DI ANTARA DUA PELUKAN

DI ANTARA DUA PELUKAN
BAB 71


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Pertempuran yang cukup singkat, tapi menghabiskan banyak tenaga. Barno akhirnya mencapai puncak tertinggi, begitu banyak cairan yang keluar memenuhi vag— Liana. Hal itu terlihat sangat jelas ketika Barno mencabut senjatanya, dan cairan kental itu mengalir perlahan dari Vag Liana.


"Sialan, dasar monyet. Kau selalu tidak tau tempat," ujar Liana sambil membersihkan cairan yang terus menetes sampai ke paha.


"Kau mengomel terus setiap kita selesai melakukannya, tapi kau tetap saja menikmatinya," cibir Barno dan dibalas Liana dengan sentilan di kepala.


"Jangan bicarakan itu lagi." Liana pergi terlebih dahulu meninggalkan Barno yang masih memasang celana.


Akan tetapi, setelah selesai memakai celana kembali, dan sebelum Liana benar-benar pergi. Barno segera menyusul Liana dan menariknya dalam pelukannya.


"Apalagi sih, Bar?" tanya Liana "Jangan gila lagi, tay."


"Nggak bakalan lagi, deh. Aku hanya ingin memelukmu lebih lama lagi."


Hanya bisa tertawa kecil mendengar perkataan Barno barusan. Walau tidak ingin berandai-andai lebih jauh, tapi Liana mengharapkan sesuatu meskipun itu kecil. Sikap dari Barno tersebut, Liana mengharapkan kalau itu adalah sikap dari seorang pria yang telah mencintai dirinya.

__ADS_1


"Dalam hal syek, kau benar-benar sangat mahir. Pantas saja kau memiliki banyak pasangan syekx," ujar Barno tanpa memikirkan apapun.


"Apa maksudmu?"


Liana melepaskan pelukan Barno, matanya menatap tajam dengan pancaran amarah yang begitu tinggi. Kata-kata Barno barusan telah mengusik hatinya yang sedang berbunga-bunga, sangat jelas makna dari kalimat tersebut yang mengandung tudingan, kalau dirinya adalah wanita murahan yang selalu memberikan tubuh ke setiap lelaki.


Dalam keterkejutan melihat perubahan sikap Liana, Barno menyadari ada kesalahan dalam ucapannya.


"Iya … itu, maksudku. Bukannya kau sudah sering melakukannya selain dengan aku?" Barno membuat kalimatnya menjadi sebuah pertanyaan.


Baru saja kalimat terakhir diucapkan, tamparan keras mendarat di pipi Barno, ia benar-benar kaget dan tidak menyangka kalau Liana akan melakukan hal tersebut.


Kata-kata Barno sangat menyakiti perasaan Liana. Walau sadar kalau dirinya sudah tidak perawan lagi, tapi tidak sepantasnya ia diperlakukan dengan kata-kata seperti itu. Mata Liana mulai berkaca-kaca, ia sangat kecewa. Harapan dengan waktu yang begitu sangat intim telah dilalui bersama, cinta dan kasih sayang akan menghampirinya, tapi….


Tidak tahan untuk berada di depan Barno lebih lama lagi, Liana segrat pergi dari rumah tanpa pamit kepada Butet. Disebabkan kemarahannya, tanpa ia sadari telah menutup pintu rumah dengan sangat keras, membuat Butet mendengar suara tersebut.


"Sial, kenapa aku harus membahas hal itu." Tersadar dari kebekuannya, Barno segera berlari mengejar Liana sambil berteriak memanggil nama sepupunya itu.

__ADS_1


Belum sempat mendekati pintu depan, Brno telah dipanggil oleh Butet yang datang untuk memeriksa setelah mendengar suara pintu dibanting.


"Bar! Kau mau kemana?"


"Ngejar Lia!" jawab Barno cepat tanpa berpikir.


Mengindahkan kebingungan Butet, Barno membuka pintu dan berlari mengejar Liana. Beruntung gadis itu belum terlalu jauh, jadi Barno dengan cepat bisa menyusulnya.


"Lia, tunggu! Maafkan aku," ucap Barno dan meraih tangan Liana.


Akan tetapi, Liana dengan kasar menepis tangan Barno tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Beberapa orang yang berada di warung tepi jalan melihat kejadian itu, merak hanya menggelengkan kepala.


"Cinta memang berat!"


"Anak muda sekarang. Sekarang bertengkar malamnya pelukan."

__ADS_1


Orang-orang yang melihat gelagat pertengkarangan tersebut, memberikan komentar masing-masing, tidak sedikit juga yang tersenyum tipis.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2