Dewaku

Dewaku
bab 9


__ADS_3

Hari ini adalah hari pemakaman wijaya kusuma papa mertua kinan


Kinan sudah rapi dengan stelan dress berlengan panjang diatas lutut berbahan ceruty yang ditumpuk tumpuk,Ia terus berdiri disamping mama mertuanya.


Hingga acara upacara pemakaman berakhir dan sang mama mertua pulang terlebih dahulu karena pusing mungkin karena kebanyakan menangis.


Kinan masih berdiri didepan nisan pak wijaya.


"hidup didunia tidak lah lama,semua yang hidup pasti akan mengalami mati" ucap kinan sambil mengelus elus nisan mertuanya.


"pa..maaf kan dewa yang tak hadir diacara pemakamanmu,meskipun aku tak tahu apa yang terjadi dengan kalian tapi aku yakin kalau dewa sangat menyayangi kalian,,kinan pamit untuk pulang pa,papa yang tenang disana,sampai jumpa nanti,kinan akan sesering mungkin nengokin papa.." ucap kinan sebelum benar benar pergi,


Namun ketika kinan  berbalik,ia tertegun dengan keberadaan Dewa"sejak kapan dewa berdiri disitu,apakah ia mendengar apa yang aku ucapkan barusan.."batin kinan


"ayo.." Dewa mengajak pergi dengan suara yang dingin namun penuh penekanan


"dewa datang untuk menjemputku.." lirih kinan


Melihat dewa berbalik untuk pergi,kinan buru buru menghentikannya."Wa..sekarang papa sudah tiada,Sudah lah lupakan masalah antara kalian,biar bagaimanapun ia telah banyak berkorban untuk kamu_"


Dewa langsung berhenti dan berbalik menatap tajam kinan seakan mengatakan itu bukan urusanmu.


kinan yang mendapat tatapan tersebut langsung terdiam,tak mampu melanjutkan kata katanya kembali..


oleh karena itu ketika dewa berbalik dan melanjutkan langkahnya menuju mobil,kinan langsung mengikuti dewa.


Sopir yang mengantar kan ia dan mertuanya telah pulang lebih dulu dengan mertuanya.Sehingga mau tak mau kinan harus pulang dengan dewa.


Setelah cukup lama terjadi keheningan kinan memberanikan diri bertanya"bagaimana keadaan rena?"Walaupun kinan tak mendorong rena dari tangga,tapi kinan merasa harus tahu,karena semua itu terjadi didepan matanya.


"jawaban apa yang kamu inginkan?,..." balas dewa dingin dengan mata lurus melihat kedepan.


"aku tak mendorongnya.." jelas kinan dengan jengkel


"setelah kamu mengatakan kalau bukan kamu yang mendorongnya,apakah kamu merasa akan terbebas dari  hukuman??" tanya dewa yang masih memfokuskan matanya untuk melihat jalan.

__ADS_1


"aku tahu akan hal itu..lantas hukuman apa yang akan kalian berikan.." tanya kinan yang sadar kalau dewa dan rena tak akan membiarkannya lepas begitu saja.


"kamu harus merawat renata hingga sembuh.." jawab dewa.


Kinan tak tahu apa yang ada dipikiran dewa dan juga rena sehingga ia hanya mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.


Dewa langsung membawa kinan kerumah sakit dimana rena dirawat.Awalnya kinan mengira kalau dewa akan membawanya pulang terlebih dahulu


Aroma khas rumah sakit  sudah melekat diudara,kinan hanya berjalan membuntutti dewa menuju ruang rawat rena.


Saat mereka sampai dikamar,Rena sedang diganti infusnya oleh salah seorang perawat.


Begitu melihat kedatangan kinan,Rena langsung menatap kinan dingin.Dan berkata dengan dingin"aku tak mau melihatnya waa.."ucap rena dengan wajah ketakutan


Seolah kinanlah yang telah melukainya dan menyebabkan dirinya kehilangan bayinya.


Kinan hanya memutar bola matanya malas,melihat reaksi rena.


Dewa berjalan kearah rena dan mendudukkan rena,sambil mengelus elus kepala rena dengan sayang ia berkata"Kinan akan menjagamu,ia akan merwatmu hingga sembuh dan aku yakin ia tak akan melukaimu."


