DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 70


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


PLAK


Sebuah tamparan kecil mendarat di pinggul Liana, ia benar-benar kaget, tidak menyangka kalau Barno akan berani berbuat seperti itu ketika Lain ada di dekat mereka.


"Apa yang kau lakukan, bodoh." Liana benar-benar kesal dengan tingkah Barno barusan.


"Saat." Barno meletakkan jari telunjuk di bibirnya, sebuah isyarat agar Liana tidak berisik.


Akan tetapi, Butet mendengar suara gaduh kecil tersebut.


"Kalian sedang apa?"


Segera Barno menepuk tangan beberapa kali di udara. Sudut matanya melihat ke arah Liana dan Butet secara bergantian. Tentu itu hanya alasan untuk menutupi tingkah aslinya dari pantauan Butet.


"Ini, ada nyamuk-nyamuk nakal di rumah kita." Barno beralasan.


Tentu alasan itu membuat Liana mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Butet hanya menggeleng kepala karena tidak percaya, tapi Butet tidak memperdulikan apakah Barno berbohong atau tidak.


"Ayo, ikut aku sebentar." Barno menarik tangan Liana menuju kamarnya.


Apalagi yang ada di otak Barno selain kemesuman. Semenjak dia mengenal dan merasakan apa itu namanya syek, gairah sangat mudah muncul dalam dirinya. Jangankan setelah menyentuh, bahkan membayangkannya saja, gejolak dalam dirinya akan secara instan muncul tanpa bisa dikendalikan.


"Kau mau apa, sih?" tanya Liana setelah mereka masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Liana tidak berpikir kalau Barno akan berani mengajaknya untuk penyatuan badan di saat Butet berada dalam rumah, sebab itu ia hanya menuruti ketika ditarik ke dalam kamar.


"Aku sudah tidak tahan lagi. Ayo kita lakukan sekarang."


Tangan Liana dengan cepat menepuk jidat Barno. Apa yang dipikirkannya tentang Barno ternyata salah, kenekatan Barno benar-benar gila.


"Jangan coba macam-macan."


Ancaman Liana tidak menyurutkan keinginannya, semua perasaan tidak bersalah muncul di bibir Barno. Kedua tangan Liana ia raih dan di kunci kedinding.


"Kau selalu begitu. Menolak, tapi sesaat kemudian menikmatinya," ujar Barno.


Ketika Barno hendak mec ium bybyr Liana. Gadis itu langsung membuang wajahnya, tapi rona merah di wajahnya menjadi pembanding dengan sikapnya. Hal itu membuat Barno kembali tersenyum simpul.


"Ssss… Bar," keluh Liana.


"Kenapa? Kau menyukainya, kan?" tanya Barno bersamaan kedua tangannya mendarat di kedua pepaya Liana.


Mata Liana sudah sayu ketika bertatapan dengan Barno. "Aku takut kalau nanti kita akan OTT oleh si Butet."


"Hah, OTT! Gila. Udah kaya koruptor aja kita kau bikin, hahahaha." Barno tertawa dengan suara pelan. "Walaupun apa yang kita lakukan sama dosanya sama koruptor. Tapi kita nggak merugikan masyarakat."


Kedua tangan Barno semakin erat mendekap pinggang Liana, obrolan yang tidak begitu penting ia abaikan selanjutnya, sekarang hanya ada keinginan untuk menuntaskan hasrat sebelum Butet keburu datang.


"Shhhh…. Bar!" erangan Liana mulai keluar ketika Barno semakin liar menjelajahi setiap lekuk tubuhnya.

__ADS_1


Tidak menyadari lagi kalau keduanya sudah melepaskan setiap penutup yang melekat di tubuh. Kini Liana sudah membungkuk membelakangi Barno, siap menerima permainan selanjutnya.


"Ahhhhhhhhhhhh," erangan lembut yang begitu panjang dari bibir Liana, ketika Barno mulai menyeruduk dari belakang, menyeruak ke dalam daging merah yang lembut.


Suara-suara kecil yang dihasilkan dari sebuah benturan, mengiringi pekerjaan mereka yang penuh peluh dan kenikmatan. Saling memberi dan saling menerima, sebuah permulaan sebab akibat yang mutlak terjadi.


"Aghhh…. Lebih kuat, Bar," pinta Liana yang mulai kelebakan menerima sensasi yang luar biasa.


"Ini sudah kuat, Lia…. ssshhhh ahhhhh. Apa masih belum mentok?"


"Shhhh asih belum."


Tidak ingin membuat pasangan tidak terpuaskan, Barno menghantam lebih keras dan menekan lebih kuat. Ujungnya sudah merasakan dinding kenyal, tapi Liana masih merasakan jauh ke kedalaman yang mutlak.


Plak


Plak


Plak


"Ah ah ah ah ah ah ah."


Suara benturan, suara rintihan, semua saling sahutan mengiringi pertempuran yang begitu panas dan menguras energi.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2