Dewaku

Dewaku
bab 8


__ADS_3

Apakah nyonya kinan tidak akan menjelaskan kepada tuan dewa,tentang kejadian barusan??" tanya yuni tiba tiba berdiri disamping kinan, yuni melihat kejadian yang sebenarnya seperti apa setelah mengantar teh hangat pesanan tuannya dan mengantar keruangan dewa


Kinan yang terkejut lantas menengok kesamping,dan dengan tenang berkata"apa yang harus dijelaskan mbak yun.."


"bagaimana kalau tuan dewa marah dan menuduh anda yang mencelakai nona rena"tanya yuni yang mengkhawatirkan kinan


Kinan menunduk..rasa pahit terus menyelimutinya" siapa yang melakukan tidaklah penting mbak yun,yang terpenting adalah rena terluka,dan mungkin juga akan kehilangan bayinya,maka harus ada orang yang bertanggung jawab"ucap kinan kemudian


"ya sudah kalau begitu nyonya,saya permisi kebawah untuk membersihkan darah tersebut," pamit yuni sambil berlalu dan turun kebawah dengan hati hati.


Kinan pun akhirnya memilih untuk segera pergi kekediaman mertuanya,perjalanan dari rumahnya ke kediaman mertuanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam.Ia mengendarai mobilnya sendiri.


Sesampainya kinan disana,tamu yang akan mendoakan mertuanya belum terlalu banyak yang datang


Kinan langsung masuk kedalam rumah dan bertemu dengan tante vina adik ipar papa mertua.


"kinan,,jadi ini kelakuan menantu kesayangan arum dan kebanggan mas wijaya,datang terlambat diacara doa mertuanya,kasihan sekali mas wijaya...ck ck ck..sebagai menantu harusnya kamu datang lebih awal bukan_"


"tante,,tante sebagai tamu harusnya sopan terhadap tamu yang lainnya,," ucap kinan memotong perkataan tante vina sambil berlalu dari hadapannya.


Kinan tahu,keluarga dari papa mertuanya tak ada yang menyukai dirinya,karena sebagai menantu yang baru menikah dengan dewa ia sudah diberi saham sebesar lima puluh persen di Perusahaan Wijaya Group, Rumah yang mewah beserta isinya serta mobil keluaran terbaru dengan lambang kuda jingkrak.Sehingga keluarga papa mertuanya merasa iri kepadanya.


"kemana dewa nak,," tanya mertuanya tiba tiba sudah berdiri disampingnya,Kinan yang sedang berdoa dengan khusuk pun mrnengok kearah mama mertuanya sebentar,kemudian kembali berdoa,ia sudah tidak bisa sekhusuk tadi,ia tengah mencari alasan yang tepat untuk  menjawab pertanyaan arum mama mertuanya.

__ADS_1


karena kinan tak segera menjawab,mertuanya berinisiatif menjawabnya sendiri"mama tahu,dewa tak akan datang keacara ini,bahkan mungkin tak akan datang keacara pemakaman ayahnya,jadi kamu tak perlu mencari jawaban untuk pertanyaan mama ini.."ucap arum lalu ia memulai berdoa untuk suami tercintanya


Kinan bertanya tanya dalam hati"kenapa mama bisa bicara seperti itu,sebenarnya ada masalah apa antara mereka??"


Karena papa mertuanya orang terkenal ditambah mama mertua yang aktif dengan kegiatan sosialnya,maka tak heran jika banyak tamu yang datang diacara ini,kinan menyapa tamu diaula setelah selesai berdoa.


sedangkan mama mertuanya,kinan menyuruhnya untuk istirahat aja,dan syukurnya mertuanya tak membantah.


"nona kinan.." panggil pak arnold orang kepercayaan papa mertuanya yang berumur sekitar lima puluh delapan tahunan


"iya pak,," sahut kinan sopan


"ini peninggalan bapak wijaya untuk nona kinan." ucap arnold sambil menyerahkan kotak yang ia bawa.


"buka saja nanti dirumah,sebenarnya beliau akan memberikannya sendiri dalam minggu ini,tapi takdir berkata lain..." ucap arnold dengan wajah sedihnya,.


