
Usai menepis tangan rena,kinan berusaha meninggalkannya,namun lagi lagi akal licik rena bekerja lebih cepat,ia pura pura terjatuh akibat kinan melepaskan tangannya dengan keras sehingga ia terdorong
"aduuuh..."teriak rena,yang kebetulan juga dewa melihat kejadian tersebut karena ia akan menggunakan toilet
Rendy berteriak marah marah kepada kinan sambil membantu rena berdiri" kinan ada apa denganmu,kenapa kau mendorong rena,."
kinan hanya memutar bola matanya malas,kemudian berkata "pak rendy jika mata dan otakmu itu tidak kau gunakan,lebih baik kau donasikan kepada mereka yang membutuhkan."
Setelahnya kinan berlalu dari hadapan mereka,namun sebelum itu terjadi,rendy terlebih dulu mencekal lengan kinan untuk menahanannya supaya tak pergi lalu berkata "setelah mendorong rena,dan marah marah kepadanya,kau berniat meninggalkan nya,dimana tanggung jawabmu??"
Kinan langsung menepis cekalan tangan rendy,karena ia sudah muak dengan nya,sehingga ia tak mau berurusan dengan rendy atau pun rena,namun sebelum benar benar pergi kinan bertanya "pak rendy apa anda sudah gila?apa anda melihat saya mendorong rena??apa saya marah marah kepadanya??" tanpa menunggu jawaban rendy, kinan langsung pergi dan meninggalkan keduanya.
Tepat ketika melewati dewa,Pergelangan tangan kinan langsung dicengkeram dengan kuat oleh dewa.
Kinan langsung berhenti dan menatap mata dewa yang begitu gelap,seakan bakal ada badai yang melanda.Sangat jelas sekali kalau dewa sedang marah.
"pak dewa apa yang salah??" tanya kinan sambil menatap dewa,Ia merasa seperti bukan istri dewa melainkan orang lain, dan itu membuat amarahnya semakin naik
"minta maaf" titah dewa dengan dingin
Kinan dengan marah yang memuncak ia bertanya.."apa yang salah denganmu,sehingga aku harus minta maaf??"
"kamu mendorongnya" jawabnya dengan suara dingin tanpa menatap kinan
"aku mendorongnya??" tanya kinan sambil menunjuk dadanya sendiri lalu ia tertawa frustasi
"dewa,jika ada masalah dengan penglihatanmu,periksalah kedokter mata." ucap kinan sambil menatap wajah dewa yang masih terkesan dingin
"kinanti" dewa meneriaki nama kinan tanpa menatap wajah kinan lalu tambahnya "minta maaf!"
"bagaimana jika aku tak mau minta maaf?" tantang kinan yang masih menatap dewa,dewa yang terkejut dengan penolakan kinan lantas menoleh dan menatap kinan dengan dingin.
__ADS_1
Kali ini kinan tak takut dengan tatapan tersebut,ia semakin menatap dewa seakan menantang.
Alis dewa berkerut,bibir seksi dewa terkatup rapat dan ketegangan dengan aura dinginnya mengudara "sepertinya akhir akhir ini perusahaan fani cukup stabil ya.."
kinan terkejut dengan perkataan dewa barusan,ia tak menyangka dewa akan menyuruhnya untuk minta maaf kepada rena dengan cara licik.
Kinan masih nenatap dewa,ia melihat rahang dewa terkatup rapat,rahanganya sungguh menggoda.
Namun kinan segera sadar kalau dirinya tak boleh tergoda dengan ketampanan dewa untuk saat ini,karena perusahaan fani sedang terancam.Sehingga ia harus segera menyelamatkannya. "oke,aku akan minta maaf " kata kinan pada akhirnya dengan pasrah
Kinan langsung melepas cengkeraman dewa kemudian berbalik menuju rena lalu berkata "maaf" lalu berbalik dan bersiap pergi
Acting rena benar benar sempurna,ia pura pura tak berdaya sehingga tampak menyedihkan.seolah olah kinan benar benar telah menindasnya
Melihat kinan meminta maaf kepada rena,rendy tersenyum puas dan berkata "kamu kira dengan minta maaf maka semua masalah akan selesai,lantas bagaimana jika aku mendorongmu dengan sengaja lalu kamu keguguran dan aku minta maaf,apa gunanya hukum dibuat"
"sialan." batin kinan
Lalu kinan berbalik dan menatap rendy dan rena bergantian kemudian bertanya "apa lagi yang kalian mau?"
