Dewaku

Dewaku
bab 23


__ADS_3

Rena menjawab dengan lembut "tidak apa apa nona kinanti,lain kali hati hati" lalu ia menoleh kearah dewa "dewa aku tak mau memakan ramennya lagi,aku sudah tak nafsu,bisakah kau menemaniku jalan jalan?"


Dewa mengerutkan keningnya,lalu melihat makanan yang ada dimeja yang belum disentuh,ia berkata dengan tegas "makanlah yang ada dimeja sebelum kita pergi"


Mereka hanya fokus kepada rena,tanpa ada yang memperhatikan kinan yang kulitnya melepuh akibat terkena tumpahan ramen yang panas


Tiba tiba kinan merasa bodoh,karena masih berdiri ditempat tersebut tanpa ada yang peduli kepada dirinya.


"aku pergi dulu."ucap kinan mengambil tasnya lalu berbalik dan pergi meninggalkan restoran.


Hati kinan terasa sakit seperti tertusuk pisau yang tajam,dia tak bisa mengabaikan itu,sehingga sakitnya tak kunjung usai.


" takdir memang tak adil,rena mendapatkan semua hal manis,tapi aku hanya mendapat kesakitan" keluh kinan


"Kinanti.." panggil dewa dengan suara marah mengejar kinan.


Kinan pun berbalik dan menatap dewa.


Dewa menatap kinan,dan berbicara dengan menahan amarahnya "apa yang kamu lakukan"


"apa yang aku lakukan??kamu marah karena aku menabrak rena dengan tak sengaja??" tanya kinan menahan amarah lalu berbalik untuk pergi


"kinanti.." panggil dewa lagi,Kinan menoleh dan berbalik lagi


"Nafsu makanku hilang,jadi aku pergi saja." ucap kinan sambil menunduk,karena ia sedang sedih,sehingga tak mau memperlihatkan sisi lemahnya didepan dewa


"mana sopan santunmu??" tanya dewa sambil mendekat kearah kinan dengan muka masam


Dewa meraih pergelangan tangan kinan dan kinan pun mengangkat kepalanya untuk menatap dewa.Kinan dan dewa saling tatap.

__ADS_1


Kinan pun terkekeh lalu berkata "sopan santun??kau bertanya tentang sopan santun?? lalu dimana sopan santunmu,ketika kau merawat wanita lain didepan istrimu yang juga kesakitan??apakah seperti itu yang kau sebut sopan santun dengan mengabaikan perasaan istrimu??" tanya kinan menggebu gebu karena amarah yang semakin memuncak


Kinan mengabaikan wajah dewa yang terlihat suram dan mencibir.


"apakah menurutmu rena punya sopan santun?dia mengganggu pernikahanku dan menggoda suamiku dengan terang terangan,dewa,, pendidikan apa yang kau terima,sehingga definisi sopan santun diantara kita berbeda??" tanya kinan dengan suara melemah karena lelah


"Kinanti.." dewa menggeram dan mencengkeram tangan kinan semakin erat,dia mendesis dan menggertakan giginya "kamu seharusnya bersyukur karena kau wanita,sehingga akuĀ  tak memukulmu"


"anda sungguh baik pak dewa,tolong lepaskan cengkeraman anda,karena dengan anda mencengkeran pergelangan tanganku seperti ini sama saja anda memukul saya" ucap kinan dengan senyum mengejek menatap dewa


Dewa melepaskan tangan kinan lalu dia berkata "kamu tak berhak menghakimi rena,siapa kamu sehingga berani beraninya menghakiminya,"


Dewa kemudian berbalik dengan acuh tak acuh lalu pergi meninggalkan kinan.


Kinan merasakan aura dingin pada dewa.


