
"Pak dewa,rena.kalian akan makan apa,biar saya pesankan." tanya irfan dengan ramah dan hangat
Kinan menahan tawanya lalu berkata dengan lirih yang hanya didengar oleh irfan"kenapa kamu sok hangat dengannya,bukannya tadi kau mengatainya situa?"
Irfan pun membalas ucapan kinan dengan lirih sambil menatap dewa "takut nanti gak jadi make timku kalau aku tak basa basi"
Dewa melirik irfan dengan acuh,lalu menoleh dan bertanya kepada rena "kamu ingin makan apa?"
Kinan muak melihat tingkah dewa yang selalu perhatian dengan rena.
Rena hanya mengendikkan bahunya karena memang tak tahu mau memesan apa.
sementara irfan tak henti hentinya mengajak bicara kinan.
"kinan,apakah kamu punya waktu,untuk menonton denganku nanti??" tanya irfan dengan terangan terangan didepan dewa suami kinan
"em kita lihat saja nanti " jawab kinan,mencoba mengikuti permainan irfan
samar samar kinan merasakan kalau dewa sedang memperhatikan dirinya.
Merasa kurang puas dengan jawaban kinan,lantas irfan mencoba untuk mengalihkan ke dewa dan rena "pak dewa anda dan rena sepertinya mempunyai hubungan khusus ya,sehingga ibu saya merencenakan untuk mengundang kalian untuk makan malam"
Dewa yang mendengar kata kata irfan menjadi jengkel,lantas ia menjawabnya "ucapkan terima kasih kepada bu melinda dari ku"
tak lama kemudian hidangan yang dipesan pun datang.
"kinan,coba kau cicipi ini,ini bernutrisi dan sangat bagus untuk ibu hamil." ucap irfan sambil mengulurkan sesendok penuh makanan ke mulut kinan
"saya bisa mengambilnya sendiri irfan " ucap kinan menolak niat irfan menyuapinya
"sudah lah ayo..satu kali saja.." ucap irfan yang masih kekeh ingin menyuapi kinan,dengan sangat terpaksa akhirnya kinan menerimanya.
Setelahnya irfan mengamati dewa dan rena,lalu berkata "pak dewa anda sangat perhatian dengan rena,saya bisa lihat kalau anda juga sangat menyayanginya"
Rena tersenyum senang mendengar kata kata irfan.
Tapi dewa,ia mengerutkan keningnya lalu menatap kinan dengan mata gelapnya.
Kinan yang ditatap dewa langsung memalingkan mukanya dan pura pura tak melihat itu semua
Setelah menerima suapan dari sendok irfan,kinan tiba tiba merasa mual,sambil menutup mulutnya kinan berlari ketoilet.
__ADS_1
Setelah memuntahkan isinya kinan merasa lebih baik,lalu ia berbalik untuk kembali,
Kinan terkejut ketika melihat dewa berdiri didepan pintu menunggu dirinya
"kinan ayo kerumah sakit" ucap dewa dengan datar dan tidak ramah
"tidak" jawab kinan sambil berjalan melewati dewa
Dewa langsung mencekal lengan kinan,Kinan yang diperlakukan seperti itu langsung emosi dan membentak dewa "sudah ku bilang untuk jangan menyentuhku!"
"bukan kah aku sudah mengatakannya semalam,untuk jangan dekat dekat denganku,aku jijik.ingat itu"ucap kinan menambahkan
Seketika mata dewa berubah menjadi lebih gelap " kinanti apa kamu sadar,apa yang kamu lakukan itu??"
Kinan mencibir "tentu saja" lalu kinan menatap dewa sambil tertawa kecil seperti mengejek
"Dewa,kamu menyayangi rena,tapi kamu juga tak mau melepaskanku,kamu pikir aku akan mau diduakan,tidak!!"
jeda sebentar
"aku masih muda,masa depanku masih panjang,aku tak ingin menghabiskan waktuku hanya untuk menjadi motel dalam hidupmu," ucap kinan meluap luap
Kinan tahu kalau dewa sedang marah,tapi ia tak akan takut,dan kali ini dia harus bisa melawan dewa.
Setelah beberapa saat diam,akhirnya dewa bertanya dengan suara tak berdaya "apa yang kamu inginkan dari aku?!"
