
Kinan sedikit terkejut dan secara reflek langsung menoleh kearah dewa.
Dengan hati hati kinan berkata "mohon maaf sebelumnya ibu fatma,saya ingin mengatakan sesuatu ,pt wijaya group sangat ketat dalam proses perekrutan,dan dipilih dengan cermat oleh departemen personalia,semua itu dilakukan karena ,pertama,pt wijaya group adalah perusahaan go publik dan gajinya paling tinggi dibanding perusahaan lain,yang kedua karena perusahaan kita sangat kompetitif,sehingga ketika ia ingin berganti di perusahaan lain pasti akan lebih mudah,karena sudah punya pengalaman yang tak bisa dipandang sebelah mata"
Setelah kinan menjelaskan tak lama kemudian tohir masuk dengan seorang gadis.Lalu ia memperkenalkan kepada kinan dan dewa kalau inilah gadis yang mereka maksud.
Kinan menatap gadis tersebut,dan melihatnya sedang memandangi dewa dengan pandangan kagum,layaknya wanita dan laki laki.
Dewa hanya diam,setelah mendengar maksud fatma dan menganggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari kinan,kemudian ia berkata kepada kinan sambil mengisi mangkuk kinan dengan sup "makanlah sup ini,sup ini sangat bagus untuk saraf sehingga memudahkanmu untuk cepat tidur"
Kinan mengangguk,kemudian ia memakan supnya.
Setelah jeda beberapa saat dewa berkata sambil menatap fatma " merupakan kehormatan bagi kami telah dipertemukan dengan kalian,kalian tentu tahu kan,kalau istri saya bisa gabung diperusahaan karena kerja kerasnya dan mengikuti serangakaian prosedur dari pt wijaya.Perusahaan kita akan mengadakan job fair bulan depan,nona anisa bisa mencobanya"
Dewa menambahkan lagi "hasil pekerjaan karyawan tak akan memuaskan jika ia masuk melalui koneksi orang dalam"
Melihat senyum gadis tersebut menghilang,serta wajah tohir dan fatma yang memerah karena malu,kinan berkata dengan lembut "Nona anisa lulusan dari universitas bergengsi,dia pasti punya kemampuan dan proffesionalisme yang tinggi.Kami menunggu mu di pt wijaya group,kami yakin suatu saat kita bisa bekerja dibawah atap yang sama"
Setelah kinan mengatakan hal tersebut,wajah anisa langsung terlihat sumringah,kemudian berkata sambil menatap dewa "benarkah??!"
Dewa hanya diam tak menjawab pertanyaan anisa tersebut.
Kinan merasa lega karena dewa tak menjawabnya,sebab jika dewa menjawabnya pasti kata katanya akan menyakiti anisa.
Setelah kenyang,acaranya pun selesai.
Setelah keluar dari restoran tohir dan fatma lebih banyak diam,Hanya sesekali berbicara dengan kinan itu pun singkat.
Suhu dimalam hari sangat dingin,sehingga dewa melepaskan jasnya dan memakaikannya kebahu kinan.
Kinan yang terkejut secara otomatis menoleh kedewa lalu tersenyum dan mengucapkan "terima kasih"
__ADS_1
Sebuah mobil berhenti dilantai bawah restoran,dan keluarlah pria dari mobil tersebut lalu menghampiri fatma dan tohir,dan menatap keduanya dengan lembut dan sopan sambil berkata " ayah,ibu,lain kali kalian bisa mengabariku setengah jam sebelum acaranya selesai"
Fatma langsung menariknya dan menatap dewa sebentar kemudian menatap kinan lalu berkata "pak dewa,bu kinan ini adalah putraku yang bernama david setyawan,tadinya ia mau ikut keacara ini,tapi karena ada sesuatu yang harus diselesaikakan,jadi dia baru bisa datang,"
Kinan menatap pria tersebut dan sambil mengingat ingat kalau dirinya seperti pernah melihatnya.
Setelah mendengar perkenalan dar fatma kalau david ini bekerja disutisna audit,Kinan semakin intens untuk memperhatikannya.
Ketika kinan sudah menaiki mobil,dia mengerutkan alisnya sambil menatap keluarga fatma dari spion.
