
Sesampainya dirumah kinan langsung memarkirkan mobilnya dan membangunkan dewa,Dewa yang masih setengah sadar berjalan dengan dirangkul oleh kinan sampai kamar.
Lalu kinan melepas sepatu yang dikenakan dewa dan menaruhnya dirak sepatu,dan menggantikan baju dewa dengan baju rumahan dibantu oleh dewa yang setengah sadar,,setelah selesai mengurus dewa kinan langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
baru kemudian dirinya tidur disamping dewa.
Pagi harinya dewa bangun lebih awal,
karena asisten rumah tangga mereka mbak yuni sedang pulang kampung, maka dewa inisiatif membuat sarapan untuk dirinya dan juga kinan.
Dewa hanya memasak nasi goreng dan telor mata sapi.
"aku kira kamu udah pergi wa...." tanya kinan tiba tiba yang muncul dari tangga menuju dapur untuk membuat susu ibu hamil
Dewa tersenyum lalu menyodorkan segelas susu kepada kinan "pergi kemana emangnya,," tanya dewa sambil mengacak acak rambut kinan penuh rasa cinta di matanya.
kinan hanya mengendikkan bahu sambil menerima susu yang telah dibuatkan oleh dewa untuk nya.."mana aku tahu,kamu kan gak pernah pamit denganku mau pergi kemana,setiap pagi ketika aku bangun pasti kamu sudah gak ada didepan mataku,,"kinan menjeda sebentar.." mungkin saja kamu menemui rena atau meeting pagi dengan klien penting,.."lanjut rena sambil duduk dikursi meja makan yang sebelumnya telah ditarik oleh dewa untuk nya
Dewa langsung menggaruk tengkuknya karena merasa telah keterlaluan selama ini,dia pergi sesuka hati tanpa pamit dengan istrinya,,tapi sesungguhnya dia hanya berusaha untuk membuat kinan nyaman saja...
"maaf, jika selama ini aku kurang memperhatikan adanya dirimu,mulai sekarang,aku akan bilang kemanapun aku akan pergi,dan akan lebih memperhatikan dirimu,di banding siapa pun dan apa pun, kalian lebih berhak atas semuanya.."ucap dewa sambil menyingkirkan rambut kinan yang menutupi pipi kinan lalu mengelus elus pipi kinan.
__ADS_1
" lebih dari siapa pun,termasuk lebih dari rena,,dan apa pun termasuk kepentingan rena??"tanya kinan ragu
"sudah yo..habisin susunya,,akan aku ambilkan nasi goreng dengan telor mata sapi untuk sarapan kita.." ucap dewa tanpa menjawab pertanyaan kinan sambil beranjak dari duduknya menuju dapur
Kinan yang sadar kalau dirinya tak kan mempunyai hak lebih atas dewa dibanding rena,,Dirinya sadar kalau di hidup dewa hanya ada rena,rena dan rena,,barulah ia dan bayinya.
"apakah keputusanku salah,karena mempertahankan rumah tangga ini,.." lirih kinan sambil menunduk menatap perutnya yang masih rata lalau mengelusnya.
"kenapa,sakit perutnya atau dedeknya nakal.." tanya dewa sambil menghidangkan dua piring nasi goreng yang sudah diisi telur diatasnya.
Kinan mendongak dan menatap dewa" apa kah kamu bisa menemaniku periksa kedokter kandungan untuk hari ini??" tanya kinan,
"kamu gak usah banyak pikiran,tentu saja aku akan menemanimu tanpa kau minta pun...sudah ayo makan.." ucap dewa sambil menyodorkan sesendok nasi goreng kepada kinan dengan senyum dibibirnya.
Dewa menanggapinya dengan senyuman lalu menyuapkan makanan kemulutnya dengan sendok bekas kinan tanpa merasa risih..
kinan yang melihat itu langsung menutup mulutnya sambil melotot karena terkejut,orang sekelas dewa mau memakai sendok bekas dirinya,sulit dipercaya .
"kamu kenapa,kamu mual mau muntah.." tanya dewa panik lalu menaruh sendok dan garpunya kepiring.
Kinan yang sadar,segera menggelengkan kepalanya dan langsung menjawab pertanyaan dewa"a aku gak apa apa..."sambil nyengir
__ADS_1
"benerann,tapi kenapa menutup mulutmu,apa di nasi gorengnya ada kerikil?" tanya dewa tak percaya
"beneran..oh..karena...karena aku terkejut kenapa nasi gorengnya enak banget,emang apa saja bumbunya..?" tanya kinan yang tak sepenuhnya bohong
"ada lah...rahasia...yang paling penting aku memasak dengan bumbu cinta.."jawab dewa yang kembali fokus ke sarapannya.
" huuuhh...pelit.."dengus kinan lalu melanjutkan sarapannya hingga tandas.
"udah taruh,kamu siap siap aja,biar aku yang beresin..." ucap dewa saat kinan akan mengangkat bekas alat makannya yang akan ia bawa kewastafell untuk dicuci.
"kamu serius...seorang dewa mau mencuci piring??" tanya kinan meremehkan
"emang kenapa..aku sudah biasa mencuci piring.." jawab dewa datar.
Kinan langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan dari dewa.Ia memilih pergi kekamarnya untuk bersiap siap dari pada membalas ucapan dewa yang ia yakini tak akan selesai dan akan membuang buang waktunya.Dan bisa saja dewa menanyakan tentang uang perusahaan dari rumah sakit milik fatma yang belum masuk.
Karena pagi ini kinan sudah ada janji untuk bertemu dengan fatma untuk membahas rencana kemarin yang gagal,ia harus segera menyelesaikan sebelum dewa mengendusnya,,atau mungkin saja sudah mencurigainya namun hanya diam.
Setelah siap kinan turun kebawah dengan tergesa gesa,ia harus segera pergi sebelum dewa melihat dirinya.
"aku harus segera pergi sebelum dewa naik" ucap kinan sambil menuruni tangga dengan tergesa gesa
__ADS_1
"kinanti.." panggil dewa yang membuat kinan terkejut dan hampir saja ia jatuh kalau saja ia tak langsung berpegangan pada tiang pegangan ditangga.
"ahhhh..dewa kau membuatku kaget...aku buru buru..tlong jangan banyak tanya.." cerocos kinan tanpa memberi kesempatan pada dewa untuk bertanya.