Dewaku

Dewaku
bab 54


__ADS_3

Dewa bisakah kau menemaniku?aku ketakutan.." ucap Rena lemah lembut


"Dia sedang mandi,kau bisa menghubunginya nanti." jawab Kinan sambil menengok pintu kamar mandi yang tertutup


"Kinanti.." teriak Rena kesal,hilang sudah suara lemah lembutnya


"Kenapa kau menjawab telpon Dewa?Apa yang barusan kalian lakukakan??" tanya Rena dengan nada berteriak dan kesal


"Apa pun yang kita lakukan itu hak kami,kami pasangan yang sah.." Jawab Kinan mencoba memanas manasi Rena


"Lagian aku bilang,kau bisa menghubungi nya nanti kalau dia sudah selesai mandi.." tambah Kinan


"kinanti ,kamu sungguh tak tahu malu." maki rena


Kinan tertawa mendengar makian rena lalu berkata "aku kadang berfikir jika orang sepertimu itu orang yang licik, orang biasa sepertimu itu hanya bisa menangis dan membuat masalah,hanya bisa bergantung dengan orang lain,jika saja kau tak mempunyai abang yang sudah meninggal aku yakin,saat ini kau hidup seperti gelandangan.."


Lalu kinan menutup teleponnya sebelum rena membalas kata katanya.


Kinan menyingkirkan hp dewa,lalu mengurut pelipisnya dan mengangkat matanya,melihat dewa yang berdiri didepan pintu kamar mandi yang sedang menatap dirinya dengan mata gelapnya.


Kinan berkata "rena menelponmu,tapi karena kau masih dikamar mandi jadi aku mengangkatnya,dia memintamu datang untunk menemaninya"


"lalu apa jawabanmu.." tanya dewa santai sambil berjalan kearah kinan.


"aku menyuruhnya untuk menelponmu lagi nanti.." jawab kinan


Dewa tertawa sambil menyingkirkan anak rambut yang ada didahi kinan,lalu menyerahkan handuk kepada kinan untuk membantu dirinya mengeringkan badan dan juga rambutnya.


"kinanti,aku suamimu jadi kau berhak untuk marah ketika ada wanita lain meminta suamimu untuk menemaninya malam malam" ucap dewa


"kalau begitu,jangan tidur denganku malam ini,keluarlah.." ucap kinan sambil melemparkan handuk kesembarang arah.

__ADS_1


Dewa bingung,ia mengangkat kedua tangannya sambil mengendikkan bahunya,kemudian ia mengusap keningnya dan berkata dengan lemah lembut "kita itu suami istri,meskipun kita bertengkar kita tetap harus tidur disatu ranjang."


Kinan tahu kalau kata katanya tak akan didengar oleh dewa,makanya dia memilih untuk langsung tidur saja.


Dewa memeluk pinggang kinan lalu menariknya dalam pelukannya dan berkata "jangan buru buru tidur,,"


Dewa bangun lalu mengambil minyak urut,dan berbalik lagi menuju ranjang,kemudian ponselnya berdering dan tetnyata dari rena lagi,kemudian dewa menekan tombol jawab dan meloudspeker agar kinan juga ikut mendengarnya.


"rena,ada apa " tanya dewa dengan suara dingin


"Dewa,temani aku malam ini,aku tak bisa tinggal dirumah sebesar ini sendirian.." ucap rena dengan suara rendah


"telpon saja rendy,aku tak bisa meninggalkan istriku,,dia sedang hamil, kakinya mudah kecapekan dan bengkak jadi aku harus memijitnya setiap hari.." ucap dewa dengan tenang.kemudian langsung mematikan sambungan telpon sebelum rena menjawabnya.


Kinan menatap dewa tajam dan berkata ,"sejak kapan kakiku bengkak,aku baru hamil tiga berjalan empat bulan mana mungkin bisa bengkak?"


"iya tidak bengkak,ini hanya sedikit berlemak saja " ucap dewa dengan tersenyum sambil menekan nekan kaki kinan lalu memijitnya dengan lembut.


Pagi harinya ketika kinan bangun,dewa sudah tidak ada dikamar.


Setelah bersiap, kinan langsung turun kebawah.


Setelah menyelesaikan sarapannya kinan berangkat kekantor dengan mengendarai mobilnya sendiri.


