Dewaku

Dewaku
bab 55


__ADS_3

Melinda menghela nafasnya,kemudian berkata "Anwar dan aku tidak mempertimbangkannya terlebih dulu,nona kinan tak seharusnya memasukkannya kedalam hati.Orang tua akan kehilangan akalnya ketika itu menyangkut anak anak mereka"


Kinan mengangguk kemudian berkata."baiklah aku mengerti,dan aku telah mengatakan apa yang seharusnya kukatakan,dan aku rasa tak ada hal lain lagi yang perlu kita bicarakan."


"Dan tujuan kalian bertemu denganku juga sudah sangat jelas bagiku,maka dari itu,aku ijin pamit " ucap kinan sambil berdiri kemudian menyambar tasnya dan bersiap untuk melangkah.


Melinda langsung menghentikan kinan dan berkata didepan kinan dengan wajah serius sambil mengulurkan kartu "nona kinan ambillah ini,kamu masih sangat muda,kamu pasti mempunyai banyak kesempatan untuk memiliki anak,jika kamu mau menuruti permintaan kami,kami akan mengangkatmu sebagai putri kami,kamu akan memiliki kehidupan yang mewah seperti rena,kamu bisa mendapat kehidupan yang berkali kali lebih mewah kalau kau ingin melepaskan dewa,aku tau kau akan marah,tapi kami masih mengharapkanmu untuk itu"


Kinan tertawa terbahak bahak,kemudian berkata dengan sangat marah "aku berpikir kalau kalian ini orang berpendidikan,memahami dunia dan yang paling penting punya hati nurani.Dan kali ini kalian menampakkannya didepanku,semua sangat jelas.Dan asal kalian tahu,aku sama sekali tak menginginkan menjadi anak angkat kalian,bahkan sekalipun aku ini anak kandung kalian pun aku tak akan mengakui kalian sebagai orang tuaku,aku sang jijik dengan hal itu,jadi mulai sekarang jauhi saya"


Keluar dari kafe kinan langsung pergi keprusahaan.


Sesampainya dikantor,kinan memanggil rina,Melihat wajah rina yang muram kinan pun bertanya "kamu kenapa?"


Rina menghela nafasnya kemudian berkata "pak dewa ingi melihat masalah sutisna audit secara langsung,dan itu membuat kami sangat tertekan"


Kinan tertawa,kemudian ia berkata "kenapa harus tertekan,selama kalian mengerjakannya dengan baik,maka semua akan baik baik saja"


Teringat kejadian kemarin,kinan langsung berkata lagi "oh iya,apakah kemarin kau dijemput pacarmu?"


Rina terkejut,kemudian bertanya "apakah bu kinan melihatnya?"


"Pria dengan civic hitam itu,apakah dia pacarmu,dia sangat tampan.." ucap kinan dengan santai,namun itu membuat rina gugup.


Kinan tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa,lantas ia berkata "seorang wanita hamil sepertiku mana mungkin bisa merebut pacar orang,kemarin aku melihatnya secara tak sengaja,kenapa kau gugup?"


Rina tersenyum kemudian berkata "bukan begitu bu maksudnya,tapi selama ini saya tak pernah membicarakan hal pribadi dikantor,dan selama saya ngobrol sama teman teman wanita dikantor ini,kebanyakan mereka mengatakan tak bisa menikah  dan mempunyai anak dalam waktu lima tahun kedepan."


Kinan menganggukan kepalanya kemudian berkata "itu kan peraturan lama,setelah dewa memegang perusahaan ini peraturannya dihapus."

__ADS_1


Lalu kinan menyerahkan dokumen yang telah selesai ia proses kepada rina dan berkata "Silahkan kamu proses,untuk masalah sutisna audit,dewa sudah memintanya langsung untuk meninjau secara pribadi,jadi kamu tinggal membuat hasil laporannya saja"


"baik bu.." jawab rina sambil menganggukkan kepalanya kemudian berbalik dan pergi dari ruangan kinan.


Sambil melihat jam ditangannya kinan berkata "kenapa dewa tak datang untuk mengajakku makan siang?"


Tiba tiba pintu ruangannya dibuka dari luar dan masuklah reyhan dengan wajah panik dan langsung menyeret kinan.


