DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 56


__ADS_3

💦💦💦💦


"Iya, iya!" Barno pun berbalik.


"Aku nggak yakin menggunakan ini tanpa seijin Butet, apalagi pakaian ini terlalu ketat," gumam Liana.


"Apa kau sudah selesai?" tanya Barno  dan tanpa menunggu jawaban dan berbalik ke arah Liana.


Kagum dan terpesona melihat Liana yang memakai pakaian Butet, tubuh yang proporsional membuat dan terlihat seksi. Barno mendekati Liana yang masih membelakanginya, dan langsung memeluk.


"Eh, lepaskan!" Liana kaget.


Aroma rambut Liana yang baru keramas menyeruak ke dalam hidung Barno, menghirup begitu dalam, lalu mencium tengkuknya.


"Ahh … hentikan, Bar. Geli!"


"Tapi enakkan?"


"Kau sekarang keluar, aku mau istirahat." 

__ADS_1


"Kau tidur di sini?" tanya Barno.


Melepaskan tangan Barno yang melingkar di pinggangnya, Liana kemudian berbalik dan menatap mata pemuda itu. Lama mereka diam dan saling pandang. Liana kemudian mencium bibir Barno dengan cepat.


"Aku mau istirahat, Bar, Badanku terasa rontok. Sekarang kau pergi ke kamarmu," pinta Liana dengan lembut dan disusul senyuman manis.


"Baiklah kalau begitu. Sesuai dengan keinginanmu putri cantik."


Setelah mencium kening Liana, Barno keluar menuju kamarnya. Selepas itu Liana berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar. 


Seketika Liana tergelitik menyaksikan sepasang cicak di langit kamar, Dari cara kedua cicak itu bergaul, Lain dapat mengetahui kalau kedua binatang itu adalah sepasang kekasih. Salah satu cicak berada di atas tubuh cicak satunya. Cukup lama posisi kedua cicak tersebut seperti itu.


Sedangkan Barno yang berbaring di dalam kamarnya, tampak sangat gelisah, berguling kesana kemari di atas tempat tidur, masih terbayang permainannya dengan Liana. Tidak seperti sebelumnya dimana sepupunya itu berlaku pasif, malam ini gadis itu sedikit aktif. Barno juga tidak menyangka kalau Liana telah resmi menjadi pasangan syekxxx-nya.


"Sial, kenapa aku nggak bisa tidur. Hmm … situasi ini seperti terasa tidak nyata. Dia benar-benar menjadi pasangan syeksxxsku. Sekarang dan seterusnya aku sudah bisa melakukanya dengan Liana."


Barno bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Langkahnya menuju  kamar Butet, dimana Liana sedang beristirahat, ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada. Barno masuk ke dalam kamar, berdiri di sisi ranjang memandangi sepupunya yang sudah tertidur lelap.


Perlahan Barno naik ke atas tempat tidur dan berbaring di belakang Liana yang tidur menyamping, tangannya mulai merayap dan menyelinap ke dalam celana, menyentuh daerah yang paling sen –sitif.

__ADS_1


Merasa sudah resmi menjadi pasangan syekxxs, Barno merasa bisa melakukan apa saja terhadap tubuh Liana, ia pun mulai menarik celana sepupunya itu bersamaan segitiga pengamannya.


Selepas itu Barno mengeluarkan senjata pamungkasnya, siap menembus kedalaman yang dipenuhi kegelapan yang indah.


"Bongkahan yang indah dan lembut."


Sejenak Barno menikmati kelembutan kulit pinggul Liana, dielusnya secara perlahan, meremas dengan lembut. Barno kemudian meludahi tangannya sendiri dan mengoleskan ke batangnya sebagai pelumas.


Agar semuanya berjalan dengan lancar, dan batang lebih mudah untuk masuk. Barno menarik belahan pinggul Liana sehingga tampaklah bibir bawah yang mungil. Barno menempelkan batangnya, lalu mendorongnya dengan perlahan sampai semuanya benar-benar masuk.


"Ini terasa masih sempit. Benar-benar nikmat."


Liana  terbangun ketika merasakan bagian bawahnya seperti ada yang memenuhi. Sontak ia tersadar setelah menyadari semuanya. Menoleh kebelakang dan melihat Barno.


"Bar, a–apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak membiarkan aku istirahat?"


"Hai, Lia. Aku Barno, teman syekxsx–mu." Barno tersenyum tanpa ada rasa bersalah. Malah ia berkata dengan seloroh.


Tangan melingkar di perut Liana, Barno mulai menggoyang pinggulnya, membuat Liana mendongak, rasa kantuknya sekarang sudah sirna semua. Semakin lama goyangan Barno telah memberikan rasa nikmat pada Liana, sekarang pertempuran sampai akhir yang diinginkan gadis itu.

__ADS_1


💦💦💦💦💦💦💦


__ADS_2