Kinan sedikit terkejut,lalu segera menjawabnya "tinggalkan salah satu dari kami"
Dewa menggeleng "itu tidak mungkin"
"tentu saja mungkin,kau bisa meninggalkan rena dan hidup bahagia denganku,kau berikan saja rena uang lalu kau suruh ia pergi sejauh mungkin dari_" ucap kinan terpotong
"kinanti,siapa kamu,dengan berani beraninya berkata seperti itu.." bentak rena yang tiba tiba datang dan memotong ucapan kinan
kinan langsung menghempaskan tangan dewa,kemudian maju dan menatap wajah rena,kinan tertawa kecil "siapa aku??" tanya rena sambil menunjuk dadanya,
"aku istrinya,dia tak mau menceraikan aku,dia tak bisa melepaskan aku,maka aku juga berhak untuk memberinya pilihan" ucap kinan lalu ia pergi menuju tempat semula dan mengambil tas untuk pulang.
Tapi malam ini kinan tak pulang kerumah,ia memilih untuk pulang keapartemennya sebelum menikah dengan dewa,
Kinan mempunyai sebuah apartemen dengan fani,selama menikah dengan dewa ia sama sekali belum pulang keapartemennya.Beruntung ada fani yang selalu memanggil petugas kebersihan tiap sepekan sekali,karena fani akan tinggal diapartemen ketika week end.
__ADS_1
Beberapa hari ini kinan pulang keapartemennya,ia juga sering mual mual untuk beberapa hari ini,sehingga ia bertanya kepada dokternya untuk minta obat anti mual.
Dan kinan meminta untuk diantarkan besok saja ketika dikantor.
Malam ini,setelah selesai menyiapkan dokumen untuk proyek audit perusahaan kinan langsung merebahkan badannya untuk segera tidur,supaya besok bisa bangun pagi.
Esok harinya kinan tiba dikantor pukul 08.00.karena akan ada pelelangan maka dirinya datang lebih pagi.
Sedangkan Rina,Ia udah datang lebih awal,
ketika rina melihat kedatangan kinan ia langsung buru buru menghadangnya dan memberikan dokumen beserta laptop kinan,lalu berkata dengan mendesak "bu kinan,mari langsung ke tempat pelelangan.."
Saat tiba dilift,kinan bertemu dengan reyhan dan juga dewa,
Ketika sadar melihat kinan,reyhan langsung memberikan bekal makan siang "ini sup ayam kampung,sangat bagus untuk kandunganmu"
Dewa yang melihat itu merasa jengkel dan panas.Ia tak rela jika kinan mendapatkan perhatian dari orang lain selain dirinya.
Dewa menahan amarahnya..
Setelah pertengkaran kinan dan dewa kemarin direstoran,mereka belum bertemu sama sekali.
begitu melihat kedatangan kinan,irfan langsung menghampirinya "kinan kamu sudah datang?!"
kinan hanya menganggukkan kepalanya,ia malu dengan sikap irfan yang sok akrab.
"bu kinan jika anda merasa pusing sebaiknya istirahat dulu saja " ucap rina karena melihat wajah kinan sedikit pucat.
"kamu perhatikan perusahaan lain juga,jika ada yang cocok kamu simpan proposalnya,aku ingin istirahat sebentar,," ucap kinan sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
Kinan beristirahat diruang tunggu,setelah mendengar persentasi dari beberapa perusahaan.
"apa yang terjadi denganmu,kenapa kamu terlihat pucat dan seperti kesakitan?" tanya irfan tiba tiba terdengar ditelinga kinan.
Kinan melirik irfan sebentar kemudian berkata "kenapa kamu ada disini,bagaimana dengan persentasimu??"
"aku kesini,karena mengkhawatirkanmu,"ucap irfan lalu melangkah dan berdiri dibelakang kinan.
Irfan memijit pelipis kinan,Kinan ingin menolak,tapi tenaga irfan lebih kuat,lagi pula pijatannya mengurangi rasa sakitĀ di kepalanya.
Setelah merasa benar benar sembuh sakit kepalanya kinan lantas menghentikan pijatan dari irfan dan berkata" aku sudah baik baik saja,pijatanmu sungguh enak.terima kasih "
__ADS_1