
"Kamu harus pulang temui dewa.." ucap Fani pada akhirnya,,"Hanya dia satu satunya yang bisa menyelamatkan kita dari jahatnya Hakim.Dewa orang yang berpengaruh,dia punya banyak koneksi untuk melawan Hakim.Terlebih sekarang,kamu sedang mengandung anaknya Dewa,tak mungkin jika Dewa tak mau menolongmu!Beritahu Dewa,ceritakan apa yang terjadi dengannya!"
Fani semakin tak bisa mengendalikan dirinya,Ia menyeret Kinan keluar dari apartemen.
Kinan menghentikan Fani karena merasa tidak nyaman ia berkata "Fani stop!kKita pikirkan dulu matang matang,kita harus tenang dan kita cari solusinya bersama sama,ok?!"
Fani langsung menjatuhkan dirinya dan menangis histeris "Bagaimana aku bisa tenang kinan,lima tahun Kinan,lima tahun aku mencoba melupakan kejadian itu aku berusaha untuk menguburnya dalam dalam,tapi sekarang dia muncul lagi."
Kinan memeluk Fani,hatinya juga merasakn sakit seperti yang Fani rasakan.
Setelah malam tiba akhirnya Fani tertidur dengan wajah menyedihkan.Kinan yang tidak bisa tidur akhirnya memikirkan pendapat Fani untuk minta tolong kepada Dewa.
"Apakah aku harus minta tolong pada Dewa?" monolog Kinan.
Kinan langsung bangun dan pergi dari apartemen untuk pulang kerumahnya.
Ketika sampai dirumahnya,Kinan tak bisa masuk karena kunci rumahnya sudah diganti.
Karena sudah beberapa kali mencobanya dan tak bisa dibuka,akhirnya Kinan menghubungi nomor dewa.
Sudah berkali kali juga Kinan menghubungi nomor telpon Dewa namun Dewa tak menjawabnya."Sudah pasti Dewa marah kepadaku."ucap Kinan lirih.
Kinan memilih untuk pulang lagi ke apartemennya,ia akan menemui Dewa besok dikantor.
Keesokkan harinya Kinan pergi kekantor,namun ketika dirinya datang dan sampai di lobi. Ia bertemu dengan karyawan dari departeman keuangan serta departemen lainnya,semua sedang berbisik bisik sambil menatapnya.
Kinan mengerutkan alisnya karena bingung.Tapi kinan memilih untuk langsung masuk keruangannya.
"Bu Kinan.."ucap Rina dengan tatapan terkejut,lalu setelah sadar ia segera mengulas senyumnya dan bertanya " Ibu mau dibuatkan susu hangat??"
"Boleh!" jawab Kinan sambil menatap Rina dengan aneh.
"Ada yang mau kamu sampaikan??" tanya Kinan karena melihat gelagat Rina yang tak segera pergi dari ruangannya.
Rina tertegun dan bertanya dengan sangat hati hati "bu Kinan,apakah anda dan pak Irfan punya hubungan serius??"
"Maksud kamu Irfan Nugraha yang sedang mengaudit PT Wijaya ??" tanya Kinan bingung
"Berita sudah tersebar bu..juga ada yang menyebarkan foto foto kalian ketika kalian tinggal dihotel,tapi bukankah ibu tengah mengandung anak dari pak Dewa,ibu juga belum bercerai dari beliau" jelas Rina sambil menatap Kinan yang terkejut
"Apa lagi yang kau ketahui?" tanya Kinan penasaran
Melihat Kinan yang penasaran,Rina langsung membuka hp nya dan memperlihatkan berita yang telah beredar dilaman berita utama.
Setelah membaca postingan tersebut Kinan merasakan pusing "Pantas saja semua karyawan memandangku dengan sinis" lirih kinan
__ADS_1
Mengingat Irfan yang menjawab telponnya ketika dihotel membuat Kinan semakin frustasi.
Hp Kinan berdering dan itu telpon dari Irfan,dengan malas Kinan menjawab
"Apa?!"Tanya kinan setelah menekan tombol angkat
"Apakah kau sudah membaca berita nya??"tanya Irfan balik
"Sudah!"jawab Kinan singkat
"Besok malam ulang tahun ibukku,ku harap kau bisa datang."ucap Irfan enteng,seakan berita kali ini bukanlah suatu hal yang perlu dipikirkan.
Kinan memijit pelipisnya lalu berkata "Aku tak ada waktu,tolong kamu segera klarifikasi berita yang sudah beredar itu!"
"Aku akan mengurusnya!" ucap Irfan setelah memikirkannya.
"Ok,jangan buat masalah lagi!" balas Kinan lalu menutup telponnya secara sepihak.
Kinan langsung menaruh hpnya dan pergi keruangan Dewa,untuk memberikan penjelasan.
Setiba diruangan Dewa,Kinan langsung mengetok pintu.Dan terdengar suara Dewa "masuk!"
