
"Siapa yang tidak marah,kalau suaminya lebih perhatian kewanita lain,dan yang sering saya dengar,nona rena ini wanita simpanan pak dewa.."ucap seorang wanita berbadan tambun
" ya..apalagi sekarang sipelakor itu ternyata anak dari orang terpandang seperti pak anwar dan bu melinda,suatu saat pasti dia akan memisahkan dewa dan kinan"
"kalau aku jadi kinan sih,mending tak tinggalin itu sidewa,laki laki tak tegas,mana cantikan kinan kemana mana dibanding sipelakor.."
Suara suara sumbang terus menggema,kinan yang tak tahan memilih pergi.
Kinan memilih pulang dengan jalan kaki,Ia melepaskan high hellsnya,lalu berjalan sambil mengangkat roknya.
Setelah beberapa saat ada mobil berjalan dengan lambat mengikutinya.Kinan tak tahu itu siapa,ia terus berjalan tanpa menoleh kebelakang,
Karena lelah berjalan dan ingin tahu siapa orang didalam mobil yang terus mengikutinya tersebut,Kinan memilih duduk dipinggir jalan diatas rerumputan.
Kinan memandang langit yang penuh bintang gemerlapan,beberapa detik kemudian seseorang duduk disampingnya dan ikut memandang langit lalu bertanya tanpa menoleh "kamu percaya gak,kalau aku telah berubah??"
Kinan menjawab tanpa menoleh,karena ia tahu siapa orang tersebut dari suaranya "aku tak tahu.."
Hakim menjawab dengan suara tak berdaya "aku kesepian menjalani hidup sendirian,aku ingin hidupku selalu ramai seperti dulu saat masih bersamamu,selalu penuh canda tawa mu"
"aku tak bisa,aku masih selalu teringat kejadian yang telah lalu itu..aku belum siap untuk mati" ucap kinan dengan suara datar
"aku tak akan membiarkanmu mati kinan,kamu masih punya masa depan yang panjang,,tinggalkan dewa,dewa tak pantas untukmu,hiduplah bersamaku,kamu akan bahagia,aku akan mencarikan lelaki yang benar benar mencintaimu dengan tulus.." ucap hakim penuh semangat.
Kinan terkekeh,kemudian berkata "aku bahkan tak ingin hidup,.,Hakim tinggalkan aku,biarkan aku menjalani hidupku dengan tenang,aku sudah cukup banyak masalah jangan kau tambah lagi."
Hakim menjawab dengan suara serak dan mata buram tak berdaya "aku sudah menjalani hidupku selama lima tahun tanpamu,hidupku tak ada artinya tanpa ada nya dirimu kinan"
Karena lelah,kinan bangun lalu berkata "antarkan aku pulang!!"
Sesampainya didepan rumah,hakim tak segera membuka pintu mobilnya.
"Hakim buka pintunya .." ucap kinan sambil berusaha membuka pintu yang masih dikunci oleh hakim
"menurutmu,apa yang akan dewa lakukan ketika melihat kita lama didalam mobil?" jawab hakim santai mengabaikan permintaan kinan sambil menatap kedepan rumah yang disana sudah ada dewa berdiri dengan wajah muram
"kamu lihat dewa sudah ada dirumah,kenapa ia tak menunggui wanita kesayangannya itu,.?" tambah hakim sambil mengerutkan alisnya.
"hakim,hentikan..aku sudah lelah ingin segera tidur " ucap kinan dengan suara merendah
__ADS_1
Melihat dewa yang terus memperhatikan mobilnya,hakim tertawa..lalu berkata "menurutmu,bagaimana reaksi dewa saat aku menciummu.."
"gak usah macam macam hakim,." ucap kinan sambil menjauh dari hakim
Hakim langsung mencium pipi kinan,lalu melengkungkan bibirnya setelahnya,dan tersenyum senang ketika melihat bahwa dewa melihat aksinya yang sedang mencium kinan.
"kinanti,ternyata dewa memang tak pernah mencintaimu,lihat dia bahkan tak peduli melihatmu dicium pria lain.." ucap hakim sambil tersenyum mengejek,karena melihat dewa memilih masuk kedalam rumah dan meninggalkan mereka
"buka pintunya.." ucap kinan,namun lagi lagi tak dipedulikan oleh hakim.
"kinanti,ayolah pergi,tinggalkan dewa dan kita hidup seperti dulu lagi.." ucap hakim
"buka pintunya." pinta kinan lagi yang sudah habis kesabaran.
