
tetap dukung dengan Like, komentar, fav, bunga, atau kopi dan juga πππππ
ππππππππππππππππ
"Kau bilang mau mengantarku pulang nanti, tapi kenapa kau jadi brengsek seperti ini!" kata Liana kesal, tidak menyangka kalau Barno akan meninggalkannya sendirian bersama Suhut.
"Aku akan segera kembali, jangan khawatir. Jalan-jalan sebentar aja dulu dengan Suhut!" bujuk Barno, tak ingin kesempatannya untuk berduaan dengan Erna pun hilang.
"Baiklah. Pergi saja sana kalian."Β
Liana langsung berpaling dan berjalan dengan kaki menghentak. Suhut langsung menyusul dan mengedipkan matanya kepada Barno yang hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Walau Barno merasa tidak enak hati karena sudah berbohong kepada Liana, tetapi rasa penasarannya lebih mendominasi untuk bisa merasakan keindahan duniawi bersama LianaΒ
Setelah sepupunya itu menghilang dari pandangannya, Barno pun mengajak Erna pergi hingga mereka sampai di depan sebuah motel.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Barno seraya menatap bangunan motel tersebut.
__ADS_1
"Ada apa? Apa kau mau istirahat sebentar di dalam. Kalau memang mau nggak apa-apa kok, aku bisa temanin."
Ibarat layangan yang disambut dengan kemunculan angin, semua berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Barno menatap mata Erna dan dibalas oleh gadis itu dengan senyuman. Mereka pun kemudian masuk kedalam motel dan memesan sebuah kamar.
Ruangan kamar dengan pencahayaan yang remang-remang, semakin menambah suasana romantis. Namun, Barno sejak tadi hanya duduk diam di atas kasur. Pemuda itu sangat bingung harus memulai dari mana, supaya yang diharapkannya bisa terjadi. Barno pun iseng mengambil remote untuk menyalakan tv.
Bulu kuduknya tiba-tiba merinding ketika Erna yang duduk di sampingnya, merinding dan menaikkan kaki keatas bawah perut Barno, dan mulai menggesek kakinya itu secara perlahan. Tentu saja apa yang dilakukan gadis itu membuat jantung Barno seakan berhenti berdetak. Batang mungil yang tersembunyi di balik celana, langsung membuat respon dan secara perlahan bangun hingga membuat tonjolan.
"Cepat juga ya, bangunnya!" ujar Erna tersenyum manja dengan suara mendhesahhh. Ia pun kemudian menggunakan kedua telapak kakinya.
Dengan kedua telapak kakinya, Erna terus mengocok milik Barno sehingga pemuda itu mendongakkan kepalanya, ketika sensasi menyelimuti tubuhnya. Rasa yang pertama kali yang ia dapatkan seumur hidup, dan sangat berbeda jauh dengan rasa ketika menggunakan tangan sendiri.Β
"Apa kau menyukainya?" tanya Erna dengan senyum tipis
"Uhhhhβ¦. Aku menyukainya, belum pernah aku merasakan yang seperti ini."Β
__ADS_1
Wajah polos Barno mulai merah menahan gejolak na-fsu yang menyelimuti dirinya. Des-ahan kecil mulai terdengar, akibat sensasi dari permainan kedua kaki Erna di bagian bawahnya. Adegan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi Barno.
"Kau terlihat semakin imut kalau lagi syanghe," ucap Erna terawat kecil sambil menggoyang dadanya untu, membuat mata Barno semakin satu melihat dua gunung bergoyang menggoda.
Kepuasan batin yang selama ini ia dapatkan melalui sentuhan tangannya sendiri, membuat Barno tidak bisa menahan lagi untuk segera memulai permainan selanjutnya, karena ia merasa sangat jauh berbeda rasanya, dan yakin hari ini kalau dirinya akan mengetahui perbedaan yang mencolok itu.
Β
Berdasarkan pengalaman yang dia dapatkan dari menonton vidio 80k3p, Barno langsung menyambar tubuh Erna dan me-lu-mat bibir mungil tersebut dengan lembut.
"Aku sudah tidak tahan lagi!" ucap Barno yang sudah dipenuhi n4p-5u.Β
Sama halnya dengan Erna, keinginan yang begitu kuat untuk melanjutkan adegan ke jenjang berikutnya, sudah menyelimuti otaknya. Sebab itu ia dengan senang hati menyambut serangan Barno, dan membalas ciuman pemuda tersebut lebih ganas lagi dengan memainkan lidahnya. Hanya beberapa detik saja, napas mereka mulai memburu, diiringi dengan remasan-remasan kecil di area sen-sitif.
@@@@@@@@@@@@@
__ADS_1