
Setelah makan malam selesai,Kinan menata hatinya untuk menyiapkan kata kata yang pas,Sebelum menyampaikan kepada dewa kinan menarik nafas dalam dalam lalu"waa,..mas dewa..apa tidak sebaiknya kita mengakhiri pernikahan ini.."ucap kinan sambil menatap mata dewa yang terlihat terkejut ketika mendengar ungkapannya.
"apa maksudmu,,??"tanya dewa dengan suara tenang sambil menatap kinan
" aku ingin mengakhiri pernikahan ini,percuma jika diteruskan,karena aku yakin kalau hatimu pun menginginkan hal yang sama,untuk anak ini,kamu tak perlu merasa terbebani,karena aku tak kan pernah melahirkannya"ucap kinan dengan hati tersayat sayat
"kamu mengandung anakku,kamu tak ada hak untuk mengaturnya,entah itu mempertahankan atau pun melenyapkan nya" ucap dewa dengan nafas tersengal sengal menahan amarah
kinan terkekeh"tidak ada hak??" ucap kinan sambil menggelengkan kepalanya,lalu mengangakat wajahnya dan menatap dewa" lalu bagaimana dengan rena,apakah dia punya hak untuk menentukan anak ini??" tanya kinan sambil menahan air matanya yang akan jatuh
"Kinanti..rupanya kamu sedang mencari masalah denganku.." ucap dewa sambil menyipitkan matanya
Kinan yang sudah tak tahan lantas langsung berdiri dan meninggal dewa,kinan berlari menaiki tangga sambil menangis.
Dewa mengejar kinan dan menangkapnya lalu memeluk istrinya,karena merasa lelah bertengkar dengan dewa yang tak pernah ada ujungnya, kinan akhirnya menjatuhkan diri didekapan tangan kokoh dewa,
"kamu sudah mulai pintar ya,dengan berpura pura sedih supaya bisa aku peluk" ucap dewa masih dengan sedikit marah
kinan tak menjawabnya,ia terus menangis..ia benar benar lelah.
Dewa yang sadar kalau istrinya benar benar lelah akhirnya menggendong kinan dan membawanya kekamar.
Dewa meletakkan kinan diranjang dengan hati hati.
lalu dia pergi meninggalkan kinan untuk menelpon seseorang,dan ketika ia kembali ia langsung melepaskan baju kinan dengan hati hati..
__ADS_1
"aku barusan menelpon dokter khusus kandungan,ia mengatakan boleh,asal hati hati" bisik dewa ditelinga kinan
Dewa tak menunggu kinan berkomentar,Ia langsung membuka baju yang dikenakan oleh kinan.
Dewa mencium bibir kinan dengan sangat lembut,kinan pun akhirnya membalas ciuman dari dewa.kemudian turun keleher kinan dan meninggalkan bekas,,dan akhirnya mereka pun melakukannya lagi.
setelah beberapa saat dewa bangun untuk membersihkan diri,namun sebelumnya ia terlebih dulu mengambil sebaskom air hangat untuk membersihkan tubuh kinan
"udah..tidur saja..biar aku yang bersihin badan kamu..." ucap dewa lalu mengambil lap untuk membersihkan badan kinan.
Kinan yang memang benar benar lelah ditambah olah raga malam ini semakin membuatnya lemas tak bertenaga hingga ia pasrah ketika dewa menyuruh untuk istirahat,sedangkan dewa membersihkan badannya
kalau biasanya dewa akan memintanya berkali kali,namun tidak untuk kali ini,selain karena kinan sedang hamil ia juga tak tega melihat istrinya semakin kecapekan.
Setelah dirasa cukup bersih,dewa langsung memakaikan baju untuk kinan.
Keesokan harinya kinan bangun tanpa dewa disampingnya,
"mungkin ia telah pergi untuk menemui rena" ucap kinan lirih
Lalu ia beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri dan setelahnya pergi menemui fatma.
Hari ini kinan berjanji untuk menemui fatma dirumah sakit dimana fatma bekerja.
"apakah bu kinan sudah memikirkannya matang matang,cobalah anda bicara kan lagi dengan pak dewa,ini sangat berbahaya,,." ucap fatma menghawatirkan kinan
__ADS_1
kinan mengangguk dan menepuk tangan fatma "aku tak apa apa,ini sudah waktunya aku masuk keruang operasi"
Namun ketika kinan masuk keruang operasi dia dikejutkan dengan keberadaan dewa,
Kinan belum pernah melihat dewa seperti ini sebelumnya,jantung kinan berdegup kencang,secara naluri kinan mencoba meraih tangan dewa,namun dewa langsung menepisnya.
Dewa menatap tajam kinan lalu berkata "ini caramu supaya bisa pergi dariku,meskipun kau kehilangan bayi ini,aku tak akan pernah melepaskanmu.." lalu dewa meninggalkan kinan
Kinan tak mampu membalas kata kata dari dewa,,
Kinan langsung keluar dari ruang operasi dan mengejar dewa..
Kinan langsung memeluk dewa dari belakang "maaf,maafin aku,," kinan minta maaf sambil menangis
dewa hanya diam dan membiarkan kinan menangis sambil memeluknya,
"aku tak pernah sungguh sungguh untuk menghilangkan bayi ini,aku hanya mau memanipulasi rena,agar tak melukai dirinya.." ucap kinan pada akhirnya mengungkapkan salah satu alasannya masuk keruang operasi.
Dewa langsung berbalik kearah kinan dan memeluknya dengan eraat,lalu mengecup kepala kinan,dewa tak mampu berkata kata ketika mendengar maksud kinan,seharusnya dirinya yang harus disalahkan bukan kinan dan bayinya.
"pulang.." ajak dewa ke pada kinan sambil menuntun istrinya kearah parkiran mobil rumah sakit,kemudian mereka masuk kedalam mobil dewa,
"boleh kah aku tetap kerja,," tanya kinan
"tentu,aku antar.." jawab dewa sambil menggenggam tangan kinan dan mengecupnya
__ADS_1
Dan akhirnya hanya keheningan yang terjadi dimobil tersebut hingga mereka sampai dikantor.