Rena terlihat sedang berpikir,lalu ia menjawab.."baiklah aku akan menurut,aku percaya denganmu..."


Begitulah cara mereka mengambil keputusan,apakah kinan akan tetap tinggal atau harus pergi.


Kinan hanya diam tak mampu berkata apa apa,Ia hanya bisa menyetujui keputusan dua orang tersebut.


Dewa orang yang sibuk,sehingga ia tak bisa terus menerus menunggui rena,jadi untuk siang ini ia terpaksa mempercayakan rena kepada kinan.


Seharian ini rena tak tidur,mungkin karena ia merasa tak nyaman dengan kehadiran kinan.


Rena yang melihat kinan sedang memainkan hp nya lantas berkata"kau sungguh picik"


kinan hanya diam,walaupun ia tahu maksud dari kata kata rena itu ditujukan kepadanya namun ia pura pura tak mendengar atau bahkan pura pura tahu kalau itu ditujukan kedirinya.sehingga kinan masih memainkan hp nya.


"kinanti,kau sungguh picik.." ulang rena yang kali ini menyebut nama kinan

__ADS_1


Kinan yang merasa namanya disebut lantas mendongakkan kepalanya dan menatap rena" bukankah sudah lumrah ketika kita sudah cinta"tanya kinan dengan wajah tenang


Rena menertawakan kinan,mungkin ia bingung harus berkomentar seperti apa sehingga hanya bisa melontarkan tanya"apakah kamu lelah?jika iya,pulanglah..!"


Kinan menggelengkan kepalanya dan menjawab"tidak,aku akan menunggu hingga dewa datang"


"ok,kalau begitu tolong tuangkan air,ak haus" ujar rena sambil meneggakan badannya.


tanpa menjawab kinan langsung berdiri mengambil gelas dan menuangkan air kedalamnya


"aku tak mau minum air dingin,aku ingin minum air panas,tanpa tambahan air dingin." ucap rena dengan datar


lantas kinan menggantinya dengan gelas lain dan mengisinya sesuai permintaan rena.


"aku merasa kasihan padamu,padahal semua ini bukan salahmu,tapi kamu harus tetap bertanggung jawab dan dewa tak peduli akan hal itu."ucap rena,dengan senyum mengejek


Kinan tak memperdulikan kata kata rena,ia mengulurkan gelas yang berisi air panas kepada rena" hati hati ini panas,"


Namun rena tak menggubris peringatan dari kinan sehingga ia langsung berteriak.."auww..."


Entah sengaja atau tidak tapi tiba tiba dewa datang mendekati rena dan bertanya"apa yang terjadi"panik dewa


"kinan dengan sengaja memberikan aku air panas,padahal aku minta yang hangat.."fitnah rena kepada kinan


Dewa langsung menoleh kearah kinan,dan menatap kinan dengan tajam lalu berkata" belum puas kau melihat rena menderita karena kehilangan bayinya sekarang kamu mau mencelakainya lagi dengan memberikan minuman panas,aku tak habis pikir,awalnya aku mau percaya kalau bukan kamulah yang mendorong rena dari tangga,tapi sekarang aku melihat sendiri kamu berniat mencelakai rena,..."dewa menjeda sejenak,kemudian ia berkata lagi "tak perlu merawat rena sampai sembuh,sekarang juga kamu pulang,,"


Kinan menatap rena tak percaya,ia sendiri yang meminta air panas,tapi  kenapa ia membalikkan kata katanya,


Rena yang melihat itu semua merasa sangat senang,dan tersenyum mengejek ketika melihat kinan dimarahi habis habisan oleh dewa.


Tanpa menjawab atau menjelaskan kejadian yang sebenarnya kinan langsung menyambar tas serta hp nya lalu pergi keluar dari ruangan dimana rena dirawat.


Didepan pintu ruang rawat inap rena,kinan berpapasan dengan rendy.


Rendy mengahalangi langkah kinan lalu berkata"pantas saja dewa lebih memilih rena dari pada orang kampung dan miskin seperti mu yang tak punya hati,bahkan dengan tega memubunuh bayi yang belum lahir kedunia ini"

__ADS_1


Kinan hanya menatap rendy sebentar tanpa mau membalas kata kata rendy,Kemudian ia berlalu meninggalkan rendy yang terbengong,karena untuk kesekian kalinya ia tak mendapatkan respon dari kinan.


__ADS_2