DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 22


__ADS_3

πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


Rasa kesal terpancar jelas di wajah Barno setelah mendapat kabar dari Suhut kemarin sore, kalau pria itu akan pergi liburan akhir pekan ini bersama Liana dan Erna. Walaupun Suhut juga mengajak dirinya, tapi ia tidak habis pikir, kenapa bisa-bisanya Liana mau diajak oleh pria tersebut. Dengan begitu Barno pun berpikir kalau mereka berdua benar-benar sudah dekat, dan telah sering melakukannya di belakang dirinya.


"Arggghh Suhut monyet. Kalau memang Liana menjadi pasangan s3xsssnya,seharusnya aku bisa lebih duluan melakukannya. Karena aku yang lebih banyak menghabiskan waktu dengannya. Arghhh…. Dasar monyet kau Suhut," umpat Barno kesal.


Dipenuhi kekesalan Barno menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Secara logika, jika Liana mau menjadi pasangan s3xss untuk orang lain, apa ceritanya kalau dirinya yang mengajak, tentu Liana tidak akan ada masalah jika dirinya menjadi pasangan ranjangnya. Atas dasar itu, Barno bertekad untuk menjadikan Laiana sebagai pasangan ranjangnya juga. Di akhir pekan nanti, ia akan berusaha agar bisa tidur bersama sepupunya itu.


Karena itulah Barno begitu semangat ketika hari H-nya tiba. Wajahnya terlihat begitu ceria menunggu jemputan di depan rumah kontrakannya. Namun, ia kembali kesal ketika Suhut datang menjemputnya dengan sebuah mobil, dimana Liana sudah duduk di depan berdua dengan Suhut sebagai supir. Sedangkan Erna duduk di belakang sendirian.


"Cepat naik di belakang!" perintah Suhut dengan senyum ejekan.


Barno pun naik, dan duduk di bagian belakang. Walau dia duduk di samping Erna, entah kenapa perasaannya masih belum senang. Walau ia menyadari kalau Erna terlihat begitu cantik dengan rambut diikat kuncir kuda, tanktop kaos yang dikenakan gadis itu membuat belahan pasyudharanya terlihat jelas. Namun, tidak seperti biasanya, Barno tetap cuek dengan penampakan tersebut.


Sedangkan di depannya, terlihat Liana dan Suhut begitu akrab. Mereka berdua bercanda dan tertawa bersama sepanjang jalan. Membuat hati Barno semakin jengkel.

__ADS_1


Hampir enam jam perjalanan, mereka pun akhirnya sampai di depan sebuah rumah yang berada di puncak, daerah pegunungan yang terletak di tanah Samosir. Cuaca yang begitu dingin dan udara segar, langsung menyambut mereka ketika keluar dari dalam mobil.


Mereka berempat berdiri di depan rumah dimana konstruksi rumah tersebut terbuat dari kayu, layaknya rumah jaman dulu, tapi gaya arsitektur modern.


"Apa yang kau pikirkan. Aku rasa rumah ini cukup bagus!" ujar Suhut ketika melihat Liana menatap rumah tersebut dengan wajah kagum.


"Ini bukan cukup bagus lagi, tapi memang sangat bagus. Begitu banyak pemandangan indah yang mengelilingi rumah ini. Hmmmm…." Liana menarik napas, lalu tersenyum manis.


"Ayo, biar aku tunjukkan sama kau isi rumah ini. Sini! Tasnya biar aku aja yang bawa."


Melihat keakraban sepupunya itu dengan Suhut, Barno menjadi sangat geram. Ia pun semakin berpikir, sejauh mana hubungan keduanya terjalin. Apakah hanya sekedar pasangan s3kxs, atau sudah ada benih cinta yang tumbuh.Β 


Akan tetapi, ia kembali menolak pemikirannya yang kedua, karena tidak mungkin Liana jatuh cinta kepada Suhut. Kalaupun benar, lalu pria yang dilihatnya bercinta dengan sepupunya waktu di kosan itu, siapa? Apa pria itu pasangan s3snya juga?


"Ayo kita masuk juga," ajak Erna dan berjalan lebih dahulu.

__ADS_1


Sejenak Barno memperhatikan Erna yang berjalan di hadapannya. Pinggul gadis tersebut melenggok dengan indah, membuat Barno tersenyum karena terbayang apa yang akan terjadi kedepannya antara dirinya dan Erna. Barno pun berjalan mengikutinya dari belakang.


Di ruang tengah mereka berempat berdiri memandangi seisi rumah. Suhut begitu bangga ketika melihat wajah Liana yang begitu mengagumi interior rumah tersebut.


"Aku tidak pernah sembarang memilih rumah penginapan untuk liburan," ucap Suhut tersenyum bangga, membuat Barno yang mendengarnya semakin kesal.


"Aku akui, kau pintar memilih tempat. Interior rumah ini sangat bagus. Aku sangat menyukainya," ucap Liana dengan jujur.


"Aku akan menemui penjaga rumah ini dulu, untuk menyelesaikan semua administrasinya," ujar Suhut dan beranjak keluar rumahΒ 


"Aku ikut, ada yang mau tanyakan sama kau!" Erna langsung menyusul Suhut.


"Apa?" tanya Suhut.


"Aku dengar di sini ada tempat pemandian alam yang sangat indah?" tanya Erna balik sambil berjalan melewati pintu rumah.

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2