Ketika sedang berpikir tiba tiba kinan merasakan hangat ditelapak tangannya,saat ia menoleh ia melihat dewa sedang menyetir dengan satu tangan,dan satunya lagi memegang tangan kinan.Lalu kinan berkata "ini membahayakan dewa"
"apakah kau mengkhawatirkan aku,yang sudah jago menyetir??" tanya dewa dengan senyum mengembang dibibirnya.
Kinan menjawab "tidak,aku hanya mengkhawtirkan diriku sendiri dan juga anak yang ada diperutku"
Dewa memegang tangan kinan lebih erat lalu berkata dengan tak berdaya "jangan khawatir,aku akan melindungi kalian meskipun aku harus mempertaruhkan nyawaku"
Kinan tak bicara lagi,Jadi ia memikirkan anak fatma dan tohir.Setelah diingat ingat ternyata david setyawan adalah pria yang sama yang menjemput rina tadi sore.
Sesampainya dirumah kinan sudah sangat mengantuk,jadi begitu ia keluar dari mobil dirinya langsung menuju kamar,tapi ketika kinan akan membaringakn tubuhnya,tiba tiba dewa masuk dan berkata "jangan buru buru tidur,bersihkan badanmu dulu"
Kinan mengabaikan ucapan dewa,ia langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya,
Dewa langsung menarik selimut tersebut,lalu membopong kinan dan membawanya kekamar mandi,sambil berjalan dewa berkata "mandi biar tubuhmu terasa nyaman dan bisa tidur lebih nyenyak"
Tapi karena malas kinan hanya duduk terdiam diatas kloset.Lalu dewa inisiatif mengambil sikat gigi kemudian menyuruh kinan membuka mulutnya.
Sambil membantu kinan menggosok giginya dewa berkata dengan tertawa "kamu seperti anak kecil,,"
Karena memang lagi malas menanggapi ,jadi kinan diam saja.
__ADS_1
Setelah selesai mandi kinan merasa tak mengantuk lagi,tapi ia tetap menaiki ranjang dan merebahkan badannya,lalu dewa mengikutinya dan memeluknya sambil terus menciumi leher kinan.
"tidurlah yang nyenyak.." ucap dewa sambil memejamkan matanya
"kamu mengucapkan itu untuk siapa,dirimu sendiri??" tanya kinan
Sambil membuka matanya,dewa tersenyum dan berkata "untuk istri dan anakku,jangan selalu berpikiran negatif terhadapku"
Kinan cemberut lalu mendorong dewa sambil berkata "kamu bauu...cepat pergi mandi"
Dewa menyeringai lalu berkata "sebelah mana yang bau?"
"semuanya badan mu bau dewa," jawab kinan sambil memejamkan matanya,dan bersiap untuk tidur,
Samar samar kinan mendengar dewa berkata "kinanti,mari kita jalani hidup kita layaknya keluarga yang lain,agar anak kita kelak merasa nyaman dan tak kekurangan kasih sayang dari kita sebagai orang tuanya"
Kinan merasakan sedih mendengar kata kata dari dewa tersebut,lalu kinan menimpali "apakah kita benar benar bisa menjalaninya??"
"tentu." jawab dewa penuh kepastian
"dewa apakah kamu mencintaiku??" tanya kinan memastikan
"bagaimana denganmu??" tanya dewa sambil meletakkan kedua tangannya ditelinga kinan
"sudah lah tak usah dilanjutkan,segeralah pergi mandi,aku sudah benar benar mengantuk,," ucap kinan karena ia pun tak tahu harus menjawab apa,
"Kita akan belajar bersama bersama untuk saling mencintai "jawab dewa sambil menatap mata kinan yang kian meredup dan tak kunjung menjawab pertanyaannya
Setelahnya dewa mengecup kening kinan,dan pergi kekamar mandi.
Kinan yang mengantuk tak menjawab,ia memejamkan matanya,namun ia terganggu dengan getaran hp dewa.
__ADS_1
Sehingga mau tak mau kinan mengangkatnya tanpa melihat id si penelpon "dewa,bisakah kamu menemaniku malam ini,aku sangat ketakutan"
"dewa sedang mandi,kamu bisa menghubunginya lagi nanti" jawab kinan smabil menatap kamar mandi