
πͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺ
"Aku tunggu kabar baiknya, ya!" teriak Barno dan memperhatikan Liana dari belakang. Matanya terus menatap bhokhong perempuan tersebut yang melenggok seperti bebek.
"Anjrit. Baru sadar aku kalau phanthatnya bahenol juga," batin Barno, lalu ia pun kembali pulang ke rumah dengan sebuah harapan.
Jam delapan malam Barno sudah berdiri di depan sebuah cafe, hampir lima menit, orang yang ia tunggu-tunggu belum juga muncul, dan itu membuatnya menggerutu kesal.
"Suhut sialan. Kemana pula tuh anak. Mana si Liana juga belum datang. Ayyiiing, kalau sampai dia nggak datang, bisa mampus aku di ledekin si Suhut." gerutu Barno dalam hati.
Tiba-tiba seorang wanita cantik berambut panjang tergerai sampai ke pinggang berdiri di sampingnya. Pakaian ketat yang dikenakan wanita tersebut membuat belahan pasyudharanya menonjol, danΒ Barno terpukau memandangnya. Namun, seketika Barno kaget setelah menyadari wajah wanita tersebut sangat mirip dengan wanita yang ditunjukkan oleh Suhut kepadanya sebagai pasangan bebas pria itu.
__ADS_1
"Apa iya, cewek ini pasangannya?" bantin Barno bertanya-tanya, dan terus memperhatikan gadis yang berdiri di sampingnya itu dari ujung rambut sampai kaki.
Lekuk tubuh wanita itu sangat proporsional dengan pinggul yang besar dibalut rok mini ketat. Sehingga mempertontonkan pahanya yang putih dan mulus. Sedangkan bagian atas, ia mengenakan tanktop kaos dengan belahan terbuka di bagian dada, membuat belahan pasyudharanya menjadi santapan mata para lelaki.Β
"Kalau benar dia orangnya yang menjadi pasangan si Suhut. Anjritlah, dia lebih sexhy dari yang aku lihat di foto. Suhut anyyjing, gimana caranya dia mendapatkan cewek bahenol ini?" gerutu Barno kesal. Karena terpaksa ia harus mempercayai kata-kata temannya itu setelah melihat kenyataan yang ada.
Seketika gadis itu membungkuk untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, Barno langsung melotot karena melihat bongkahan panstats yang putih mulus, membuat pemuda itu menelan slavinanya.
"Ya, Tuhan," keluh wanita tersebut, karena ketika ia membungkuk, membuat semua isi tasnya yang kebanyakan alat-alat make up jatuh berserakan.
"Oh, terima kasih," ucap gadis tersebut sambil tersenyum.Β
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku hanya melakukan hal kecil," balas Barno dengan senyuman juga, tapi matanya tertuju ke arah belahan dada wanita itu.
"Anjrit, tokennya kayak punya Mia Khalifah. Besar!" Barno sangat takjub melihat keindahan alam yang begitu sempurna.
Wanita itu kemudian berdiri setelah semua barangnya yang jatuh di masukkan kembali kedalam tasnya. "Sekali lagi terima kasih, ya!" ucapnya.
"Sama-sama," balas Barno dan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sini, biar aku pegangi tasnya, biar kamu bisa mengikat tali sepatu," ucap Barno menawarkan bantuan, karena gadis tersebut masih belum mengikat tali sepatunya yang terlepas
"Oh, terima kasih banyak, aku jadi ngerepotin kamu lagi." Tanpa ragu wanita itu memberikan tasnya kepada Barno.
Sama halnya seperti tadi, wanita itu tidak berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, melainkan membungkuk. Dengan begitu, Barno kembali melihat dengan jelas, bentuk belahan pinggul gadis itu yang terbungkus celana dhalham berwarna biru.
__ADS_1
Lagi-lagi Barno menelan air liurnya, pikirannya benar-benar hanya terpaku ke arah belahan wanita tersebut. Andai saja mereka bukan di tempat umum, Barno pasti akan mencari cara untuk pura pura, agar bisa menempelkan batangnya ke sana, tempat dimana seorang pria bisa merasakan arti dari sebuah kenikmatan duniawi.
πππππππππ