DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 26


__ADS_3

@@@@@@@@@@@


Tiba-tiba sebuah senyum licik yang hampir tidak terlihat terukir di bibirnya, matanya juga memancarkan sebuah cahaya kemenangan, karena sebuah ide muncul di dalam benaknya.


"Ayo kita bermain, siapa yang paling kuat minum diantara kita berdua" ajak Barno dan menuangkan minuman alkohol ke dalam gelas Suhut.


"Hahahahaha…. Kau mau menantangku? Apa kau memang sanggup minum?" ejek Suhut dan langsung meneguk satu gelas dalam satu tarikan nafas.


"Aku tau kau tidak akan sanggup melawanku," ejek Barno.


"Cihh…. Kita lihat saja."


Barno sebenarnya tidak terlalu kuat minum alkohol, dan Liana tau betul itu. Sebab itu gadis tersebut menatap Barno dengan kening berkerut, tapi dia hanya diam saja, tidak ada niat untuk menghentikan kegilaan dua pria tersebut.


"Coba kau minum sampai empat gelas, setelah itu aku akan minum 6 gelas," ujar Barno tersenyum licik.


Suhut tertantang, apalagi setelah melihat senyum ejekan dari Barno, ia pun langsung meminumnya. Satu gelas, dua gelas, dan gelas ketiga terlihat wajah Suhut mulai memerah, matanya juga mulai sayu.

__ADS_1


Pertarungan siapa yang lebih kuat minum minuman beralkohol tersebut terus berlanjut, hingga akhirnya Suhut meletakkan kepalanya di atas meja karena sudah tidak sanggup lagi bertahan setelah meneguk gelas keempat.


Sedangkan Liana tidak menyangka, kalau Barno mampu bertahan, walau pemuda itu sudah terlihat sangat mabuk, tapi dia tidak tumbang. Barno masih mampu mengendalikan tubuhnya untuk bergerak, dikarenakan dia hanya minum susu satu gelas saja di awal.


Sedangkan Erna, hanya bisa geleng kepala saja melihat Barno yang mampu membodohi Suhut untuk lebih dulu meneguk empat gelas.


"Aku akan bawa dia dulu ke dalam kamar," ucap Barno.


"Aku juga mau tidur, aku sudah sangat mengantuk sekali, besok aja kita beresin mejanya, ya," ucap Erna yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.


Barno membopong tubuh Suhut kedalam kamar, dan membaringkannya dengan kasar.


"Iya, iya!" tanpa sadar Suhut menyahuti perkataan Barno.


Senyum lebar Barno menghiasi wajahnya. "Hahaha dasar goblok, gampang kali kau di bodohi."


Di bawah pengaruh alkohol, Barno lupa kalau tadi Erna sudah pamitan untuk lebih dahulu tidur, dan dia mengira kalau gadis itu masih berada di belakang rumah. Karena itulah, saat dia berdiri di pintu belakang, ia menyangka kalau Liana yang sedang membungkuk membersihkan meja yang mereka pakai, adalah Erna.

__ADS_1


Dengan penuh percaya diri dan semangat tinggi, Barno berjalan perlahan mendekat, dan langsung menampar pinggul Liana.


Liana sangat terkejut dan langsung membalik badannya, dan melihat Barno tersenyum dengan wajah merah akibat pengaruh alkohol. Gadis itu langsung melotot marah karena Barno berani menampar pinggulnya.


Sedangkan Barno terlihat kaget dan mulai ketakutan, setelah melihat dengan jelas siapa orang yang telah ia tampar.


"Li–lia!" Suara Barno hampir tidak terdengar ketika menyebut nama sepupunya itu.


"Bocah mesum! Apa yang kau lakukan kepadaku?" bentak Liana, matanya merah menahan amarah.


"Li–lia, i–itu bukan seperti yang kau pikirkan. A–aku tidak bermaksud…."


Liana mendengus, lalu mengambil botol kaleng yang ada di atas meja dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk dilemparkan ke kepala Barno.


"Beraninya kau menampar pinggulku bocah gila!"


Melihat sikap Liana seperti harimau betina yang ingin menerkam mangsanya. Barno segera balik badan dan berlari sambil berteriak. "Itu kesalahpahaman Lia. Maafkan aku."

__ADS_1


"Dasar anak sialan!" umpat Liana, tapi sebuah senyuman terukir di bibirnya, sangat berbanding terbalik dengan makiannya.


@@@@@@@@@@@@###


__ADS_2