"reyhan..apa apaan sih kamu,..jangan menyeretku seperti ini,aku lagi hamil.."ucap kinan sambil menatap wajah reyhan dan dengan terpaksa mengikuti langkah reyhan.


" Dewa mengalami kecelakaan mobil,dan sekarang ia dirawat dirumah sakit "ucap reyhan setelah masuk kedalam lift


"bagaimana bisa??bagaimana bisa dia mengalami kecelakaan mobil,sedangkan dia sangat mahir dalam mengemudikan kendaraan apalagi ia juga meraih juara nasional sebagai pengemudi terbaik,jadi mana mungkin ia bisa kecelakaan,sulit dipercaya??" ucap kinan tak percaya sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Kita sekarang lihat kondisinya dulu saja," jawab reyhan setelah keluar dari lift dan membukakan pintu mobil untuk kinan.


Reyhan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,sehingga tak membutuhkan waktu lama mereka sampai dirumah sakit.


Ketika sampai disana,sudah berdiri rendy didepan pintu ruangan tersebut,jadi reyhan bertanya dengan nada panik "apa yang terjadi dengan dewa??"


Rendy tak menjawab pertanyaan reyhan.tapi ia menatap kinan dengan canggung dan kemudian menggerakkan matanya menuju koridor.


Kinan mengikuti arah pandang rendy,lalu ia terkejut karena disana ia melihat rena dengan rambut kusut,dan tangannya juga terluka,rena terlihat seperti sedang malu.


"aku tak tahu kejadiannya seperti apa,karena aku tak ada ditkp,"jawab rendy sambil berjalan mendekati rena


"ah..tak usah dicari tahu lagi,pasti dewa dan rena sedang berduaan,ah sudahlah..." ucap kinan dalam hati


"keluarga pasien.." seorang dokter keluar dari ruangan sambil membawa buku rekam medis

__ADS_1


"bagaimana,apakah dewa baik baik saja?" tanya rena sambil bangkit dari duduknya dengan cepat.


Kemudian reyhan bertanya dengan nada tenang "bagaimana keadaan pasien??"


"kepalanya terbentur sehingga pasien koma,dan juga tulang rusuknya tertusuk pecahan kaca,jadi kami akan melakukan tindakan operasi,dan kami memerlukan tanda tangan dari keluarga pasien,siapa diantara kalian yang akan menandatangani sebagai keluarganya."ucap dokter tersebut sambil menyerahkan dokumen untuk ditanda tangani


" saya akan menandatanganinya"ucap rena dengan terburu buru


"ada hubungan apa anda dengan pasien??" tanya dokter tersebut.


Rina hanya menggigit bibirnya karena tak bisa menjawab.


Kinan yang melihat itu langsung berkata sambil bersedekap" apakah tanda tangan dari kekasih pasien tak bisa diterima dengan sah??"


"pasien dalam keadaan kritis,tak seharusnya kalian mempermainkan prosedur rumah sakit,karena ini perkara serius,kami tak akan menerima tanda tangan kecuali dari keluarga pasien,entah itu orang tua,istri atau paman kandungnya"jawab dokter tersebut dengan wajah serius


"apakah ada dokumen lain yang harus aku tanda tangani?" ucap kinan dengan ekspresi dingin setelah ia mengambil dokumen tersebut dari tangan dokter dan menanda tangani.


"apa hubungan anda anda dengan pasien??" tanya dokter tersebut dengan wajah terkejut


"saya istrinya" jawab kinan


"kalau tak ada lagi yang harus aku tanda tangani,aku akan kembali lagi kekantor,ada banyak kerjaan yang harus segera kuselesaikan.." ucap kinan denga suara datar


Dokter tersebut memandang rena dan kinan secara bergantian kemudian berkata "selanjutnya perlu menjalani prosedur rawat inap,karena anda istri pasien,sebaiknya anda menunggu dan merawat pasien"


Dengan sedikit kesal kinan berkata " apakah pasien akan mati,jika aku pergi??"


Semua orang langsung menatap kinan dan terkejut karena mendengar kata katanya.

__ADS_1


Kemudian dokter berkata  sambil tersenyum "tidak nyonya,tidak,lukanya tak seserius itu,ini hanya lah luka pada kulitnya saja,"


"baik..." ucap kinan lalu menandatangani prosedur untuk rawat inap,dan setelahnya ia menyerahkan kepada reyhan.


__ADS_2