"biarkan aku pergi_." belum usai kinan menambahkan kata katanya tiba tiba terdengar suara keras lalu retakan kaca.
kinan dan hakim langsung terkejut dan menoleh kesumber suara,Ternyata kaca jendela mobil hakim retak,karena dipukul oleh dewa menggunakan palu godam.
Setelah tahu kalau kaca mobilnya sudah pecah hakim hanya memandangnya dengan acuh tak acuh.
Lalu tangan dewa masuk dan membuka kunci mobil.Dan akhirnya kinan bisa keluar dari mobil hakim.
Dewa menjawab dengan senyum tipisnya "ya"
Yuni berlari keluar dengan tergopoh gopoh karena mendengar suara benturan yang cukup keras.
Melihat kinan dan juga dewa berdiri didepan mobil yang didalamnya ada orang asing serta jendelanya telah hancur,yuni khawatir dan bertanya "apakah saya perlu melapor ke polisi??"
Dewa menjawab sambil melepas jassnya "tidak perlu,ambilkan saja kursi untuk istriku,biarkan dia menontonku duel.."
kinan mengerutkan alisnya,lalu berkata dengan kesal sambil menatap dewa "aku tak akan menontonnya,tak baik untuk calon anakku,jangan melukai dirimu,aku akan menunggumu didalam.."
Dewa tersenyum,sambil menatap kinan dia berkata "baiklah,tunggu aku didalam"
Kinan langsung masuk kedalam tanpa peduli apalagi niat untuk melerai keduanya.
Sesampainya diruang tamu,yuni melihat kinan dengan gugup.
Kinan mengerutkan alisnya lalu bertanya "ada apa?"
__ADS_1
"tidak ada apa apa,nyonya belum makan apa pun kan diperjamuan tadi,,??" tanya yuni sambil membawa kinan keruang makan
"bagaimana kau tahu,kalau aku tak makan apa pun??" tanya kinan keheranan.
"pak dewa yang bilang,katanya nyonya tak makan apa apa,jadi saya disuruh untuk membuatkan masakan untuk nyonya,karena nyonya pasti kelaparan begitu sampai rumah" ucap yuni sambil mengeluarkan sup ayam dan perkedel.
Terdengar suara perkelahian antara hakim dan dewa,tapi kinan hanya menggelengkan kepalanya dan terus menikmati makannya.
Ia tak peduli dengan dewa atau pun hakim,toh tak mungkin keduanya mati karena saling adu pukul itulah yang ada dipikiran kinan.
Sedangkan yuni dari tadi terlihat resah dan penuh kekhawatiran,kinan yang melihatnya memilih tak ingin bertanya.
Setelah sekitar setengah jam,terdengar suara mobil meninggalkan rumahnya,dan tak lama kemudian dewa masuk.
"oh,kenapa sampai terluka seperti ini tuan..??" tanya yuni panik lalu berlari mengambil kotak p3k
Kinan yang mendengar itu tak menoleh sama sekali,ia lebih memilih untuk segera menyelesaikan makannya dan pergi istirahat
Setelah merasa kenyang kinan beranjak dari duduknya,ia menatap dewa dan meneliti wajahnya yang terluka diujung bibirnya,lalu menatap yuni yang sedang memegang kotak p3k,ia berkata "ini sudah larut,aku merasa capek,aku naik dan ingin istirahat"
Yuni terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut kinan.
Sedangkan dewa,dia hanya mampu menatap kepergian kinan dengan dalam.
Kinan memilih tak memperdulikan dewa,karena ia tak mau berujung sakit hati karena kepedulianya tersebut.
Ketika kinan keluar dari kamar mandi,dewa tengah berdiri dibalkon sambil merokok.Dewa merasa kesepian dan kedinginan.
Ia tahu kalau dirinya salah,ia lebih memilih menolong rena ketimbang menolong kinan yang jelas jelas ia lihat sendiri kejadiannya seperti apa.
Ia juga tak tahu kenapa dirinya reflek menolong rena,apakah dirinya menyesal??tentu dewa menyesal.
Tapi apa arti sebuah penyesalan,itu tak akan bisa mengulang kejadian yang telah terjadi.
Kinan hanya melihat dewa sekilas,ia memilih untuk duduk dimeja rias untuk melakukan perawatan kulit wajah dan tubuhnya.
Kinan berusaha tak peduli dengan seberapa banyak rokok yang telah dewa habiskan.Ketika dewa masuk ia hanya menatap kinan dan tersenyum hangat lalu masuk kekamar mandi.
Setelah mengeringkan rambutnya kinan langsung pergi tidur.
__ADS_1