DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 31


__ADS_3

jangan lupa komen dan like ya,


mohon dukungannya


@@@@@@@@@@@


Liana meninggalkan Suhut begitu saja, tidak mempedulikan raut wajah kecewa pemuda itu. Ia berniat untuk pulang ke penginapan, tapi setelah melewati jalur dimana jalan yang dilaluinya banyak pepohonan yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jalan. Liana mendengar suara grasak-grusuk, Bahkan ada suara de–sahan pria dan wanita.


"Shhhh … ahhhhh … ayu Bar, lebih dalam lagi."


Liana benar-benar kaget ketika mulai mendekati suara tersebut. Suara seorang gadis terus menyebut nama sepupunya dalam de-sahan. Seketika matanya melotot setelah menyaksikan dengan jelas adegan yang ada di hadapannya.


Barno sedang menggauli Erna dari belakang, dengan posisi gadis tersebut memegangi batang pohon. Terlihat jelas dari raut wajah mereka berdua, betapa mereka sangat menikmati sensasi-sensasi kenikmatan yang mereka raih.


"Barrrrrrr, Akuuu keluarrrr….!


"Aku juga Eeeeeeeer!"


Menyadari kalau permainan bi–rahi tersebut akan segera berakhir, Liana dengan mengendap meninggalkan lokasi tersebut dengan jantung berdebar. Sebagai wanita yang telah pernah merasakan betapa indahnya ber-seng-gama dengan lawan jenis, Liana hampir saja terhipnotis dengan permainan Barno dan Erna, karena tadi ia sempat menyentuh bagian sen-sitifnya sendiri.


"Ahhh…. Hampir saja aku menjadi gila. Huffff!" keluh Liana dan buru-buru pulang ke penginapan.

__ADS_1


Sedangkan Barno masih terkulai lemas sambil memeluk tubuh Erna dari belakang dengan posisi berdiri. Sesekali ia mencium tengkuk gadis tersebut.


"Bar, sudah! Lepaskan aku. Lebih. Aku kita cepat menyusul mereka. Takutnya merak menunggu kita terlalu lama." 


"Ehh, iya, iya!" Barno melepaskan pelukannya, lalu memakai kembali celananya,  begitu juga dengan Erna.


Setelah pakaian yang mereka kenakan rapi kembali. Barno dan Erna menyusul ke danau. Akan tetapi sesampainya disana, mereka tidak menemukan Suhut dan Liana. 


"Apa mereka lagi main tusuk-tusuk, ya?" tanya Erna.


Wajah Barno memerah menahan kekesalan setelah mendengar perkataan Erna. Entah kenapa rasa ketidak ikhlasan menyelinap di hatinya jika Suhut sekarang sedang  menggauli sepupunya itu.


"Aku rasa itu tidak mungkin. Mereka pasti sudah pulang ke penginapan." Barno menggumam, tidak terima dengan kenyataan.


"Ayo, kita lebih baik pulang ke penginapan. Karena 5 jam lagi kita akan kembali pulang ke rumah."


Erna hanya mengangguk. Dalam perjalanan pulang ke penginapan, Barno tidak banyak bicara, dan itu membuat Erna sedikit heran, tapi gadis itu tidak ingin mempertanyakan sikap Barno tersebut.


Lima jam kemudian mereka berempat sudah selesai berkemas untuk kembali pulang. Ketika masuk kedalam mobil, Liana memilih duduk di belakang bersama Erna. Hal itu membuat Barno mengerut kening, apalagi Suhut tidak melakukan protes apapun saat Barno masuk kedalam mobil, dan duduk di samping Suhut yang lagi memegang setir.


"Kenapa si Liana duduk di belakang, apa yang terjadi di antara mereka. Bukan mereka hubungan mereka baik-baik saja. Ahhhh…. Kenapa malah aku jadi bingung dengan sikap mereka. Si kampret Suhut juga diam saja, biasanya dia protes."

__ADS_1


Setelah hampir lima jam di perjalanan, mereka pun akhirnya sampai di depan kontrakan Liana.


"Aku duluan, ya," ucap Liana kepada Erna dan turun dari mobil


"Nanti aku chat, ya tagihan perjalanan kita," ucap Suhut tiba-tiba sebelum Barno turun dari mobil. 


"Tagihan apa?" tanya Barno bingung.


"Sialan kau. Kau kira aku anak orang kaya. Sewa rumah, sewa mobil ini, minyak mobil. Kau juga harus bantu aku buat bayarnya, jangan cuman numpang enaknya aja."


"Lah! Kan, kau yang ngajak aku, lagian kau nggak nggak ngomong dari awal," sungut Barno, merasa dirinya telah di jebak.


"Pokoknya kau harus bayar separo dari biaya perjalan kita."


"Ya udah, kau chat aja biayanya nanti ke aku. Tapi aku bayarnya bulan depan, setelah aku dapat kiriman dari kampung."


Dengan kekesalan Barno turun dari mobil. Dalam hati ia berdoa semoga biaya perjalan mereka ini tidak menghabiskan semua uang bulanannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2