
Setelah kepergian Rena,Dewa keluar dari ruangannya dengan membawa kotak p3k ditangannya.Lalu berjongkok didepan Kinan
Sambil menatap Kinan,Dewa berkata "berikan tanganmu."
Kinan memberikan tangannya,lalu ia meringis kesakitan karena telapak tangannya yang terluka diberi obat merah oleh dewa,sehingga terasa perih.
"tahan,setelah ini akan baik baik saja " ucap Dewa sambil sesekali meniupnya
"obati saja lagi,aku akan menikmati prosesnya " ucap kinan sambil menatap wajah dewa yang tampan
Dewa menganggukan kepalanya lalu mengobatinya kembali,kemudian bertanya "apakah lututmu juga terluka?"
Kinan menggelengkan kepalanya dengan keras,ia merasa tak nyaman diobati oleh dewa dibagian lututnya karena ia menggunakan rok.
Tapi dewa mengabaikan gelengan kinan,ia langsung menarik rok kinan sedikit lalu terlihatlah lutut kinan yang memerah serta menonjol.
"ini yang kamu bilang tidak sakit?" tanya dewa dengan nada marah
"tidak sakit.." jawab kinan bohong
Lalu dewa menekan lutut kinan sedikit keras hingga kinan kesakitan dan menjerit,lalu berkata "dewa..kenapa kau suka sekali menyiksaku"
Dewa menundukkan kepalanya lalu mengobati lutut kinan dan mengabaikan ucapan kinan.
Kinan mengerucutkan bibirnya sambil menunduk mengawasi dewa yang sedang mengobatinya.
Setelah selesai dewa mengemas obatnya kembali.
Dewa menuntun kinan masuk kedalam ruangannya lagi,Ia lalu mengeluarkan semua makanan yang ia pesan tadi dan berkata "makanlah,setelah itu istirahatlah sebentar"
Kinan menghela nafasnya lalu menatap dewa dan berkata "dewa,apakah kamu pikir aku itu babi,sehingga mampu menghabiskan semua makanan ini?"
Dewa mengangkat alisnya kemudian mengangguk dan berkata "iya,,"
"aku tidak bisa menghabiskannya,lagian aku harus segera kembali kekantorku,karena kerjaanku banyak"
Dewa hanya diam lalu berjalan kekursinya dan duduk kemudian ia menghubungi Rina.
Tak lama setelahnya Rina datang dengan membawa setumpuk dokumen.Ia menatap dewa lalu menatap kinan kemudian berkata "bu kinan,ini adalah dokument yang harus anda tanda tangani,dan ini juga ada hasil dari sutisna audit, anda bisa memeriksanya"
__ADS_1
Lalu rina meletakkan dokumen tersebut dan akan pergi.
Tapi kinan langsung mencegahnya dan berkata "kamu pasti belum sarapan,ayo sarapan dulu" sambil menyerahkan beberapa kotak makanan kepada rina
Melihat Rina menggelengkan kepalanya kinan langsung berkata "Anggap saja ini sebagai imbalan karena kau telah mengantarkan dokument tersebut,ayo terimalah"
"bu kinan,tapi saya tak bisa memakan sebanyak ini" jawab Rina
"kamu bisa membagikannya ke teman temanmu dikantor ini" jawab kinan sambil memberikan tas yang sudah ia isi dengan kotak kotak makanan yang lain.
Setelahnya kinan duduk disofa dan menatap dewa yang sedang mengawasinya dengan mata tajamnya.
tanpa rasa bersalah kinan bertanya "apa?"
"lalu aku akan makan apa,jika kau telah memberikan semuanya" jawab dewa dengan senyum dibibirnya
kinan menepuk keningnya dan bertanya lagi "jadi kau belum makan?"
Dewa mengangkat alisnya,dan tak perlu dijelaskan lagi.
Kinan langsung melirik nasi goreng seafoodnya yang baru ia makan seperempatnya,lalu berbasa basi kepada dewa "kamu mau menghabiskannya?"
Dewa benar benar memakan nasi goreng sisa kinan,bahkan ia makan dengan lahap tanpa merasa jijjk,dan memakai sendok bekas kinan pula
" aku mengira kalau dewa bakalan menolaknya karena jijik,tapi dia bahkan makan dengan lahapnya tanpa merasa risih"batin kinan sambil menatap dewa tanpa kedip
"apa yang kamu pikirkan??" tanya dewa saat melihat kinan yang melihatnya tanpa berkedip.
