
Kinan bangun karena mendengar pintu kamarnya diketuk,Ia lalu beranjak dari ranjang dan membukakan pintu.
"Apa??" tanya Kinan dengan suara khas orang bangun tidur
"Habibi mengajak kita makan malam.." jawab Irfan dengan lelah
"Ok..kembalilah kekamarmu,istirahatlah!" ucap Kinan karena melihat wajah Irfan yang mengantuk.
Irfan menggelengkan kepalanya,lalu masuk kedalam kamar Kinan,kemudian ia berkata "Aku akan istirahat disini sebentar"
Sambil merebahkan badannnya disofa Irfan berkata "Ada beberapa masalah dikantor cabang ini,kalau aku tak memeriksa secara menyeluruh dan teliti maka tidak akan terlihat.Aku rasa salah satu direktur telah melakukan penggelapan dana,dan mereka menutupinya dengan proyek kecil kecilan."
Kinan mengangguk sambil memeriksa dokumen yang dibawa oleh Irfan.
"Masalah ini harus ditangani sama pak Habibi.." ucap Kinan kemudian menoleh ke Irfan yang sudah tertidur.
Melihat Irfan yang tertidur disofa ruangannya,Kinan hanya bisa membiarkannya karena merasa iba melihat Irfan yang kelelahan.
Setelah selesai memeriksa dokumen yang Irfan bawa,Hp Kinan berdering dan ternyata itu dari Fani
"Kinanti,katanya kau pergi keluar kota,dimana hotelmu aku akan kesitu"
"Bukannya kamu mau berlibur kepantai??" Tanya Kinan balik
" Aku membatalkannya,lebih baik jika pergi denganmu,cepat kirimkan alamatmu!."
Kinan langsung mengirimkan alamat hotelnya ke Fani.
Setelah menutup telpon dari Fani,Kinan memilih untuk mandi,karena badannya sudah terasa lengket,
Kinan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk,ketika mendengar suara Irfan berbicara ditelpon.
"Dia sedang mandi,kau bisa menghubunginya nanti.." suara Irfan dengan suara serak.
Setelah selesai Kinan keluar dari kamar mandi,
Irfan yang melihat Kinan bernampilan mewah padahal Kinan hanya mengenakan dress diatas lutut warna putih tulang tanpa lengan,Ia pun bertanya "Kita hanya pergi untuk makan malam,kenapa kau berpakaian terlalu berlebihan?"
Kinan mengabaikan pertanyaan Irfan,ia memandang tangan Irfan yang sedang memegang hp nya,lalu bertanya dengan nada marah "Apakah kau barusan mengangkat telpon dihp ku?"
Kinan langsung merebutnya,dan melihat log panggilan terakir yang ternyata dari Dewa.
Kinan berteriak dengan marah "Apa saja yang kamu katakan?kenapa kau sangat lancang?!"
__ADS_1
Lalu Kinan mencoba untuk menghubungi Dewa balik,namun hp Dewa tak bisa dihubunginya.
Dengan marah Kinan mengusir Irfan untuk pergi dari kamarnya.
Irfan yang memang merasa bersalah pun akhirnya mengalah.
Setelah malam tiba,Kinan dan Irfan pergi kesalah satu restoran untuk makan malam bersama dengan Habibi.
Disana tak cuma ada habibi,tapi ada beberapa orang yang mempunyai kedudukan penting dikantor cabang juga turut hadir.
Setelah sesi perkenalan dan juga ngobrol ngobrol,Irfan langsung menyampaikan kecurigaannya,kalau ada salah satu direktur yang melakukan penggelapan dana.
Setelah menyampaikan beberapa hal terkait kantor cabang, Kinan mengjak Irfan untuk pamit,karena malam sudah cukup larut.
Ketika sampai hotel,Kinan langsung tidur.
Pagi harinya Kinan dan Irfan pergi kekantor cabang lagi.
Kinan langsung meminta untuk dilakukan pemeriksaan di departemen keuangan.
Saat Irfan sudah membuat laporan akhir,Kinan langsung memeriksa pengoperasian cabang dan mendengarkan laporan dari beberapa pihak yang bertanggung jawab.
Karena masalahnya sudah selesai kinan memilih untuk pulang,namun Irfan mengajaknya untuk pergi makan terlebih dulu.
"Buat apa kau memesan segini banyaknya,emangnya siapa yang akan menghabiskannya.." Tanya Kinan sambil geleng geleng.
