Dewaku

Dewaku
bab 56


__ADS_3

"karena dia tidak akan meninggal,dan semua yang perlu aku tanda tangani juga sudah aku tanda tangani,maka tak perlu berlama lama lagi aku disini," ucap kinan dengan wajah datar


Lalu rendy bertanya dengan nada tidak senang "Kinanti apa maksudmu?"


"pak rendy belum mengerti?" tanya kinan sambil mengerutkan alisnya,kemudian kinan menambahkan "aku sudah melakukan apa yang perlu aku lakukan,dan sepertinya dewa sudah tak memerlukan aku lagi untuk tetap disini ."


"seperti inikah sikap seorang istri ketika suaminya mengalami musibah??"Rendy mencibir,


Kinan tertawa kemudian melirik kearah rena yang sedang menunduk,lalu menatap rendy lagi dan berkata "Seorang istri mendapati suaminya dan selingkuhannya dalam satu mobil dan mereka kecelakaan,aku tidak tahu apa yang dilakukan istri lain diluar sana,mungkin mereka akan membiarkan suaminya mati,tapi aku tidak,aku masih berbaik hati karena anak dalam perutku ini,maka aku segera menanda tangani agar segera diproses,kurang baik apa aku??"


"Kinanti kamu wanita kejam.." ucap rena dengan suara keras


Kinan tertawa lagi kemudian mengangguk dan berkata "aku kejam?ya aku bahkan bisa lebih kejam,aku seharusnya berdoa semoga tadi dewa mati saja dengan kamu wanita iblis,,"


"kinanti,apakah kamu punya hati?"ujar rendy merutuki kinan


"tidak !!" jawab kinan tegas,lalu ia menambahkan "kenapa tak kau tanyakan saja kepada rena,apakah dia punya hati,sehingga ia menyakiti hati wanita lain dan menyuruh keluarganya untuk menukar suamiku dengan kemewahan.." ucap kinan lalu pergi dari rumah sakit dan kembali kekantor.


Sedangkan rena hanya bisa melotot dan terkejut karena kata kata kinan yang terlalu jujur.


Setelah sampai dikantor kinan langsung menuju ruangannya dan rina mengikutinya sambil membawa dokumen.


"Bu kinan,ini audit dari sutisna sudah selesai direvisi,karena pak dewa sedang tidak ada dikantor bisakah ibu menandatanganinya?" tanya rina sambil menyerahkan dokumen tersebut


Kinan tak menjawab,ia hanya menatap rina.


Karena tak mendapat jawaban,tapi malah mendapat tatapan dari kinan,Rina menjadi salah tingkah dan berkata "begini bu kinan,karena ini sangat mendesak,dan saya takutnya ini akan menghambat pekerjaan,jadi saya_"


"David setyawan adalah pacarmu??"tanya kinan dengan suara dingin memotong ucapan rina


Rina terkejut lalu berkata " bu kinan saya _"


"dia bekerja disutisna audit.." ucap kinan dengan mata tajam menatap rina yang lagi lagi memotong ucapan rina


Rina tak mampu menjawab,tangannya yang memegang dokumen bergetar.Diam tak berbicara sambil menggigit bibirnya

__ADS_1


Setelah menatap rina cukup lama,kinan menghela nafasnya lalu berkata "Rina aku rasa,aku telah baik kepadamu selama ini,dari pertama kamu masuk keperusahaan ini sampai sekarang aku selalu mencari cara bagaimana agar kamu bisa merasa betah disini,aku selalu memikirkanmu supaya kamu mendapat perlakuan baik"


Kinan menjedanya sebentar kemudian ia melanjutkan lagi "audit pt wijaya group adalah hal besar,selama ini entah yang salah siapa tapi yang harus bertanggung jawab adalah sutisna audit"


"bu saya_" ucap rina yang lagi lagi dipotong oleh kinan


kinan tak membiarkan rina untuk menyela kata katanya,lalu ia langsung memotongnya "tolong kamu bawa kembali dokumennya dan baca lagi,pastikan tidak ada masalah,dan taruh dimeja pak dewa,agar ketika pak dewa kembali ia bisa segera memeriksa dan menandatanginya dan segera bisa dikembalikan ke sutisna audit.Ini adalah kerja sama jangka panjang,bukan untuk satu atau dua bulan saja,tentu jika ini hanya masalahmu dan sutisna audit saja itu hanyalah masalah sederhana,tapi ini adalah masalah dua perusahaan besar?jadi jangan sampai membiarkan dua perusahaan ini duduk untuk membahasnya."


setelah bicara,kinan menyuruh rina keluar,kinan tahu kalau dirinya tengah terancam,dia bukan orang bodoh,jadi sebelum dia menyentuhnya ia menyuruh rina untuk membawanya pergi.


