bulan.


Dewa setiap hari datang kerumah sakit,meskipun ujung ujungnya adu mulut dengan kinan.


Dan yuni setiap hari mengirimkan makanan untuk kinan.


Ketika kinan sendirian ia merasa tak menginginkan anak dalam kandungannya,karena bila anak ini tak ada,maka hidupnya akan baik baik saja,tidak harus berada disamping dewa yang selalu menyakiti hatinya.


Semakin lama kinan berpikir,semakin ia tak menginginkan anak dalam kandungannya.


Dan Kinan pun sadar kalau apa yang dipikirkannya ini gila.


Hari ini, kinan pulang dari rumah sakit,dewa mengemudikan mobilnya lambat lambat,seolah membiarkan istrinya menikmati perjalanannya.


"Dewa,semenjak aku menikah denganmu,aku seperti kehilangan diriku." ucap kinan sambil memiringkan kepalanya untuk menikmati pemandangan kota.

__ADS_1


Dewa mengernyit,dan wajahnya yang tampan seperti berubah,lalu berkata "perutmu sudah semakin besar,masalah audit ditunda dulu,,ayo kita liburan.


Kinan menggelengkan kepalanya.lalu menunduk dan memegang perutnya sambil berkata.." aku tak ingin pergi kemana mana,lagian aku tak akan melahirkannya dalam waktu dekat,jadi aku akan menyelesaikan urusan kantor"


Dewa terdiam beberapa saat lalu mengangguk dan berkata "ok,tak masalah,jika kau memerlukan bantuanku,kau bisa datang kapanpun kamu mau"


Kinan tak membalas kata kata dewa,ia tengah fokus pada sepasang kekasih yang sedang bercanda dipinggir jalan,sambil saling suap suapan.


"aku tak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun kecuali dewa,itu pun setelah menikah,aku belum pernah menikmati masa mudaku dengan kekasihku untuk pergi kencan,pasti sangat menyenangkan bisa kencan seperti itu.Aku pun belum pernah belajar untuk  mencintai dan dicintai oleh seseorang," ucap batin kinan,lalu ia menertawakan hidupnya


"Dalam hidup ini,apakah aku ditakdirkan untuk terus menderita?" ucap kinan lirih sambil menatap luar jendela


Dewa menepikan mobilnya,lalu berhenti dan menarik kinan kepelukkannya lalu berkata "jangan pernah berkata seperti itu,aku akan berusaha_"


"kamu akan berusaha untuk terus membuatku menderita,kamu akan terus menolong rena didepan mataku,kamu akan terus menyalahkan diriku ketika rena terluka,dan itulah kamu dewa,kamu telah melukaiku begitu dalam.." ucap kinan setelah melepaskan diri dari pelukan dewa.


Mungkin dewa tak mau membuat kinan semakin menderita,jadi dewa memilih diam dan melajukan mobilnya kembali.


Dan selanjutnya cuma ada keheningan didalam mobil tersebut hingga sampai rumah.


Kinan langsung turun dari mobil dan disambut oleh yuni "nyonya aku sudah membuat sup ayam untukmu,apakah nyonya mau mencicipinya?"


"yuni,aku baru saja menghabiskan makanan yang kamu bikin tadi,jadi aku masih kenyang" jawab kinan dengan senyum


Dengan tersenyum yuni berkata "atau ingin bermain ayunan ditaman belakang sambil menikmati bunga mawar yang sedang bermekaran ,,"


Kinan menggelengkan kepalanya lalu berkata "tidak,aku ingin istirahat saja dikamar,dan kamu istirahatlah.."


Ketika sampai dikamar,kinan langsung mengambil kopernya,dan membuka lemari pakaiannya lalu mengeluarkan semua pakaiannya,dan memasukkannya kekoper.


Dewa masuk kekamar,melihat baju baju kinan yang tengah dikeluarkan dewa mengerutkan alisnya lalu berkata "apa yang kamu lakukan dengan barang barangmu??"


"aku akan tinggal diapartemenku sampai anak ini lahir." jawab kinan sambil menunduk dan melipat pakaiannya.


Dewa menghentikan kinan,lalu menatpa tajam kearahnya dengan marah ia berkata "kinanti apa yang kamu inginkan??"


kinan menatap dewa lalu berkata "ketenangan,aku ingin hidup tenang,tanpa bayang bayang rena ataupun dirimu,,kamu jangan takut,aku tak akan membunuh anakmu dan tak akan juga meminta pertanggung jawabanmu,aku akan melahirkan dan juga membesarkannya seorang diri,dan yang perlu kamu ingat aku tak akan minta hartamu sedikitpun,dan saham yang telah aku dapatkan dari ayahmu akan aku kembalikan kepadamu,."

__ADS_1


Setelah jeda kinan melanjutkan kembali "aku juga tahu kalau kamu tak pernah mencintaiku,dan akupun mencintai dirimu tak sedalam yang aku kira,jadi aku akan melepaskanmu.."


__ADS_2