"bagaimana mungkin seperti itu dianggap sebagai permintaan maaf." ucap kinan tak terima.
"rendy...berhenti...apa kamu tak memikirkan janin yang ada diperut kinan..??" tanya reyhan yang tiba tiba datang langsung ikut nimbrung
"ya kalau emang dia serius minta maaf maka ia harus nglakuin itu." jawab rendy dengan begitu cueknya lalu ia menambahkan lagi "bagaimana menurutmu?" tanya rendy sambil menoleh kearah rena.
Rena menunduk lalu berkata dengan lirih "aku terserah dengan dewa saja,dia kan istri dewa,."
Karena tak mau mendengar jawaban dewa yang nanti akan lebih menyakitinya,Kinan memilih untuk menjawab nya sebelum dewa yang menjawab lebih dulu "dimana kalian akan minum,aku akan ikuti aturan main kalian.."
Reyhan langsung mendekati kinan,dan bertanya "kamu mau mati?"
__ADS_1
Seakan takut kalau reyhan akan mengacaukan rencananya rendy langsung berkata "reyhan,urus saja urusanmu"
Sedangkan dewa,ia tak tahu harus berkata apa,ia bingung harus bagaimana,satu sisi ia tak mau membuat kinan dan bayinya dalam bahaya tapi ia juga tak bisa membelanya terang terangan didepan rena,karena ia takut itu akan membuat rena melakukan hal nekat.
sehingga dewa harus mencari cara untuk mencegah kinan melakukan hal yang mengancam dirinya dan juga bayi dalam perutnya
Rendy yang melihat gelagat dewa segera melancarkan aksinya sebelum dewa berubah pikiran dan mencegahnya.
".Ayo nona kinan" desak rendy sambil berjalan menuju ruang pribadi dan memesan lima belas botol wiski.
Setelah wiski yang rendy pesan tersaji diatas meja,Ia lalu menatap kinan dan berkata seperti meremehkan "nona kinan bisakah kamu mengatasi semuai ini"
Kinan mencibir,ingin menertawai pertanyaan rendy.
Kemudian rendy meminta gelas kepada pramusaji lalu mengisinya hingga penuh kemudian berkata "kamu harus bisa menghabiskan minuman ini,kamu juga bisa meminta tolong kepada orang yang ada diruangan ini,salah satu diantara kita untuk meminumnya,Tapi jika yang kamu mintai tolong itu tak mau untuk menhabiskan minum ini,maka kamu yang harus meminumnya hingga semua botol nya kosong"
Kinan terdiam untuk beberapa saat,lalu menatap dewa sebentar yang duduk disamping rena,mereka berdua sedang berbisik bisik,yang membuat kinan semakin sakit "aku akan lihat penyesalan itu didirimu dewa,ketika kau mendapati ku dan bayimu telah terkapar tak bernyawa,"batin kinan.
Sambil mengelus elus perutnya kinan mengucap "kamu harus kuat sayang "
Kinan langsung meneguk satu gelas penuh hingga tandas,namun baru beberapa detik perutnya sudah mual.
Kinan tersedak dan berlari menuju toilet,tapi belum sampai ia ditoilet, semua yang telah masuk kedalam perutnya keluar.
Reyhan langsung mengejar kinan,dan berkata dengan lirih, "hamu harus memohon kepada dewa,kamu adalah istrinya,jadi dia harus menolongmu,jangan biarkan rendy menindasmu.."
"Aku bukanlah rena,yang hanya bisa merengek lalu membuatnya luluh,." ucap kinan sambil menatap reyhan dan menerima tisu yang reyhan ulurkan.
lalu reyhan pergi meninggalkan kinan,memanggil orangĀ untuk membersihkan bekas muntahan kinan.
Lalu tugas kebersihan datang dan membersihkan bekas muntahan kinan. kinan berkali kali minta maaf dan kemudian kembali keruanganya setelah membersihkan mulutnya.
__ADS_1
Setelah duduk kinan melirik kearah meja,"aku masih harus meneguk segitu banyaknya...ya tuhan aku pasrahkan hidupku.."batin kinan berdoa
Ketika tangan kinan akan mengambil segelas wiski tersebut,tiba tiba ada tangan yang menahannya.