"aku tidak ada hak menghakimi rena katanya.." lirih kinan


lalu kinan meledakkan amarahnya,ia masuk lagi kedalam restoran dan melihat rena serta rendy masih duduk ditempat semula, lalu ia maju menhampiri keduanya,tanpa basi basi terlebih dulu kinan langsung mengambil minum dan juga ramen secara bersamaan ia tumpahkan diatas kepala rena


Sebelum rena sempat bereaksi kinan terlebih dahulu membentaknya "Rena,aku tidak tahu apa yang salah dengan didikan orang tuamu,kamu suka mengambil milik orang lain,lalu pura pura sedih untuk mendapatkan perhatian,kamu selalu melakukan trik trik kotor untuk mencapai ambisimu,apa pun itu aku perlu mengingat kanmu,karma itu pasti berlaku,"


"kamu suka dengan barang bekasku kan,jangan khawatir aku akan membiarkanmu memiliki dewa seutuhnya,walaupun aku menyukainya tapi aku sangat muak dengannya,Karena dia sudah punya istri tapi masih bergaul dengan wanita simpanan sepertimu,aku sangat jijik dengannya,,sering seringlah kau bersama dia,dan puaskan dia supaya tak mencari wanita lain lagi.sungguh menjijikkan" tambah kinan tanpa memperdulikan rena ataupun rendy yang menatapnya dengan wajah terkejut


"kinanti.."teriak dewa memanggil kinan.


Kinan mendengar teriakan dewa yang marah dengan suara menggelegar memanggil namanya, namun kinan mengabaikannya," memangnya kenapa kalau dia marah,toh aku bukanlah orang seperti kalian yang munafik,aku jika tak suka, maka aku akan terang terangan melakukannya."lirih kinan sambil berjalan meninggalkan rena juga rendy yang masih terkejut dengan kelakuan kinan yang tiba tiba


Ketika melewati dewa,tangan kinan dicekal olehnya,lalu kinan menggigit tangan dewa supaya dilepaskan,namun ia salah,nyatanya tangannya tak dilepaskan oleh dewa,malahan dengan gerakan cepat dewa mengangkat tubuh kinan dan melemparkannya kedalam mobil,dewa lupa kalau istrinya sedang hamil.

__ADS_1


Dewa langsung mengemudikan mobilnya dengan kesetanan,hingga mereka sampai dirumah.


Dewa langsung mengangkat kinan dan lagi lagi melemparkannya,namun kali ini ia melemparkan kinan diatas ranjang mereka.


Dewa langsung menindih tubuh kinan,kinan yang takut kalau terjadi apa apa dengan bayinya langsung berusaha menendang dewa,namun tak sampai.


"Dewa lepaskan aku,kau ini lelaki atau bukan?" kinan panik tanpa memikirkan apa yang dia ucapkan


Dewa mencibir sambil menggeram untuk membuat kinan takut" kamu pikir aku bukan laki laki??aku punya simpanan dan membuatmu jijik??"


Dengan suara dinginnya dewa menambahkan "kinanti,kau sangat mengejutkanku"


Kinan tak mampu membalas kata kata dewa,ia hanya khawatir dengan bayinya, sehingga ia memilih diam dan menutup matanya. dalam hatinya kinan berkata"kupasrahkan hidupku dan bayiku kepadamu tuhan"


Tiba tiba dewa melepaskan kinan lalu mencium bibir kinan dengan lembut,,


Kinan yang merasa bebas lantas berkata "laki laki sepertimu hanya bangga ketika menindas wanita"


Dewa mengabaikan kata kata kinan,,ia lalu merobek baju kinan hingga polos "dewa apa yang kau lakukan?" Dewa hanya mendengus mendengar kata kinan,matanya yang keruh tampak mengancam,


kemudian dewa mendekati bibir kinan lagi, dan menciumnya dengan lembut"dewa kamu tak bisa melakukan ini kepadaku" teriak kinan dan dewa masih mengabaikanny, ia lalu beralih keleher kinan


"dewa kau akan menyesalinya.." teriak kinan masih berusaha untuk menghentikan dewa,


dewa berhenti sebentar lalu berkata"diamlah aku akan melakukannya dengan lembut" dan selanjutnya dewabermain di d*** kinan,dan turun hingga ke bagian inti kinan.


Kinan akhirnya hanya bisa pasrah,ia lelah melawan dewa.


Dewa melanjutkan aktifitasnya,ia mengobrak abrik bagian bawah kinan hingga kinan ******* berkali kali dan lemas,

__ADS_1


Kemudian dewa membuat penyataun,ia terus mencari kenikmatannya hingga ia lemas lalu tidur disamping kinan.


__ADS_2