Kinan langsung masuk dan berjalan kearah Dewa yang masih fokus didepan laptop serta jari jemarinya yang terus menekan tombol keyboard.
Karena terlalu fokus,Dewa tak memperhatikan kalau yang masuk adalah Kinan yang sedang berdiri didepannya lalu berkata "Letakkan saja dimeja,nanti aku periksa dan tanda tangani!."
Setelah beberapa menit tak ada reaksi dari Kinan,Dewa pun mengerutkan keningnya lalu menghentikan kerjaannya dan mengangkat wajahnya.
Dewa menatap Kinan dengan wajah muram.Lalu berkata dengan tenang."Ada apa?"
"Dewa,ada sesuatu yang harus kita bicarakan." jawab Kinan sambil menatap Dewa
"Bu Kinanti,apakah yang akan anda bicarakan berkaitan dengan pekerjaan??" tanya Dewa sambil menyenderkan tubuhnya kekursi dan berkata dengan dingin.
"Dewa,aku bisa jelaskan yang terjadi antara aku dan Irfan!" ucap Kinan sambil mengerutkan bibirnya
"Tidur bersama?kamu baru tak ku sentuh beberapa jam tapi kau sudah mencari kepuasan dari yang lain?"ucap Dewa yang membuat hati Kinan sakit.
" Tidak!Aku tidak pernah tidur dengannya,ketika dia datang kekamarku,aku baru saja bangun tidur!Dan dia bermaksud melaporkan hasil pemeriksaannya dikantor cabang kepadaku,namun_"belum selesai Kinan menjelaskannya,Dewa sudah langsung memotongnya
"Kinanti apa kamu pikir aku akan percaya?!" tanya Dewa dengan tatapn tajam
"Seenggaknya biarkan aku menyelesaikan penjelasanku tanpa harus kau potong!"ucap Kinan sambil menatap Dewa penuh permohonan
"Bu kinanti,PT Wijaya memberikan gaji yang tinggi untuk mu bukan untuk membicara hal pribadi dengan bosnya diwaktu jam kerja." putus Dewa lalu fokus keperkerjaannya kembali sambil mengusap ujung matanya.
__ADS_1
"Dewa.." panggil Kinan
"Bu kinan,pak Dewa sangat banyak kerjaan yang harus segera diselesaikan." ucap Alvin tiba tiba masuk
Kinan merasa kalau Alvin sedang mengusirnya secara halus,
Kinan menatap Dewa yang sepertinya enggan berbicara dengannya.
Dengan pasrah akhirnya Kinan memilih untuk pergi dari ruangan Dewa.
Setelah sampai diluar Kinan bertemu dengan Reyhan.
Reyhan menatap Kinan yang keluar dari ruangan Dewa dengan wajah sendu,lalu bertanya "Apakah kau bertengkar dengan Dewa?"
Kinan menganggukkan kepalanya.
Reyhan menganggukkan kepalanya sambil mengelus elus jenggotnya,kemudian berkata sambil mengelus elus pundak Kinan "Aku sudah mendengar beritanya,semoga kau segera bisa menjelaskannya kepada Dewa dengan baik."
Lalu kinan berpisah dengan Reyhan dan kembali kekantornya.
Kinan menyelesaikan kerjaanya tepat waktu,ia keluar kantor dan menunggu disamping mobil Dewa.
Sudah hampir satu jam dirinya menunggu Dewa,tapi yang muncul malah Alvin.
Alvin terkejut melihat Kinan berdiri disamping mobil bossnya lalu berkata dengan sopan "Bu Kiinan,apakah anda menunggui pak Dewa?"
"Iya,dimana dia?" tanya Kinan tanpa basa basi
"Pak Dewa baru saja pergi bersama pak Rendy dengan mengendarai mobil pak Rendy." jawab Alvin merasa tak enak
"Ok,aku pergi dulu!" jawab Kinan sambil berlalu dari hadapan Alvin.
Alvin berdiri mematung melihat kepergian Kinan "Aku yakin kau tak pernah selingkuh dengan Irfan,pasti ada seseorang yang menjebak kalian." ucap Alvin lirih
Kinan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumahnya.
Sesampainya dirumah,Kinan langsung menekan bell rumahnya dan dibukalah oleh Yuni "Nona Kinan,anda sudah pulang??"
Kinan langsung masuk dan mengabaikan Yuni.
Setelah melepas sepatunyaa Kinan langsung duduk disamping Dewa.
"Dewa,bisakah kita bicara??" tanya Kinan sambil menatap Dewa.
Dewa menurunkan korannya dan menatap Kinan sebentar kemudian melipat korannya.
__ADS_1
Lalu Dewa mengambil jus buah yang telah disiapkan oleh Yuni dan meneguknya hingga tandas kemudian berkata "Kamu ingin membicarakan hal apa,tentang kerjaan atau..??"