
Ke Esokan harinya
Mungkin karena perjalan bisnis kemarin yang melelahkan hingga kinan bangun kesiangan
Ketika kinan bangun dan duduk diranjang,Ia mengambil ponselnya yang ada diatas nakas samping tempat tidur,Ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Rina
Kinan langsung menghubungi balik Rina
"Bu rina gawat,semalam pak irfan mengadakan konferensi pers dengan beberapa awak media tentang berita yang beredar,sekarang banyak wartawan yang menunggumu dilantai bawah kantor" jelas Rina langsung mengatakan kejadian saat ini dikantornya
"emangnya apa yang dia ucapkan,sehingga banyak wartawan datang kekantor??tanya kinan penasaran
" ibu lihat saja diberita utama pagi ini,."saran Rina
"ok,aku akan membukanya dan kamu tenang saja aku tak akan datang kekantor hari ini ini,untuk irfan dia sudah dewasa,dia tahu apa yang harus dia lakukan.." ucap kinan dengan perasaan tak enak.
"apakah pak dewa dan ibu baik baik saja??" Tanya Rina khawatir
"kita baik baik saja," jawab kinan sambil mengangguk.
Kemudian mereka mengakhiri telponnya.
Kinan turun kebawah dan melihat yuni yang sedang mencuci sayuran,sambil celingak celinguk kinan bertanya "apakah dewa sudah berangkat kekantor??"
yuni yang terkejut karena tiba tiba mendengar suara kinan ketika dirinya sedang serius dengan sayurannya.langsung berbalik dan menatap kinan sambil tersenyum kemudian berkata "tuan sudah berangkat pagi pagi sekali,katanya ada sesuatu yang sangat penting yang harus segera diurus pagi ini."
"saya sudah membuatkan sup ikan untuk nyonya,ini sangat baik untuk baby dalam kandungan anda "
Kinan megangguk,kemudian duduk dan menyatap sup ikan yang telah disediakan oleh yuni.
__ADS_1
Saat kinan masih menikmati sup ikannya,fani menelponnya.
"ada apa??" tanya kinan sambil mengunyah makanannya
"aku melihat diberita tentangmu,dan itu terlalu mencolok,apakah kau tak khawatir akan sampai kehakim??" ucap fani penuh ketakutan
"aku akan menyelesaikan secepat mungkin,tenangkan dirimu,jangan banyak keluar rumah kalau tak terlalu penting," ucap kinan mencoba menenangkan fani
Setelah makan Kinan langsung keluar rumah,ia hanya melihat lihat tamannya yang sudah berbunga.
Ketika ia tengah menikmati teh nya sambil menikmati pemandangan yang indah dikebunnya,tiba tiba ia dikejutkan dengan kedatangan ibu nya irfan,Melinda.
Kinan merasa terkejut dengan kehadiran melinda,tapi ia tetap harus menampilkan senyumnya dan menyapa tamunya tersebut "bu melinda,maaf karena tak tahu kalau anda mau datang kegubugku ini,sekali lagi maaf,."
Melinda tersenyum,lalu berkata dengan lembut, "tak masalah,harusnya aku yang minta maaf,karena datang kesini tanpa memberitahumu terlebih dulu nona kinan"
Kinan langsung mempersilahkan Melinda untuk duduk ditaman,karena langit yang cerah ditambah angin yang sepoi sepoi,akan lebih terasa asri.tak lupa kinan meminta yuni untuk membuatkan jus jeruk serta beberapa camilan untuk tamunya
Melinda menggelengkan kepalanya lalu berkata dengan mata yang menatap pergelangan tangan kinan yang sedang mengambilkan jus jeruk dari nampan yang dibawa yuni " aku kesini untuk bertemu dengan nona kinan,nona kinan mempunya tahi lalat dipergelangan tangan,itu menandakan kalau tangan anda akan cocok memakai apa pun,dan mempunyai bentuk tulisan tanhan yang cantik"
"Bu melinda terlalu berlebihan,tangan anda lebih cantik dan terawat" jawab kinan sambil terkekeh
Lalu mereka mengobrol tentang kecantikan dan fashion.
Setelah perbincangan cukup lama kinan akhirnya bertanya "Kita sudah ngobrol cukup panjang dan banyak,kalau boleh tahu, ada apa ibu melinda mencari saya??"
Melinda meneguk jus jeruknya lalu berkata dengan suara datar "tak ada maksud apa apa,semenjak bertemu denganmu aku selalu memikirmu,seakan kita pernah bertemu sebelumnya,ya seperti ada kesamaan atau keakraban diantara kita dahulu."
