
"kinanti,jika kau bersikap keras kepala seperti ini,maka jadinya tak akan baik" ucap hakim tak sabaran "Anwar dan melinda bukan orang biasa,mereka juga bukan orang baik baik,percakapan kalian kemarin tak berakhir baik,dan apakah mereka akan diam diam saja.cobalah kamu pikirkan anak dalam kandunganmu,kamu boleh tidak takut pada mereka,tapi kamu harus memikirkan kedepannya"
Kinan tercengang mendengar kata kata hakim,lalu ia berkata "kenapa kau bisa tahu,apa kau membuntuti aku??"
Hakim mengerutkan alisnya dan berkata "aku hanya ingin melindungi kalian"
Kinan tertawa sebentar,kemudian ia menatap hakim dan berkata "terima kasih karena kau telah melindungiku"
Lalu kinan berjalan kaki untuk masuk kerumahnya,namun hakim langsung mencekal pergelangan tangan kinan dan berkata dengan memohon "tolong turuti kata kataku kali ini,kamu jangan keras kepala,itu akan menghancurkan dirimu dan anakmu nanti,percaya padaku"
Suasana hati kinan yang sedang buruk semakin memburuk,ketika hakim menarik tangannya.Kinan menoleh dan menatap hakim lalu ia berkata dengan penuh penekanan "Dengan aku menghancurkan diriku sendiri dan anakku itu jauh lebih baik,dari pada aku tak melakukan apa pun sama sekali,seenggaknya aku telah berusaha untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi punyaku.."
Lalu kinan menambahkan "sebaiknya kau jauh jauh dari hidupku,aku ingin hidup tenang tanpamu,karena tak ada untungnya buat mu untuk terus mengejarku,pergilah dari hidupku"
"kinanti,tak ada alasan untukku pergi menjauh darimu.." ucap hakim sambil memeluk kinan dari belakang.
"hakim,aku tak ingin melihatmu,seharusnya kau sadar itu sejak pertama aku melihatmu aku sudah tak ingin lagi" ucap kinan sambil meronta untuk melepaskan diri dari pelukan hakim
"tidak kinan,kita tetap harus bersama,kita pasti bisa memulainya lagi dengan pelan pelan,,kembaliah hidup denganku tinggalkan dewa,aku akan mengabulkan permintaanmu,apa pun itu" ucap hakim sambil mengeratkan pelukannya.
"apakah kamu bisa menghidupkan kembali nia dan keluarganya??"tanya kinan " bertahun tahun aku menyembunyikan fakta bahwa kaulah pembunuh nia dan keluarganya,aku bisa dengan mudah melaporkannya kepolisi jika aku mau,tapi semua itu tak aku lakukan karena aku sudah tak mau berurusan dengan mu,harusnya kau sadar akan hal itu"
Hakim tertawa terbahak bahak,kemudian berkata dengan nada dingin."menurutmu,apa aku takut pergi kekantor polisi,ayo sekarang kamu laporkan,,jenazahnya bahkan sudah menjadi abu,apa yang bisa polisi itu dapatkan,selanjutnya apa fani masih bisa hidup tenang,beruntung fani waktu itu bisa lolos,tapi tidak untuk sekarang,aku tak akan melepaskannya"
"kamu telah membunuh sahabat dan keluarganya,"ucap kinan marah " hakim,kamu tahu kesalahan awal bukan pada mereka,apakah hatimu bisa tenang selama ini??"
"kenapa tidak tenang??" tanya hakim sambil mencibir
"bahkan seharusnya mereka itu harus mendapatkan yang lebih dari sekadar kematian,,harusnya aku menyiksanya terlebih dulu"
__ADS_1
Setelah selesai berbicara hakim berbisik ditelinga kinan" keluargaku hancur karenanya,"
Kinan sudah berusaha untuk melepaskan pelukan hakim,namun tenaganya yang seorang wanita pasti tak sebanding dengan tenaga hakim yang seorang pria,jadi kinan tak bisa berbuat banyak,hingga tiba tiba terdengar suara decitan ban akibat di rem.
Lalu terdengar suara seperti orang sedang memukul.
Kinan belum sempat menoleh,hakim langsung melepaskan kinan,dan kinan ditarik oleh sebuah pelukan lebar.