"Kita!jadi kamu tak boleh pulang sebelum makanan ini habis" Jawab Irfan santai
"Terserah!." jawab Kinan cuek..ia tak akan menuruti kata kata Irfan.Ia ingin segera pulang dan bertemu dengan Dewa,ia merasa kalau Dewa marah dengannya karena masalah telpon yang diangkat oleh Irfan.
Kinan harus segera meluruskan kesalah pahaman tersebut.
Selesai makan Kinan akan pergi kemall karena dia sudah berjanji dengan Fani untuk berbelanja.
Ketika tiba di mall,Kinan mampir kesalah satu toko yang menjual ice krim.Kinan memesan ice cream favoritnya sambil nungguin Fani.
Ketika kinan menunggu antreannya tiba tiba terdengar suara yang sangat familiar namun asing karena lama tak mendengarnya.
"Dua ice cream puff"suara orang tersebut yang membuat Kinan seketika menegang
Kinan tak berani menoleh,ia ketakutan ketika mendengar suara Hakim,meskipun itu hanya melalui hubungan jarak jauh.
Tapi sekarang,ia hanya berjarak beberapa kaki saja darinya,Kinan ingin berlari,namun tiba tiba suara itu terdengar lagi dan ini tepat ditelinganya "Adikku yang cantik,lama tak bertemu?"
__ADS_1
Kinan langsung membayangkan kekejaman Hakim yang telah lampau.
Kinan seperti kehabisan nafasnya,ia bahkan tak bertenaga untuk menerima ice cream yang dipesannya dari pemilik toko.
Lalu Hakim mengulurkan tanganya untuk menerima ice cream tersebut.
Hakim mengangkat tangan Kinan dan meletakkan ice cream tersebut ditangan Kinan,lalu berkata dengan lembut "Adikku Kinanti, jika kamu meresponku seperti itu,aku sangat tidak senang melihatnya"
Dengan suara bergetar menahan takut Kinan berkata "Maaf sepertinya anda salah orang.." lalu Kinan berusaha menjauh dari Hakim.
Setelahnya Kinan berlari menjauhi dari Hakim sambil terus membayangkan kekejaman Hakim.
Kinan tak menyangka akan bertemu dengan Hakim dikota ini.
Kinan terus berlari hingga menemukan Fani dan Irfan,sambil menyerahkan ice creamnya keFani,Kinan berkata dengan ngos ngossan "Fani,kita harus segera kembali,sekarang juga!"
Fani yang panik langsung bertanya "Ada apa?"
"Ada Hakim,barusan aku ketemu dengannya makanya aku langsung melarikan diri"jawab Kinan masih dengan ngos ngossan dan suara bergetar
"Ok...ayo kita pulang!" jawab Fani sambil menyeret Kinan yang sebelumnya dia syok dan terdiam untuk beberapa saat
"Hei apa yang terjadi jelaskan dulu.." ucap Irfan sambil menahan tangan Fani yang menyeret Kinan
"Tidak ada waktu,kita akan jelaskan nanti,kau mau tetap disini silahkan!." ucap Fani sambil melepaskan tangan Irfan yang menahannya pergi
Kinan dan Fani langsung menyetop taksi dan pergi kehotel.Setelahnya mereka langsung berlari kebandara.
Selama dipesawat Kinan dan Fani saling bergenggaman tangan,tak ada pembicaraan diantara mereka,karena mereka sama sama panik dan ketakutan.
Setelah sampai,mereka langsung pulang ke apartemen.
Fani langsung mengunci pintu dan semua jendela.
"Kinanti..apa yang harus kita lakukan..?" Tanya Fani dengan suara tak berdaya dan menjatuhkan badannya dibawah jendela.
Kinan menggelengkan kepalanya,ia masih belum bisa berkata kata karena terlalu ketakukan.
"Kita tak bisa terus bersembunyi seperti ini,dia ahli IT,dia akan mudah menemukan data kita,," ucap Fani sambil berpikir keras.
Kinan hanya menatap Fani,ia belum bisa berfikir untuk saat ini.
"Kamu harus pulang temui Dewa!" ucap Fani pada akhirnya,,"Hanya dia satu satunya yang bisa menyelamatkan kita dari jahatnya Hakim!Dewa orang yang berpengaruh,dia punya banyak koneksi untuk melawan Hakim.Terlebih sekarang,kamu sedang mengandung anak Dewa.Tak mungkin jika Dewa tak mau menolongmu.Beritahu dewa,ceritakan apa yang terjadi dengannya.."
__ADS_1