Kemudian dewa menarik pinggang kinan dan mengusap perut kinan.Sambil tersenyum dewa berkata "sepertinya perutmu semakin membesar"
Kinan melirik lalu mendorong dewa sedikit menjauh.Kemudian Kinan memeriksa dokument yang ada dimejanya.
Dewa mengambil salinan dokument yang ada dimeja,lalu berkata "apakah kau jadi menggunakan sutisna audit untuk pt selain wijaya?"
Kinan mengangguk sambil menanda tangani dokument,kemudian ia mengambil salinan yang lain untuk ia periksa.
Dewa bersenandung,setelah melihat lihat beberapa dokumen ia menatap kinan dan bertanya "siapa yang kamu suruh untuk mengerjakan ini?"
"Rina,karena beberapa hari yang lalu aku sakit jadi aku menyuruhnya untuk mengerjakan semua ini.apa ada yang salah??" jawab kinan sambil menatap dewa dengan wajah penasaaran
__ADS_1
"aku akan memberitahumu letak kesalahannya,tapi cium aku dulu." ucap dewa sambil mengangkat alisnya karena melihat kinan yang mengawasi dirinya
Kinan mengabaikan permintaan dewa,ia langsung merebut dokumen tersebut dari tangan dewa dan melihatnya.
Kinan membacanya lagi dengan hati hati,dan ia tak menemukan kesalahan.
"ini sangat membosankan,dimana letak salahnya dewa," tanya kinan sambil menatap dewa dengan kesal
Dewa mengumpulkan semua dokument tersebut,kemudian ia membawanya dan berkata ."aku akan memeriksa dan menanda tangani semua dokumen ini,masuk kedalam dan istirahatlah"
Ruangan dewa sangat luas,ada kamar untuk istirahat serta fasilitas didalamnya juga sangat lengkap.
Kinan menjawab dengan sebal "aku tidak ngantuk,aku baru bangun tidur pukul sembilan,mana mungkin aku bisa tidur"
Namun dewa sama sekali tak memperdulikan kata kata kinan,ia membawa kinan ke kamar dan menyalakan pendingin ruangan lalu berkata "berbaringlah dan istirahat"sambil membawa hp kinan pergi
"dewa ini baru jam berapa,kamu kan tahu aku bangun kesiangan ." tanya kinan dengan kesal
"perlu aku temani tidur??" tanya dewa sambil mengangkat alisnya
Kinan langsung naik ketempat tidur dan menarik selimut kemudian berkata dengan marah "aku mau tidur,keluarlah"
"ok,sayangku." jawab dewa dengan suara samar karena menahan tawa.
Kinan yang memang tak bisa tidur,ia bangun untuk mencari hpnya,namun ia baru sadar kalau dewa telah mengambilnya.
Kemudian kinan bangun dan keluar dari kamar,kinan mendengar dewa sedang menghubungi seseorang dibalkon " apakah dia baik baik saja?"
"ok,antarkan dia pulang kerumahnya,setelah dia diperiksa dan di obati,bilang padanya untuk nurut,nanti kalau ada waktu aku akan menjenguknya" ucap dewa lalu menutup telponnya
"pasti itu rena,"ucap kinan lirih kemudian ia menambahkan lagi "mau dia berpura pura didepanku mengabaikan rena ,pada dasarnya hatinya tak pernah bisa tak peduli kepadanya,dia pasti mengkhawatirkan rena..ah sudahlah..lelah dan bikin nyesek hatiku saja jika memikirkan kalian berdua"
Dewa mungkin tak pernah mengira kalau kinan akan keluar,sehingga ketika ia masuk dari balkon ia sedikit terkejut saat melihat kinan tengah berdiri didepan mejanya,ia lalu tersenyum dan berkata "kenapa kamu keluar,ayo istirahat."
Kinan menggelengkan kepalanya,lalu berkata dengan nada rendah "aku akan kembali keruanganku,ini jam kerja,bukan waktunya aku untuk istirahat"
Lalu kinan mengambil beberapa dokumen dan hpnya,tapi dewa langsung mencegahnya.
Dengan nada tegas dewa berkata "kembali ke kamar dan istirahatlah,tinggalkan hp mu"
__ADS_1
Karena pikiran kinan sedikit buyar,jadi ia memilih untuk melempar semua dokumen dan hp nya,lalu kembali kekamar dengan marah