Kinan langsung menoleh,dan menatap wajah orang tersebut yang ternyata dewa.
Kinan mengerutkan alisnya dan berkata dengan nada panik "bukankah kamu sedang sakit,kenapa kau pulang??"
Hakim tertawa,sudut bibirnya berdarah akibat pukulan dari dewa,dia berdiam sesaat lalu tersenyum tipis dan mengangkat tangannya untuk mengusap darah yang ada disudut bibirnya,sambil menatap dewa dan mencibir.
"mau bertarung lagi?" tanya dewa sambil melepaskan kinan dari pelukannya.
"sejak kapan kau mengenalnya?" tanya reyhan sambil berjalan ke arah kinan dan menatap hakim dengan santai,
Kinan memandang dua orang yang mempunyai tinggi yang sama yang saling berhadapan sambil berkata "sudah lama sekali,sebelum aku mengenal kalian," kinan menjedanya sebentar lalu berkata lagi, "adakah cara untuk mencegah mereka berkelahi,dewa baru saja operasi,bekas jahitannya pasti belum kering"
Reyhan mengangkat alisnya dan menatap kinan lalu berkata "apakah kau mengkhawatirkan dewa?"
Kinan berkata dengan nada datar sambil melihat ke sekeliling "berkelahi ditempat terbuka seperti ini tak enak,apa lagi yang berkelahi orang yang sudah tua,membuat malu saja"
"tenang saja tak ada orang disini yang akan melihatnya" jawab reyhan santai,sambil melihat keduanya yang sudah siap untuk bertarung,bagi reyhan ini pemandangan langka dan seru
Kinan tak bisa berkata kata lagi,jadi dia berinisiatif mencari cara dengan berkata sambil menatap dewa "dewa,antarkan aku pulang,aku tak ingin kau berkelahi"
Dewa menatap kinan,mengerutkan keningnya dan tak mengeluarkan sepatah kata pun
__ADS_1
Kinan berjalan kearah dewa,lalu menarik tangannya,dan berkata dengan nada manja "langit sudah gelap,aku juga capek,ayo pulang.."
"kamu mengkhawatirkan aku??" tanya dewa dengan senyuman yang mengembang dibibirnya
"mau pulang tidak??" tanya kinan mengabaikan pertanyaan dewa.
"ya sudah ayo pulang.." jawab dewa sambil melirik kearah hakim
Setelahnya dewa menarik kinan dan mengajaknya masuk kedalam mobilnya,lalu memandang reyhan dan berkata "bawa mobil istriku,lalu antarkan kebengkel untuk diperbaiki."
Hakim hanya menatap kepergian kinan dan dewa
Didalam mobil,dewa menyetir dengan satu tangan,karena satu tangannya ada diperut kinan,ia terus mengelus elus perut kinan sambil tersenyum,sedangkan kinan ia hanya membiarkan tangan dewa berada diperutnya tanpa mau berkomentar.
"sudah mau empat bulan??" tanya dewa dengan suara rendah.
"apakah kamu ingin jalan jalan??" ucap dewa mencoba memberi ide
"masih banyak urusan di pt berkah,.." ucap kinan sambil menatap dewa "audit pt wijaya sudah hampir selesai,setelah itu kita harus menangani pt berkah"
Setelah jeda,kinan berkata "dewa,mengapa kau menyerahkan audit pt wijaya dan pt berkah kepadaku??"
"menurutmu,karena apa aku melakukannya??" tanya dewa sambil menatap kinan sebentar lalu kembali lagi fokus kejalan.
Kinan menggelengkan kepalanya dan berkata "aku tak tahu,maslahnya auditnya juga sangat besar, tapi aku tidak bisa memahaminya,begitu pula dengan pt berkah,apakah kamu mengetahui sesuatu??"
Dewa tersenyum tipis,lalu berkata tanpa menoleh "masalah pekerjaan kita bahasnya dikantor saja,sekarang kita sedang diluar kantor jadi harusnya kita membahas masalah suami istri,seperti membahas tentang aku dan kamu serta calon anak kita"
Kinan tahu,dewa sedang menghindari masalah kantor,jadi dewa mengalihkan ketopik lain.
__ADS_1
Kinan hanya diam sambil menunduk dan memainkan jari jarinya,karena memang ia tak memiliki topik lain untuk ia bicarakan.