DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 40


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


"I–ini….!" Barno tidak bisa melanjutkan kalimatnya, ia juga benar-benar kaget dengan apa yang terjadi, tapi tidak berniat untuk mencabutnya.


"Ke–keluarkan itu!" Liana protes lagi, tapi tubuhnya tidak bergerak sama sekali untuk membuat pergerakan, supaya Pen s- Barno lepas dari dalam sana.


"Ma–maf! Aku tidak tau kenapa punyaku bisa masuk. Karena sudah terlanjur, bagaimana kalau kita lanjutkan saja?"


Antara memberanikan diri dan bernap–su, Barno mulai menggerakkan pinggulnya untuk menarik batangnya, tapi bukan untuk mencabut, melainkan untuk kembali membenamkannya lagi lebih dalam. Sontak Liana mendongak menerima hantaman itu.


"Aghhhhhh…. A–apa yang kau …. Aghhh…. Jangan bergerak lagi," ujar Liana, matanya terpejam ketika sebuah aliran yang begitu nikmat menjalar di seluruh tubuhnya.


"Lia, ini sudah masuk terlalu dalam. Lebih baik kita nikmati saja. Dihentikan pun sudah terlambat. Apalagi … apalagi aku lihat kau juga menikmatinya, terbukti dari punyamu yang sudah sangat basah." 


Pinggul Barno terus bergerak membuat peni -nya keluar masuk dari dalam vagi— Liana. Semakin lama pergesekan dua jenis ke— lamyn itu semakin  cepat, hingga terdengar suara benturan yang mirip tamparan.


Plak


Plak


Plak

__ADS_1


Plak


"Oh my god!" Liana menggelengkan kepala beberapa kali.


"Maaf, Lia! Aku mohon sekali ini saja," suara Barno begitu pelan seakan menahan sebuah aliran yang begitu besar dari dalam tubuhnya.


Liana diam dan tidak menyahut sama sekali, sel-sel sarafnya sudah terkontaminasi oleh pergesekan yang terjadi di bawah sana. Rasa nikmat yang tercipta sudah menguasai jalan pikirannya. Ia sekarang hanya ingin menikmatinya permainan itu sampai akhir.


Oleh karena itu, ketika Barno bangun dan mengangkat pinggul Liana, gadis itu dengan sendirinya bergerak untuk membungkuk dan mengangkat pinggulnya setinggi mungkin. D,o– gy st---yle gaya yang paling akurat untuk lebih leluasa menghantam ke dinding rahim.


Ketika Barno mulai melakukan pergerakan lagi, pen s pemuda itu dengan tepat menusuk dan menghantam dinding rahim Liana, membuat mata Liana merem melek. Apalagi ketika Barno mengangkat sebelah kaki Liana sehingga seperti seekor anjing yang sedang buang air kecil. Membuat hantaman di Vag-nya semakin menghasilkan sensasi yang luar biasa.


Plak


Plak


Plak


"Ah ah ah ah ah… Uhhhmmmm ah ah ah ah ah!


Kecepatan pinggul Barno yang menghantam pinggul Liana, menghasilkan suara benturan cukup keras, diiringi derit suara ranjang yang terus bergoyang. Perpaduan nada-nada yang begitu indah ketika ditambah intonasi suara desa—han yang keluar dari mulut Liana, memenuhi kamar Barno. Beruntung Butet terlelap dengan nyenyak di ruangan lain.

__ADS_1


"Lia … ohhhhh. Ini benar-benar enaaaakkk…. Shhhhhhh!" Tangan Barno mulai bergerak menyentuh pasyudhara Liana. 


"Ahhh, Bar. Siapa yang mengijinkan kau untuk menyentuhnya."


Tidak peduli bagaimana Liana yang terus protes setiap apa yang dilakukannya. Barno tidak memindahkan tangannya, dan terus meremas dengan kuat kedua pyashudhara Liana yang tidak begitu besar, tapi sangat empuk.


"Ayolah Lia, tubuh kita sudah menyatu seperti ini, apalagi yang harus tidak boleh aku lakukan," ucap Barno dan menghentikan sesaat gerakan pinggulnya.


Akan tetapi, Barno sesaat kemudian menarik pen s--nya dengan pelan, lalu memasukkannya kembali dengan hentakan kuat. Seperti itu ia lakukan berulang kali, membuat Liana kembali mendongak, tubuhnya mulai kelojotan kuat.


"Ahhhhh … Bar….!"


Barno tersenyum puas melihat Liana mendapatkan sedikit kepuasan.


"Hah hah hah hah. Bisakah kau melakukannya lebih pelan lagi, aku takut kalau Butet bangun dan mendengar suara aneh kita," ucap Liana setelah gejolak tubuhnya mulai mereda.


"Oh, baiklah!"


Dari kata-kata Liana barusan, Barno mengambil kesimpulan kalau itu adalah kalimat ajakan, untuk melanjutkan permainan mereka lebih lanjut lagi. Dengan senang hati Barno kembali bergerak, tapi sekarang ia melakukannya dengan lebih lembut guna meredam suara agar tidak terlalu berisik.


Love Romantic, adegan percintaan yang penuh kelembutan dan keromantisan. Barno mempraktekkannya dengan sangat baik. Dengan pelan pinggulnya bergerak tanpa suara benturan, tangannya juga beraksi di pasyudhara Liana dengan lembut, sesekali ia juga mengusap kedua belahan pinggul gadis itu dan beralih lagi ke pyashudhara. Begitu ia lakukan berulang kali.

__ADS_1


"Ohhhhh, Bar. Kiss me!" Liana menoleh dengan mata sayu kebelakang, dimana Barno sedang bekerja.


👽👽👽👽👽👽👽👽👽👽👽👽


__ADS_2