Dewaku

Dewaku
bab 60


__ADS_3

Kinan tak langsung menjawab panggilan dari no tak dikenal tersebut,ia tertegun sejenak,setelah ia timbang timbang akhirnya ia memilih untuk mengangkatnya,karena takutnya itu penting.


"haloo.." ucap kinan setelah menjawab telpon tersebut


"kinanti..bagaimana kabarmu adikku.." ucap seseorang dari seberang.


"ternyata hakim.." batin kinan,ia menyesalinya karena telah menjawab panggilan tersebut.


"ada apa??" tanya kinan lemah,ia merasakan sakit kepalanya


"aku merindukanmu adikku" ucap hakim seenaknya


"aku pikir,dia tak kan lagi muncul setelah pertengakarannya dengan dewa waktu itu,dan aku akan merasakan ketenangan dalam hidupku tanpa gangguan dari hakim..hahh ternyata aku salah,sepertinya sudah tak ada hari tenang untukku" batin kinan


"bila tak ada sesuatu yang penting,aku akan mematikan telponnya" ucap kinan karena dirinya sudah merasa sangat pusing memikirkan dewa,sekarang ditambah dengan adanya hakim itu akan semakin membuat kepalanya terasa akan pecah.


Diujung telpon hakim tertawa terbahak bahak,kemudian ia berkata "apa kah kau tak merindukan kakakmu ini??"


"dasar sinting!" ucap kinan lalu mematikan telponnya,dan memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Kinan beristirahat sebentar disetir,ia memejamkan matanya,tak lama kemudian kaca mobilnya diketuk dari luar,kinan mengangkat mukanya dan melihat alvin dengan wajah datar berdiri disamping mobilnya.


Kinan pun langsung menurunkan kaca mobilnya,alvin langsung menatap kinan dan berkata dengan lemah lembut "bu kinanti,pak dewa memintaku untuk menjemput anda"


"aku sudah bilang padanya,kalau aku tak bisa datang kerumah sakit,karena aku sudah ada janji dengan temanku" ucap kinan berusaha sabar


alvin berkata dengan dingin "pak dewa yang menyuruhku untuk menjemput anda"


Dengan marah kinan berkata "ok ok,.aku akan datang kesana,sebentar lagi..ngerti?!"


"saya akan mengantar anda nyonya.." ucap alvin


"sialan" umpat kinan


"brak.." kinan membuka pintu mobilnya dan keluar,karena alvin berdiri didepannya dan itu mengahalangi dirinya yang akan berjalan,kinan berkata dengan nada emosi "minggir!"

__ADS_1


Alvin langsung bergeser dan memberikan jalan untuk kinan.


Kinan langsung masuk ke dalam mobil alvin dan duduk dikursi penumpang belakang kemudi


Begitu sampai dirumah sakit,kinan langsung keluar dari mobil tanpa menunggu alvin yang akan membukakan pintu untuknya.


kinan berjalan dengan cepat menuju ruangan dewa,tanpa mengetuk pintu kinan langsung masuk.


Ketika kinan masuk keruang rawat inap dewa,disana sudah ada reyhan,rena dan rendy.


Mereka semua menatap kinan dengan pandangan bingung,karena kinan tiba tiba muncul.


Kinan melihat dewa yang sedang menatap tiga orang didepannya dan berkata "bila kalian tidak urusan, lebih baik kalian pergi saja"


"baguslah,seenggaknya aku bisa melampiaskan kemarahanku setelah mereka pergi meninggalkan kamar dewa," batin kinan


Melihat kedatangan kinan,reyhan tertegun sejenak dan setelahnya ia pergi,karena ia sadar diri.


Sedangkan rena,ia menatap kinan dengan pandangan tak suka lalu berkata "kinanti,dimana sopan santunmu,kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu?"


"kinanti kamu benar benar tak tahu malu " ucap rena dengan wajah memerah karena marah


"jadi nona rena sedang ingin melakukannya??kamu sangat suka menempel pada suamiku,apakah karena dewa sudah pernah aku pakai,jadi ia terasa lebih enak, makanya kau tertarik dengan dewa?" ucap kinan yang tak segan segan berucap sedikut vulgar karena ia juga sedang marah.