Namun karena ia ada janji untuk bertemu dengan melinda dan juga anwar,ia menunda untuk pergi kekantor karena ia sudah ditunggu dikafe oleh dua paruh baya tersebut.


Saat kinan memasuki kafe,terlihat anwar sedang memandangi melinda penuh kasih sayang.


"sepertinya saya terlambat " ucap kinan sambil berjalan dan tersenyum


Melihat kinan yang datang,Melinda langsung tersenyum dan menepuk bangku disampingnya untuk diduduki kinan.

__ADS_1


Setelah kinan duduk melinda bertanya "nyonya kinan mau minum apa??"


Dengan senyum kinan menjawab "terserah bu melinda saja.."


"mocca dikafe ini cukup enak,apakah kamu mau??" Ucap Melinda mencoba memberi rekomendasi,


Dengan tersenyum kinan mengangguk dan berkata "terima kasih bu Melinda"


Anwar menatap wajah kinan dengan muram,kemudian ia menghela nafasnya dan berkata "Nona kinanti,kamu sungguh mirip dengan Melinda,pembawaanmu sangat tak ada bedanya dengan melinda ketika muda"


Kinan tak tahu harus menjawab apa,sehingga ia hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya,kemudian berkata "apa ada sesuatu yang ingin disampaikan dengan saya,sehingga kalian mengajakku bertemu?"


Melinda yang melihat sikap kinan yang to the point,langsung tersenyum dan berkata "nona kinanti ini,sangat mirip denganku,langsung kepada titik tujuan"


Anwar membuka mulutnya "Begini nona kinan,karena kami yaitu aku dan melinda merasa sangat familiar denganmu,seakan kita itu ada ikatan seperti orang tua dan anak" jeda sebentar "namun karena anak kami sudah ditemukan,maka kami secara pribadi,meminta mu untuk membicarakan masalah pernikahan."


Kinan yang tahu maksud dengan kata pernikahan,lantas menghela nafasnya dalam dalam dan berkata "bertemu dengan kalian berdua adalah sebuah keburuntungan bagiku,jadi mari kita bicarakan"


Wajah melinda berupa menjadi muram lalu berkata "nona kinan pasti tahu kan bagaimana hubungan dewa dan rena sebelumnya??"


Kinan tersenyum smirk dan berkata dalam hatinya "tebakanku tak meleset,mereka ingin menyatukan rena dan dewa."


Kinan menganggukkan kepalanya dan berkata "iya aku tahu,dan bu melinda ingin agar aku melepaskan pria yang kucintai yaitu suamiku Dewa, dan menyerahkannya untuk putriĀ  tersayang ibu yaitu rena bukan?"


Wajah Melinda dan juga anwar memerah karena malu.Melinda merasa bersalah dan berkata "Aku bisa memahami perasaan nona kinan,aku dan anwar sedikit memaksa untuk hal ini,karena kami sebagai orang tua hanya ingin melihat putrinya bahagia"


Kinan menganggukkan kepalanya lalu berkata "apakah kalian sudah membicarakannya dengan dewa?lalu apakah dewa setuju dengan keputusan kalian berdua ini,Dewa dan aku pasangan suami istri,tak peduli orang luar memandangnya seperti apa,dan apa yang kalian lakukan ini sangat tidak pantas." kinan menjeda kata katanya,lalu berkata lagi "Kalian melakukan ini karena ingin anak kalian bahagia?Lalu bagaimana dengan anakku?Apakah kalian pernah memikirkannya?Sebagai orang tua tak seharusnya memanjakan anaknya dengan cara yang salah."


Anwar langsung mengeluarkan kartu berwarna emas dan berkata "kamu tak usah memikirkan masa depan anakmu,Uang dikartu ini cukup untuk membeli rumah diibukota serta biaya hidup kalian selanjutnya.jika masih kurang kau bisa mengatakannya"


Kinan tersenyum,lantas menatap kartu emas tersebut dan berkata "ini sangat konyol,kalian merasakan bagaimna sakitnya berpisah dengan anak kalian rena,begitupun rena juga merasakan sakit saat berpisah dengan kalian,aku juga merasakan hal yang sama seperti rena berpisah dengan orang tuaku itu sangatlah tidak enak.Dan kalian tahu itu,tapi kenapa kalian memaksaku untuk memisahkan anakku dengan orang tuanya??dan asal kalian tahu,aku tak ingin melakukan hal yang sama seperti kalian,sakit!"

__ADS_1


__ADS_2