
Kinan membiarkan perasaanya meluap saat berada dipelukan Dewa.Semua keburukannya ia tunjukkan didepan Dewa.
Dewa mengulurkan tangannya menyentuh wajah Kinan lalu menciumnya penuh kasih didepan Rena.
Lalu Dewa membopong Kinan dan membawanya masuk.Ketika berjalan dia berpapasan dengan Yuni yang berjalan tergesa untuk keluar.
"Panggilkan taksi untuk Rena.." Perintah Dewa dan diangguki oleh Yuni
"Dewa..." Panggil Rena dengan wajah pucat memandang Dewa dan Kinan yang pergi meninggalkann dirinya
"Pergilah ..." Usir Dewa dengan suara ketus tanpa menoleh dan berjalan pergi meninggalkan Rena
"Nona Rena,taksinya sudah datang,silahkan pergi dari sini" Yuni berkata dengan nada tak suka
Rena menatap yuni dengan mata berkaca kaca,dengan sangat terpaksa Rena meninggalkan Rumah Kinan dan Dewa
Setelah sampai dikamar Dewa langsung membaringkan Kinan,lalu mencium kening Kinan dan menyelimutinya.
Setelahnya Dewa ikut berbaring disamping Kinan,
Hp Dewa terus berdering dan ketika Kinan melihatnya ternyata itu telpon dari Rena.
Dewa hanya meliriknya namun tak ia angkat.Karena tak diangkat oleh Dewa.Rena mengirimkan pesan yang Kinan ikut membaca isinya "Dewa,tolong aku,disini ada hujan dan juga petir,,Dewa aku mohon, aku sangat ketakutan.."
Dewa hanya membacanya,tapi tidak ia balas.
Lalu dewa beranjak dari duduknya dan hp nya ditinggal dinakas,ia pergi kebalkon sambil merokok.
Mungkin karena kelelahan Kinan akhirnya tertidur
Dan dia terbangun karena suara guntur yang menggelegar.
Kinan meraba disampingnya dan ternyata Dewa tak ada disisinya.Ia langsung bangun dan mencari Dewa kelantai satu tanpa alas kaki.
Rena datang dengan gaun yang sudah basah dan juga matanya memerah.
"Pergi!" Usir Dewa kepada Rena
"Tidak!" Jawab Rena sambil meringkuk,lalu ia menambahkan "Kamu tahu kan kalau aku sangat takut petir?"
__ADS_1
Setelah diam beberapa saat Dewa kemudian berkata "Mandilah!"
"Tapi bagaimana dengan baju gantiku?"Tanya Rena setelah menganggukan kepalanya.
"Yang kau bawa kemarin masih ada dikamar tamu.." Balas Dewa
Rena mengangguk lalu pergi kekamar tamu.
Kinan berdiri dipuncak tangga mengawasi percakapan Dewa dan Rena.
Kinan yang tidak tahu kalau Rena meninggalkan satu set pakaiannya dirumah ini merasa kecolongan,
"Aduuhhh.." Tiba tiba terdengar suara Rena yang mengaduh.
Dewa yang mendengarnya,secara sepontan ia berjalan kearah kamar tamu,untuk menengoknya,namun tiba tiba ia menghentikan langkahnya lalu mendongak menatap ke atas tangga yang disana Kinan berdiri melihatnya.Dewa yang merasa serba salah langsung bertanya dengan nada yang susah dijelaskan "Kamu sudah bangun??"
Kinan hanya menganggukan kepalanya,hatinya terasa sakit melihat Dewa yang akan menemui Rena yang mungkin terjatuh.Laalu berkata.."Pergilah!"
"Kinanti.." panggil Dewa lirih
"Aku bilang pergi" Ucap Kinan dengan keras lalu dirinya pergi meninggalkan Dewa dan masuk kedalam kamarnya.
Kinan merasa dinginnya air hujan serta angin yang menimpa tubuhnya tak seberapa dibanding sakit hatinya yang ditorehkan oleh sikap Dewa.
Kinan berjongkok,sambil membenamkan wajah nya diantara kedua kakinya,dengan tangannya yang melingkari pinggangnya,ia membiarkan tubuhnya tertimpa hujan,meskipun dirinya sudah menggigil kedinginan.
"Semuanya bohong,.." Ucap Kinan dengan bibir bergetar sambil terisak.
Karena terlalu lama diluar dan dibawahnya air hujan yang membasahi bajunya,kinan merasa kepalanya begitu berat,tubuhnya seakan mati rasa.
"Kenapa kau begitu senang menyiksaku.." Ucap Dewa dengan suara serak seperti habis menangis yang tiba tiba datang lalu membopong Kinan dan membawanya kekamar mandi.