Setelah diam beberapa saat arnold melanjutkan lagi"sebenarnya pak wijaya sudah tahu,kalau nona rena selalu menghasutmu untuk bercerai dengan dewa,makanya beliau memberikan surat ini untuk nona kinan baca,bapak wijaya takut kalau nona kinan terpengaruh oleh hasutan nona rena,karena dari awal pak wijaya tak pernah menyukai rena entah karena alasan apa..."arnold kembali diam,dan setelahnya ia menambahkan lagi."bapak wijaya sangat berharap,kamu dan dewa segera melahirkan keturunan wijaya.karena beliau berharap kamu dan keturun mulah yang mewarisi semua bisnis beliau.,jaga selalu kesehatanmu,aku pamit untuk menyapa tamu tamu yang datang untuk mendoakan pak wijaya,."ucap arnold lalu pergi dan benar benar menyapa tamu tamu yang mulai berdatangan.


Kinan kembali teringat oleh kata kata pak arnold tentang keturunan,apakah dirinya akan segera hamil,atau...


"ah itu semua sungguh sulit untuk sekarang ini.." lirih kinan.


Setelah acara doa selesai,dan tamu tamu sudah pada pulang,,tante vina dan suaminya om danu mendatangi kinan.

__ADS_1


"kinan,kamu harus memberitahu dewa,kalau orang yang sudah meninggal tak bisa dibangkitkan lagi,tak seharusnya dewa membenci atau dendam dengan ayahnya,apa lagi mas wijaya tak punya hutang apa pun" ucap danu kemudian berlalu dari hadapan kinan


"Dasar anak tak tau balas budi,hanya karna masalah sepele,ayahnya meninggal pun tak ia datangi.." ucap vina menyindir suami kinan yaitu dewa lalu berlalu menyusul danu.


"ini sudah larut,dan juga sudah waktunya pulang,apakah nona kinan mau tidur disini menemani nyonya arum atau mau pulang biar saya antar.." ucap alvin yang tiba tiba sudah betdiri disamping kinan.


Kinan hanya menoleh sebentar kearah alvin,tanpa menjawab pertanyaan alvin lalu ia berjalan kearah peti dimana papa mertuanya tidur


"paa..yang tenang yaa,aku mau naik untuk istirahat sebentar dan menemani mama,.besok kita bertemu lagi untuk terakhir kalinya aku bisa menatap wajahmu secara langsung" ucap kinan lalu menunduk memberi hormat dan berbalik untuk pergi kelantai atas.


"aku akan tidur disini untuk menemani mama,kamu siapkan saja satu stel baju untuk ku kenakan besok pada acara pemakaman.." ucap kinan sebelum benar benar naik kelantai dua.


Setelah mendengar jawaban kinan,alvin pamit untuk pulang dan menyiap kan baju untuk acara pemakaman  besok.


diperjalanan ia menghubungi dewa untuk melaporkan detail acara yang telah berlangsung malam ini,ia juga mengabarkan keaadaan ibunya,yang terus menanyakan dirinya,yang tak hadir.


Dan juga kinan yang menjadi bulan bulanan tante dan juga keluarga besarnya karena datang terlambat ditambah tak hadirnya dirinya diacara tersebut.Serta informasi kalau kinan bertemu dengan arnold pengacara pak wijaya yang memberikan kotak berisi surat wasiat untuk kinan,


Sedangkan dewa yang masih dirumah sakit karena menunggui rena yang dirawat akibat jatuh dari tangga.


Akibat kejadian tersebut,Rena harus kehilangan bayinya yang masih berumur delapan minggu didalam kandunganya.


Rena yang terus menangis dan menyalahkan kinan karena kehilangan bayinya,ia mengancam dewa akan melaporkan kinan kekepolisian jika dewa tak segera mennceraikan kinan.

__ADS_1


Dewa yang tak tahu harus berbuat apa hanya bisa menenangkan rena,ia tak rela jika sampai istrinya disakiti,ia mau melakukan apa pun asal jangan sampai kinan yang disakiti.Tapi tidak dengan bercerai,.sehingga ketika rena meminta dewa untuk membiarkan kinan menjadi perawatnya selama ia sakit,dewa mengiyakan permintaan itu asal jangan meminta dirinya bercerai dengan kinan atau melaporkan kinan.


__ADS_2