"kinanti kamu_" ucapan rena terpotong


"kalau bukan itu lalu apa,rendy dan reyhan juga lumayan hloo...tapi,apakah pria sekelas reyhan mau dengan perempuan sepertimu,yang hanya pandai berdrama,tapi kamu tak usah khawatir masih ada rendy,aku yakin dia mau dengan perempuan sepertimu,kenapa kau tak mempertimbangkannya?...kamu jangan seperti itulah rena,kamu hanya memanfaatkan rendy,memangnya kau anggap rendy itu seperti anjing perliharaan??" cibir kinan memotong ucapan rena.


"Kinanti jaga mulutmu " ucap rendy dengan wajah jelek


kinan tertawa lalu berkata lagi untuk rena "apakah kamu tak bisa melihat hati rendy? seharusnya kamu memikirkan perasaan rendy,."


"sudah sudah." ucap dewa menengahi,lalu ia menatap rena dan rendy secara bergantian dan berkata "kalian berdua pergilah"


Rena dan rendy pun kesal,dengan sangat terpaksa mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Diruang rawat inap,hanya tinggal dewa dan kinan.


Mata kinan dan dewa saling beradu pandang,raut muka dewa terlihat tak baik tapi juga tak buruk,dia menatap kinan dengan dingin.


Dewa mengangkat alisnya dan berkata "ada apa?"


Kinan kesal mendengar pertanyaan dewa,lantas ia berkata dengan nada kesal "bukankah kamu yang menyuruhku datang kesini,kenapa kau bertanya seolah olah aku datang karena kemaunku.,"


Dewa menggelengkan kepalanya lalu ia berkata " oh iya ya..kamu mau makan apa??"


"Dewa,kamu benar benar tak ada kerjaan ya,kamu menyuruhku datang kesini hanya untuk bertanya kepadaku ingin makan apa,kalau memang tak ada sesuatu yang penting,biar lah aku pergi,,,kalau kau memang benar benar merasa kesepian kau bisa meminta rena sebagai simpananmu itu untuk menemanimu setiap saat,tak usah merepotkan orang lain.." ucap kinan kesal


Dewa hanya diam sambil menatap kinan tanpa kedip untuk waktu yang lama,dan itu membuat kinan ketakutan.


Kinan mundur beberapa langkah,karena melihat tatapan tajam dewa yang terlihat murung seperti tengah siap siap untuk menerkam kinan.


"apakah kau tak mau menemaniku??" tanya dewa dengan suara tak berdaya


"ya.." jawab kinan dengan menunduk,lalu ia menambahkan lagi dengan suara rendah "suasana hatiku sedang tak baik baik saja,aku tak punya daya untuk meladenimu"


Dewa langsung menangkap pergelangan tangan kinan,dan menjatuhkannya keranjang,lalu dewa berkata dengan suara rendah tak berdaya" apakah semua ini karena aku yang sakit akibat menyelamatkan rena?"


"tidak,aku sudah terlalu sering melihatmu menyelamatkan rena,bahkan ketika akuĀ  dan dia sama sama terluka pun,pasti kau akan memilih untuk menyelamatkan dia,jadi aku sudah tak mau memikirkan hal itu,itu sudah hal bysa,hatiku sudah kebas akan hal itu"ucap kinan jujur


Dewa mengangkat alisnya,lalu menatap perut kinan dan mengelus elusnya sambil berkata " apakah karena dia?"


Kinan hanya menatap dewa sebentar tanpa berniat untuk menjawabnya.


Dan tak lama kemudian alvin masuk dengan membawa banyak tentengan ditangannya.Setelah itu alvin menaruh dan mengeluarkan semua isinya dari tasnya, yang ternyata berisi banyak kotak makanan, dari restoran favorit kinan.


Setelah meletakkan dan mengeluarkan beragam makanan,alvin menatap dewa dan berkata "pak dewa,apakah masih ada yang bapak butuhkan??"


"tidak ada,kamu pergilah.." ucap dewa menjawab pertanyaan alvin


Begitu alvin pergi,dewa menatap kinan dan bibirnya berkata "ini semua makanan kesukaanmu,ayo makanlah.."

__ADS_1


__ADS_2