DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 11


__ADS_3

jangan lupa kasih like, komentar, fav, bunga atau kopi dan juga 🌟🌟🌟🌟🌟.


terima kasih yang sudah dukung cerita ini. bagi yang jomblo semoga dapat jodoh. yang udah nikah semakin hangat hubungannya dan banyak momongan.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Setelah selesai bermonolog dalam hati. Barno pun mengambil sebuah keputusan. Menikah napas dan menahan sejenak. Tangan Barno mulai mengayun dan….


PLAK.


Suara kecil dari tamparan tangan pemuda itu terdengar, ia pun melepaskan napas yang tadi ia tahan. Walau dadanya terasa plong, tapi perasaanya sangat was-was melihat reaksi Erna yang menatapnya dengan dahi berkerut.


"Apa yang kau lakukan!" seru Erna kaget


"Suhut anying, dasar anak babi!" umpat Barno dalam hati. Merasa dirinya telah jatuh ke dalam perangkap Suhut.


"Kau nakal juga ya, berani memukul pantatku!" ujar Erna dengan pipi merona dan senyum simpul menghias di bibirnya.

__ADS_1


Mata Barno pun langsung melotot dengan ekspresi yang tidak bisa diukirkan ketika melihat Erna tersenyum kepadanya. Ia tidak menyangka jika senyuman manis itu terukir di wajah cantik tersebut. Malam yang begitu gelap kembali terlihat bercahaya, rasa takut dalam hati Barno sirna seketika dengan perasaan begitu lega. Ia menyesal telah mengutuk temannya karena praduga tidak bersalahnya.


"Aku tidak berpikir kalau kau ternyata nakal juga!" ucap Erna lagi, senyumnya semakin melebar sehingga giginya yang putih rapi terlihat, dan semakin menambah kecantikannya.


Seketika jantung Barno seakan berhenti berdetak, Erna menatapnya dengan mata melotot. Wajah Barno pun langsung pucat pasi karena ekspresi yang ditunjukkan oleh gadis itu, di luar ekspektasinya. Malam yang gelap semakin gelap di mata pemuda itu.


"Eh … anu … ma….!"


Belum sempat Barno menyelesaikan kalimatnya yang terbata-bata, Erna sudah merangkul tangannya dan mengajaknya pergi.


Apa yang dilakukan Erna membuat Barno terheran-heran, tapi dibalik itu semua, hatinya sangat senang karena semuanya berjalan dengan lancar. Walaupun tadi ia sempat mengutuk Suhut, tapi kali ini ia sangat memuji temannya itu.


"Hebat juga anak anying itu, ternyata apa yang dia katakan benar juga. Erna terlihat sangat senang ketika aku memukul pinggulnya. Berarti aku akan melakukannya malam ini. Ah…. Jadi nggak sabaran aku. Hahahahahahahaha! Terima kasih Suhut tayk, kau memang teman terbaik!" batinnya berteriak senang.


"Yang tadi nggak ada masalah, kan? Apa semua baik-baik saja?" tanya Barno memastikan kalau apa yang terjadi tadi, bukanlah sebuah masalah besar buat Erna.


"Ya! Nggak ada masalah, kok. Emangnya kenapa?"Β 

__ADS_1


Barno hanya tersenyum tipis, dan mulai membusungkan dadanya, merasa bangga ketika berjalan dengan Erna menyusuri malam yang masih ramai.


"Jika memang begitu, berarti aku dan Erna. Hahahahahaha…. Anying memang kau Suhut, salut aku. Hahahahaha!"


Sepanjang jalan wajah Barno terlihat begitu cerah, senyuman tidak pernah lepas menghiasi bibirnya, bayangan keindahan duniawi pun sudah menari-nari di depan matanya.


Ketika Barno dan Erna berjalan menikmati malam yang indah, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Liana dan Suhut. Gadis mungil berambut pendek tersebut pun menatap Barno dengan tajam.


"Apa kalian ingin pergi berduaan saja?" tanya Liana menatap dalam ke arah Barno


"Eh, bukan! Bukan seperti itu. Kami hanya mau pergi ke sebuah tempat aja sebentar!" kilah Barno. "Kau jalan aja dulu sama si Suhut, aku sama Erna, nanti aku tunggu kau di tempat itu."


Barno menunjuk sebuah ruko yang sudah tutup, yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Betul tuh, Lia. Lebih baik kita jalan berdua aja dulu, aku jamin pasti seru, kok!" ucap Suhut yang tidak ingin buruannya lepas begitu saja.


@@@@@@@@@@@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2