Dengan bibir bergetar Kinan bertanya sambil menatap wajah Dewa "Apa kah kamu bahagia?"
Dengan mengerutkan alisnya Dewa berkata dengan suara tak berdaya "Kinanti,ada beberapa tanggung jawab yang tak bisa kuabaikan,tolong jangan menyiksaku dengan melakukan hal seperti ini terhadap tubuhmu dan juga bayi kita"
Air mata kinan mengalir semakin deras.Ia diam untuk beberapa saat kemudian bergumam "Aku tak menyiksamu,aku sedang merasakan kesakitan karena ulahmu"
Setelah sampai dikamar mandi.Dewa langsung menyalakan keran dan melepaskan baju Kinan yang sudah basah kuyup.
__ADS_1
Dewa memandikan Kinan penuh kasih sayang,
Setelah selesai memandikan Kinan.Dewa membalut tubuh Kinan dengan handuk lalu mengangkatnya keluar dan mendudukkan nya dikursi.
Dewa mengambilkan pakaian seterusnya ia memakaikannya,dilanjutkan dengan nengeringkan rambut Kinan.
"Sudah selesai.." Ucap Dewa lalu mematikan hair dryer
"Ayo kebawah.." Ajak Dewa dengan langsung mengangkat tubuh Kinan tanpa menunggu respon dari Kinan terlebih dulu.
Disofa ruang tamu sudah ada Rena dan juga Rendy, Kinan menatap Dewa lalu bertanya "Untuk apa kau membawaku dihadapan mereka?"
Dewa tak menjawab,ia menuruni tangga dengan hati hati,karena ia membawa Kinan.
Rena yang melihat Dewa membopong Kinan,merasa cemburu dan mengerucutkan bibirnya.
Setelah mendudukan Kinan disofa,tiba tiba Rena menyeret Dewa dan bertanya dengan mata berkaca kaca"Dewa,,apakah kamu akan meninggalkan aku sendirian,aku sudah tak punya abang,aku hidup hanya punya dirimu"
"cuiih...Drama lagi.." Ucap Kinan lirih
"Rena pulanglah dengan Rendy dan berhentilah mengacaukan kehidupan rumah tanggaku" Ucap Dewa dengan nada rendah,karena tak suka dengan tingkah Rena.
Rendy pun menimpali dengan nada yang sama dengan dewa, "Rena,pulanglah denganku,aku akan mengantarmu pulang,tak baik malam malam begini bertamu kerumah orang yang sudah berkeluarga,"Ia sejujurnya lelah melihat tingkah rena yang selalu ingin dinomor satukan
Hati Rena merasa hancur,dengan suara serak ia berkata" Apakah kalian berniat meninggalkaanku setelah abangku pergi?Apa ini sifat asli kalian,kalian membenciku??kalian tak ingin direpotkan lagi olehku??"
Kinan yang melihat drama Rena tersebut merasa senang dan tersenyum.
Rena yang melihat senyum Kinan langsung menatapnya dan berkata "Apa yang kamu tertawakan?Apakah sekarang kamu merasa puas karena apa yang kamu inginkan sudah kamu dapatkan??"
"Emangnya apa yang aku inginkan??Lalu apa yang aku dapatkan??"Tanya Kinan lalu ia tertawa terbahak bahak
"Dengan kesertaanmu ini,apakah aku jadi mendapatkan pernikahan yang sangat didambakan para perempuan,yaitu pasangan yang setia??" Tanya Kinan sambil melirik Dewa
"Kamu salah nona Rena,karena kesertaanmu ini,aku mendapatkan suami yang tak setia,karena kamu mempunyai abang yang sudah meninggal kamu jadi mendapatkan perhatian dari Dewa,bahkan lebih besar perhatiannya tercurahkan kepadamu dibanding aku sebagai istrinya.Dan karena kamu juga,aku jadi tak bisa mengumumkan kehamilanku karena kau terus mengancamku.Dan kamu lebih hebat dariku karena abangmu mu yang sudah meninggal itu membuatmu bisa menghancurkan rumah tangga orang lain" Ucap Kinan penuh dengan emosi.
"Omong kosong apa ini kinan??!" Tanya Rena tak terima, sambil memelototkan matanya karena terkejut ketika Kinan mengetahui senjatanya.
Kinan mencibir lalu berkata "Omong kosong kamu bilang?Dirumah ini banyak kaca kalau kau ingin ngaca!Kamu tahu ini rumah siapa?Tak seharusnya kau bertingkah sombong seperti tuan rumah dirumahku."
__ADS_1