Kinan menganggukkan kepalanya ketika mendengar kata kata Melinda barusan,lalu Ia menambahkan "pak irfan juga bilang,kalau kita mempunyai beberapa kesamaan,salah satunya warna mata kita,,dan saya menganggap itu hal yang wajar,karena didunia ini,saya pernah dengar kalau setiap orang mempunyai kembaran enam,"
__ADS_1
"ya,,apakah orang tua nyonya kinan masih ada??" tanya Melinda sambil tersenyum yang sebelumnya ia cukup tercengang mendengar jawaban dari kinan yang menganggap kesamaan mereka bukanlah hal yang serius,melainkan hal wajar.
Kinan menggelengkan kepalanya,lalu dengan ragu ragu dirinya menjawab "sejak kecil aku tinggal dengan nenekku,aku tak pernah tahu tentang orang tuaku,fotonya pun aku tak ada,dan nenekku tak pernah menceritakannya kepadaku,hanya kadang ketika tetanggaku melihatku pasti mereka akan berkata 'bersyukurlah nenek dewi menemukan dirimu,karena dirimu begitu mencolok dibanding anak yang lain',itulah yang sering orang orang katakan kepadaku"
"dimana nenekmu sekarang??!" tanya melinda dengan nada tak sabar jadi terkesan membentak
Kinan yang sedang menunduk langsung mendongakkan kepalanya karena kaget mendengar suara melinda yang seperti membentak.
Melinda langsung menyadari kalau dirinya berkata dengan suara seperti orang membentak,jadi dia langsung merubah nadanya,dengan datar dan senyum dia berkata "maaf,nona kinan jangan salah sangka,aku hanya penasaran jadi aku bertanya"
Setelahnya Melinda mengeluarkan sebuah undangan ditasnya,lalu berkata sambil mengulurkan undangan tersebut "aku akan mengadakan pesta kecil kecilan dirumahku,kuharap nona kinan dan pak dewa bisa menghadirinya,suatu kehormatan jika kalian bisa hadir.."
Kinan menerima undangan tersebut dan langsung membukanya,ternyata undangan ulang tahunnya,kinan mengira kalau pestanya sudah terjadi, lalu kinan berkata "saya kira pestanya sudah terjadi kemarin malam,ternyata baru akan diadakan malam ini??"
"Terima kasih bu melinda,saya akan usahakan datang,dan suatu kehormatan bagi saya telah anda undang." ucap kinan menambahkan sambil menatap Melinda dan menampilkan senyumnya.
Melinda tertawa, sambil menatap kinan,krmudian berkata "kalian menikah belum ada satu tahun,pasti hubungan kalian lagi manis manisnya.."
Karena kinan tak begitu mengenal melinda jadi dia hanya tersenyum menanggapi kata kata Melinda tersebut.
Tak berapa lam Melinda pamit untuk pulang,karena masih ada beberapa keperluan yang harus ia urus.
Setelah kepergian Melinda,Yuni datang menghampirinya lalu berkata,"apakah dia itu orang terkaya yang sering dibicarakan ditelevisi itu nyonya??"
"apakah kau mengenalnya??" tanya kinan yang terkejut dengan pertanyaan Yuni.
"tidak,aku tidak mengenalnya,aku hanya sering melihat beritanya dan beberapa kali ia muncul ditelivisi,dan saya denger denger dari tuan,kalau dirinya tengah mencari putrinya yang hilang dua puluh tahun lalu,mungkin sampai sekarang belum menemukannya" jawab yuni
"Yuni,kamu juga tahu kalau bu melinda sedang mencari putrinya,bukannya dia menutupinya dari publik kalau dirinya kehilangan putrinya??" tanya kinan penasaran
__ADS_1
"Dulu dia sering datang kerumah tuan wijaya dan bertanya kepada tuan wijaya,tentang kejadian dua puluh tahun lalu,dan tuan wijaya juga membantunya mencari,namun karena tak ada petunjuk tentang anak tersebut,tuan wijaya tak bisa menemukannya." ucap yuni,lalu ia membereskan meja bekas minum kinan dan juga melinda.
Kinan menganggukan kepalanya,Lalu tiba tiba hp nya berdering dan kinan melihat Id pemanggil tersebut,Kinan langsung merasa ketakutan,tanpa berpamit kepada yuni ia berlari menuju kamarnya,