Dewa memang tidak menyalahkan kinan secara langsung,karena dewa tahu itu bukan kesalahan kinan,itu sepenuhnya kesalahan rendy,makanya dia memanggil rendy untuk masalah ini.


Kinan sadar dan tahu,kalau kerja diperusahaan seperti ini dirinya bisa saja akan dijebak oleh rekan kerja yang tak menyukainya


Seperti rendy contohnya,ia tak suka dengan kinan,sehingga ia ingin menjebak kinan dan mendepak kinan agar keluar dari wijaya group.


Rina adalah wanita yang mudah ditebak,sehingga kinan tahu kalau Rina juga diperalat oleh orang orang yang akan mendepaknya dari wijaya group ini.


Kinan juga tau kalau rina tak menyadari itu,ia diperalat oleh kekasihnya secara halus.


Kinan segera mengemasi barang barangnya ia bersiap untuk pulang.


Ketika membuka pintu mobil tiba tiba irfan masuk dan menduduki kursi kemudi,kinan mengha nafasnya lalu berkata "apa maumu?"


"aku ingin mengajakmu makan bakso.." ucap irfan tanpa menatap kinan


kinan terdiam beberapa saat lalu berkata dengan tak berdaya ..."baiklah.."


Awalnya kinan tak mau pergi kemana mana,namun ketika ia teringat dewa dan rena malah membuat suasana hatinya makin buruk.Jadi ia memilih untuk mengiyakan ajakan irfan


Mereka makan disebuah kedai dipinggir jalan.


"bagaimana kau tahu,kalau disini ada penjual bakso seenak ini??" tanya kinan sambil menyeruput kuah bakso setelah menggigit bola baksonya


"awalnya aku hanya coba coba,karena melihat banyak orang yang mampir kekedai ini makanya aku penasaran,dan rasanya sangat nikmat dan tak pernah berubah bumbunya dari tahun ketahun,," jawab irfan sambil menuangkan saus kekuah baksonya.

__ADS_1


"Kinanti.." panggil irfan sambil memegang ponselnya bersiap untuk mengambil gambar kinan,


Kinan langsung menoleh dan menampilkan senyum termanisnya.


"kenapa kau tak jadi foto model saja,kamu memiliki tubuh ideal wajah cantik,kamu itu sempurna.." ucap irfan sambil mengotak atik hp nya.


Setelah selesai makan,irfan bertanya "bagaimana denganmu,andai suatu saat dewa jatuh bangkrut dan miskin??"


"tak usah berandai andai.." jawab kinan sambil menyeruput es jeruknya


Tiba tiba hp kinan berdering,Kinan menghela nafasnya setelah melihat siapa yang menelponnya kemudian ia menekan tombol jawab


"kinanti.." ucap dewa terdengar dingin dan berat


"hmmm.."jawab kinan


"kamu sedang apa?" tanya dewa dengan suara tak senang


"makan bakso" jawab kinan datarĀ 


"huhh.."dewa mencibir,lalu melanjutkan lagi " bagus ya kamu,suami lagi sakit bukannya menemani malah pergi makan bakso,kamu sungguh istri yang baik"


Kinan memgerutkan bibirnya lalu berkata "emosi pak dewa sedang tidak baik,anda baru saja melakukan operasi,sebaiknya anda perbanyak istirahat,supaya bisa segera sembuh dan berjalan jalan dengan selingkuhannya"


tiba tiba irfan datang membawa segelas teh hangat lalu berkata "kamu sebaiknya minum teh hangat jangan minum es.."


Kinan hanya mengacungkan jempolnya pertanda iya


dewa yang mendengar suara pria lantas berkata "kamu makan dengan siapa?"


"dengan irfan,dia tim audit yang mengerjakan pt wijaya group," jawab kianan santai lalu berkata lagi "pak dewa sebaiknya anda istirahat saja,saya akan menutup telponnya


" kinanti,aku ini suamimu,dan sekarang aku sedang sakit,seharusnya kau berada disampingku untuk merawatku bukan malah pergi dengan pria lain untuk bersenang senang ".ucap dewa dengan marah


"aku rasa disitu sudah ada selingkuhanmu nona rena yang tidak akan pernah meninggalkan dirimu sedetik pun,jadi untuk apa aku tetap disitu,untuk melihat kemesraan kalian gitu?..oh tidak,semoga kau cepat sembuh bay bay..." ucap kinan yang telah hilang kesabaran lalu mematikan telponnya dan menggantinya dengan mode senyap.

__ADS_1


__ADS_2